Peristiwa Hari Ini: 28 Juli – Hari Kemerdekaan Peru dan Pelantikan Presiden Baru

Tasropi • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 09:37 WIB
Alberto Fujimori dan Keiko Fujimori
Alberto Fujimori dan Keiko Fujimori

 

RADARSEMARANG.ID, Pada 28 Juli, bangsa Peru merayakan Fiestas Patrias atau Hari Kemerdekaan Peru. Tanggal ini menjadi simbol perjuangan panjang melawan penjajahan Spanyol.

Pada 28 Juli 1821, Jenderal José de San Martín memproklamasikan kemerdekaan Peru di Plaza Mayor, Lima, dengan kalimat ikonik: “El Perú es desde este momento libre e independiente...” (Peru sejak saat ini bebas dan merdeka...). 

Meski pertempuran berlanjut hingga kemenangan di Battle of Ayacucho pada 1824, tanggal 28 Juli tetap menjadi hari lahir Republik Peru.

Baca Juga: Lolos Ajang Ensia Awards, Kolaborasi PLN Rumah Baca Purnama Terbukti Ciptakan Perubahan Tingkat Literasi

Setiap tahun, perayaan ini berlangsung meriah selama dua hari: 28 Juli untuk kemerdekaan dan 29 Juli untuk menghormati Angkatan Bersenjata serta Polisi Nasional. 

Warisan Sejarah yang Terus Berlanjut

Hari Kemerdekaan Peru sering kali menjadi momen penting bagi transisi kepemimpinan nasional. Salah satu contoh paling menonjol adalah pelantikan Alberto Fujimori sebagai Presiden pada 28 Juli 1990 — yang ia klaim sebagai hari ulang tahunnya. 

Fujimori, yang lahir pada 26 Juli 1938 (meski sering dikaitkan dengan 28 Juli), memenangkan pemilu secara tak terduga dan memimpin Peru dari 1990 hingga 2000.

Masa kepresidenannya ditandai reformasi ekonomi neoliberal yang berhasil mengendalikan hiperinflasi, namun juga kontroversi besar termasuk kudeta mandiri 1992, tuduhan pelanggaran HAM, serta sterilisasi paksa. Ia meninggal dunia pada 11 September 2024. 

Baca Juga: Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan di Gaza, Bapak Baru Board of Peace Bentukan Trump?

Warisan politik Fujimori terus hidup melalui keluarganya, khususnya putrinya, Keiko Fujimori.

Pengantar ke Era Baru: Keiko Fujimori, Presiden Peru 2026–2031

Hari ini, 28 Juli 2026, menjadi tonggak sejarah baru bagi Peru. 

Keiko Sofía Fujimori Higuchi secara resmi dilantik sebagai Presiden Peru untuk periode 2026–2031. Ia menjadi perempuan pertama yang terpilih secara resmi melalui pemilu untuk memimpin negara ini. 

Keiko, yang memenangkan putaran kedua pemilu dengan selisih tipis, akan disumpah tepat pada Hari Kemerdekaan Peru.

Baca Juga: Berangkat dari Warisan Keluarga, KAINRATU Kembangkan Tenun Troso hingga Menembus Pasar Global Berkat Pemberdayaan Rumah BUMN BRI

Kemenangannya menandai kembalinya pengaruh kuat keluarga Fujimori dalam politik Peru setelah ayahnya, Alberto Fujimori, yang tetap menjadi figur sangat terpolarisasi — dikagumi karena stabilitas ekonomi dan keamanan, namun dikritik karena otoritarianisme dan pelanggaran hak asasi. 

Sebagai Presiden Terpilih, Keiko Fujimori menghadapi tantangan besar: memulihkan kepercayaan publik, menangani isu keamanan, ekonomi, serta menyatukan masyarakat yang terbelah.

Pelantikannya pada 28 Juli tidak hanya melanjutkan tradisi Hari Kemerdekaan, tetapi juga menghubungkan langsung antara perjuangan kemerdekaan 1821 dengan dinamika politik kontemporer Peru.

Hari ini, Peru tidak hanya merayakan masa lalunya yang heroik, tetapi juga memulai babak baru di bawah kepemimpinan Presiden Keiko Fujimori.

Fiestas Patrias 2026 akan dikenang sebagai momen di mana sejarah kemerdekaan bertemu dengan harapan akan masa depan yang lebih stabil. (tas)

Editor : Tasropi
kemerdekaan Peru Keiko Fujimori Alberto Fujimori