RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kantor Polsek Semarang Timur, nantinya bakal berpindah tempat. Sekarang sedang dalam proses pengerjaan pembangunan, dititik lokasi masih di Jalan dr Cipto, persisnya depan SPBU simpang Jalan Kartini.
Selain Polsek Semarang Timur, bangunan wajah baru nantinya juga terdapat di Polsek Genuk. Sekarang juga sedang dalam pengerjaan pembangunan.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Heri Wahyudi memastikan pembangunan gedung baru untuk Polsek Semarang Timur dan Polsek Genuk segera dimulai. Proyek pembangunan ditargetkan rampung pada 18 Desember 2026.
Baca Juga: Cafe Win.er Chill House di Peterongan Semarang Terbakar, Begini Kata Saksi Mata
"Jadi pembangunannya Polsek Semarang Timur sama Polsek Genuk, dimulai sekarang sampai tanggal 18 Desember 2026, ini harus sudah selesai pembangunannya," ungkap ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Heru Wahyudi saat dilokasi ground breaking Polsek Semarang Timur, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (31/7/2026).
"Kemudian, pembangunan ini berdasarkan dana hibah dari Walikota Semarang. Nah, dana tersebut dibuatkan suatu bangunan, nanti bangunan akan dihibahkan kepada kita," lanjutnya.
Informasi yang diperoleh, bangunan Kantor Semarang Timur, tergolong sangat kecil dibandingkan dengan Polsek diwilayah lain, jajaran Polrestabes Semarang.
Bangunan tersebut juga tidak dibongkar, karena merupakan bangunan bersejarah atau masuk cagar budaya.
Sementara ini, pelayanan kepada masyarakat masih berada di Kantor Polsek Semarang Timur masih berada di bangunan lama.
"Karena di sini tanahnya kosong (Semarang Timur), kemudian untuk menjangkau dari luar itu lebih gampang. Ini untuk di wilayah Semarang Timur," terangnya.
Sedangkan bangunan Polsek Genuk, tidak dibongkar, melainkan hanya direnovasi mengingat kondisi bangunan sering tergenang air alias kebanjiran saat intensitas hujan tinggi.
Sekarang ini, pelayanan masyarakat dipindahkan di Polsek Genuk bangunan sementara berlokasi seberang jalan depan akses masuk Kawasan Industri Terboyo (KIT).
"Kemudian untuk wilayah Genuk terus terang itu kita lakukan pengurukan, penimbunan tanahnya, kemudian pemadatan dan juga baru kita bangun di situ," katanya.
Kapolrestabes menegaskan seluruh personel Polsek Semarang Timur dan Polsek Genuk agar tetap memberikan pelayanan terbaik selama proses pembangunan.
Menurutnya, pembangunan dua kantor polisi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus menghadirkan fasilitas yang lebih representatif bagi masyarakat di wilayah Semarang Timur dan Genuk.
"Dengan pembangunan polsek baru, saya minta pelayanan kepada masyarakat tetap ditingkatkan. Jangan sampai karena ada pembangunan, anggota justru semakin melempem dalam memberikan pelayanan. Masyarakat harus benar-benar merasakan manfaat dari pembangunan ini," tegasnya.
Pembangunan Polsek Semarang Timur, dikerjakan oleh PT Powerindo Karya Perkasa. Nilai proyek dari dana hibah, 7,5 milyar sekian.
Proyek pembangunan mulai dikerjakan dengan target penyelesaian selama lima bulan. Sedangkan tanggal kontrak, tertulis tanggal 21 Juli 2026.
Gedung Polsek Semarang Timur nantinya dibangun dengan konsep dua lantai yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan pelayanan kepada masyarakat.
Direktur PT Powerindo Karya Perkasa, Dyah Rositasari berkomitmen melaksanakan pekerjaan sesuai desain yang telah ditetapkan Polrestabes Semarang tanpa melakukan perubahan di tengah proses pembangunan.
"Yang kami jaga adalah amanah. Kami berusaha melaksanakan pembangunan sesuai gambar dan spesifikasi yang sudah direncanakan. Tidak ada perubahan di tengah jalan sehingga hasil akhirnya sesuai dengan konsep yang telah dirancang," ujarnya.
Menurutnya juga, proyek ditargetkan selesai dalam waktu lima bulan. Kendala utama bukan berasal dari cuaca, melainkan kondisi lalu lintas di sekitar lokasi proyek yang berada di jalan utama Kota Semarang.
"Kesulitannya lebih kepada mobilitas material karena lokasi berada di jalan yang cukup padat. Untuk itu kami sudah berkolaborasi dengan Polsek Semarang Timur agar distribusi material dapat berjalan lancar," katanya.
Pihaknya juga memastikan pembangunan dilakukan sesuai gambar perencanaan, spesifikasi teknis (spek), serta mengutamakan keselamatan kerja (K3) tanpa mengurangi kualitas bangunan.
"K3 menjadi prioritas utama. Seluruh pekerja wajib menggunakan alat pelindung diri (APD). Target kami adalah zero accident. Siapa pun boleh menegur jika ada pekerja kami yang tidak mematuhi aturan K3," tegasnya.
"Kita juga melakukan pemasangan rambu-rambu proyek, serta pengawasan ketat terhadap penggunaan APD di lapangan," katanya.
Tak sendirian, Dyah Rositasari juga didampingi suaminya, Maulana Hafid yang menjabat sebagai CEO PT PowerIndo Karya Perkasa.
Maulana Hafid menyebut, PT Power Indo telah berpengalaman mengerjakan berbagai proyek infrastruktur, di antaranya pembangunan dan perawatan fasilitas PLTU Tanjung Jati Jepara serta PLTGU Tambak Lorok Semarang.
Pihaknya menjelaskan, aktivitas pekerjaan dilakukan hingga sekitar pukul 22.00, untuk mengejar target penyelesaian tanpa mengganggu aktivitas masyarakat secara berlebihan.
"Kami fokus menjaga kualitas pekerjaan, tepat waktu, dan mengutamakan keselamatan kerja. Itu yang menjadi komitmen kami dalam pembangunan Polsek Semarang Timur," pungkasnya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi