RADARSEMARANG.ID, Semarang - Masih ingat kasus pengeroyokan disertai pembacokan di warung rica-rica Jalan Sukarno Hatta, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, telah terungkap. Empat orang pemuda ditangkap anggota Jatanras Polrestabes Semarang.
Kapolsek Gayamsari, Kompol Yuna Ahadiyah membenarkan hal tersebut. Namun demikian, pihaknya belum bersedia membeberkan secara detail dengan alasan ditangani Satreskrim Polrestabes Semarang.
"Iya, yang nangani Polrestabes Semarang," ungkapnya Selasa (4/8/2026).
Informasi yang peroleh, empat orang ditangkap di rumah masing diwilayah Mranggen Kabupaten Demak dan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, Jumat (31/7/2026).
Baca Juga: Buntut Dugaan Keracunan Ratusan Siswa, SMKN 6 Semarang Setop Sementara MBG hingga Evaluasi Rampung
Kanit I Jatanras Polrestabes Semarang, AKP Tri Heriyanto, juga membenarkan. Menurutnya, sekarang ini masih dalam proses penyidikan.
"Dari empat orang yang diamankan, tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka, masing-masing berinisial JK alias Meong, AR, dan ML," ungkapnya, Selasa (4/8/2026).
Peristiwa ini terjadi pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 23.00. Sedangkan Korban diketahui bernama Yuliyanto alias Gelek, dan Eko, warga Cinde, Kecamatan Candisari.
Kejadian diawali, ketika korban bersama sejumlah temannya datang ke warung tersebut untuk mengonsumsi minuman keras. Dilokasi tersebut, korban berselisih dengan rombongan pelaku hingga cekcok dan berujung pengeroyokan dan pembacokan..
"Berdasarkan hasil penyelidikan, motif pengeroyokan diduga dipicu rasa tersinggung para pelaku terhadap ucapan korban yang berbunyi, "Kamu diam, anak kemarin sore, macam-macam," bebernya.
Korban Yulianto diketahui mengalami luka pergelangan tangan kiri , jari manis kiri dan kelingking putus, kepala sobek. Sedangkan korban Eko mengalami luka di jari kanan dan kiri.
"Korban mengalami sejumlah luka serius, antara lain luka bacok di kepala sisi kiri, bahu kiri, tangan kanan, pergelangan tangan, dan lengan kanan," katanya.
"Selain itu, korban juga mengalami putus jari tangan kanan keempat pada bagian pangkal, serta putus jari tangan kiri ketiga dan keempat," jelasnya.
Pengungkapan kasus tersebut, turut diamankan barang bukti berupa satu bilah senjata tajam jenis arit yang diduga digunakan para pelaku saat melakukan penyerangan.
Saat ini, penyidik Satreskrim Polrestabes Semarang masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam kasus tersebut.
Baca Juga: Yamaha Vega vs Honda Supra X, Mana Motor Bebek yang Lebih Tangguh?
Sebelumnya diberitakan, dua orang pria pemabuk babak belur, dan luka sabetan senjata tajam. Kejadian ini, diduga dipicu saat saling menenggak minuman beralkohol di sebuah warung, dilokasi tersebut, di Jalan Arteri Yos Sudarso, Kecamatan Gayamsari, Senin (9/2/2026) malam hari.
Dua orang pria tersebut bernama Yulianto warga Cinde, Kecamatan Candisari, dan Eko. Keduanya, juga terpaksa dilarikan ke rumah sakit guna mendapat perawatan medis.
Kejadian ini bermula saat dua pria ini bersama rekan-rekannya datang ke sebuah warung, dilokasi kejadian, sekitar pukul 23.00. rombongan ini menenggak minuman beralkohol, termasuk bersama salah satu orang yang dilaporkan ke kepolisian terkait pembacokan ini.
Kemudian, korban cekcok dan terlibat adu mulut dengan pria terlapor tersebut. Namun kemudian, pria terlapor ini meninggalkan lokasi. Tak disangka, ternyata kembali lagi bersama rekan-rekannya juga dengan membawa senjata tajam.
Tanpa basa-basi, gerombolan yang baru datang ini langsung menyerang korban. Setelah itu, mereka meninggalkan lokasi. Sedangkan korban mengalami luka bacok mengenai sejumlah anggota tubuhnya.
Terkonfirmasi, Kapolsek Gayamsari, Kompol Yuna Ahadiyah mengaku adanya kejadian ini.
"Iya, silahkan ke Kanit Reskrim," katanya.
Korban Yulianto diketahui mengalami luka pergelangan tangan kiri , jari manis kiri dan kelingking putus, kepala sobek. Sedangkan korban Eko mengalami luka di jari kanan dan kiri.
"Korban ada yang mengalami luka di jari-jari tangan, dan ada yang di bagian kepala, luka akibat sabetan senjata tajam," kata Kanitreskrim Polsek Gayamsari, AKP Mashadi.
Terkait motif kejadian ini, AKP Mashadi belum bisa memberikan keterangan. Menurutnya, sekarang ini masih dalam proses penyelidikan kepolisian.
"Motifnya belum tau, itu kan datang ke warung, sama juga bareng dengan yang dilaporkan, saling kenal. Datang di warung rica-rica, dan minum-minuman, kemudian cekcok. Ternyata yang cekcok balik lagi dan langsung menyerang korban," bebernya.
"Pelakunya masih dalam penyelidikan, korban belum bisa dimintai keterangan, masih dalam perawatan medis di rumah sakit, dirujuk ke RST. Sekarang masih penyelidikan," katanya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi