Duta GenRe Punya Tugas Tekan Stunting di Jateng hingga Edukasi Bahaya Pernikahan Dini

Khafifah Arini Putri • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 11:30 WIB
 Apresiasi Duta GenRe Provinsi Jawa Tengah 2026 di Kantor BPSDMD Jateng, Senin (27/7).
Apresiasi Duta GenRe Provinsi Jawa Tengah 2026 di Kantor BPSDMD Jateng, Senin (27/7).

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Upaya menekan angka stunting di Jawa Tengah tak hanya mengandalkan tenaga kesehatan dan pemerintah. Duta Generasi Berencana (GenRe) juga disiapkan menjadi agen edukasi bagi remaja untuk membangun keluarga berkualitas sejak dini.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah Rusman Efendi dalam Grand Final Apresiasi Duta GenRe Provinsi Jawa Tengah 2026 di Kantor BPSDMD Jateng, Senin (27/7). Ajang tahunan itu menjadi wadah memilih remaja yang mampu mengedukasi teman sebaya terkait perencanaan masa depan, kesehatan reproduksi, bahaya pernikahan dini dan maraknya LGBTQ hingga pencegahan stunting.

Rusman menjelaskan duta GenRe bukan sekadar simbol atau peserta kompetisi. Mereka menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyosialisasikan program pembangunan keluarga kepada masyarakat.

"Semua program Kemendukbangga/BKKBN, baik program kependudukan dan pembangunan keluarga, mulai dari pencegahan stunting, kemudian juga untuk menghindari terjadinya penyimpangan-penyimpangan pada remaja itu mereka (Duta Genre) lakukan semua," ujarnya.

Rusman menyebut prevalensi stunting di Jawa Tengah saat ini masih berada di angka 17,1 persen. Artinya, sekitar 17 dari setiap 100 anak di Jateng masih stunting. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Selain mendukung percepatan penurunan stunting, Duta GenRe juga diharapkan mampu menjawab tantangan remaja di era digital. Mereka didorong aktif mengajak teman sebaya memanfaatkan teknologi secara bijak serta menjauhi perilaku yang berisiko bagi kesehatan dan masa depan.

"Duta Genere ini adalah bagaimana kita memberikan apresiasi, memberikan semangat dan motivasi kepada adik-adik remaja yang tergabung dalam forum GenRe agar mereka lebih termotivasi lagi," kata Rusman.

Kali ini Apresiasi Duta Generasi Berencana (Adugenjat) Tahun 2026 mengusung tema “Astraloka Karya: Remaja Berkarya, Berdampak Nyata”. Ada sepuluh Duta Genre Putra dan sepuluh Duta Genre Putri dari kabupaten/kota di Jawa Tengah yang unjuk gigi menyampaikam kontribusinya di masyarakat. Terutama dalam menurunkan angka perkawinan anak. Sebab anak yang terjerumus digitalisasi tanpa pengarahan dari orang tua, maka

"Sekarang semakin banyak LGBT kemudiaan banyak penularan penyakit HIV AIDS. Nah inilah bagian dari forum Genre, tugasnya mereka mengajak generasi muda agar terhindar dari hal-hal yang salah dan tidak baik," bebernya.

Sementara Plt Kepala DP3AP2KB Jawa Tengah Faisa Mukti yang mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menilai pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi maupun infrastruktur, tetapi juga kualitas generasi mudanya. Karena itu, Program GenRe menjadi salah satu instrumen penting untuk menyiapkan remaja yang sehat, berkarakter, produktif, serta mampu merencanakan masa depan secara bertanggung jawab. Pihaknya pun berpesan agar Duta Genre ini mampu membawa perubahan di masyarakat.

"Jadilah remaja yang mampu mengajak teman-teman sebaya untuk merencanakan pendidikan, mempersiapkan karier, menjaga kesehatan fisik dan mental, menggunakan media sosial secara bijak, menjauhi penyalahgunaan narkoba, menghindari perkawinan usia anak, serta membangun hubungan yang sehat di dalam keluarga maupun lingkungan pergaulan," ungkapnya. 

Editor : Miftahul A’la
PERNIKAHAN DINI Duta Genre Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional JAWA TENGAH stunting