Selesai Dibangun, Akses Warga Buang Sampah Lebih Dekat

Adennyar Wicaksono • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 20:38 WIB
KEMBALI TERSAMBUNG : Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman dan Komandan Kodim (Dandim) 0733 Kota Semarang Kolonel Inf Priyo Handoyo ketika mencoba jembatan gantung yang selesai dibangun
KEMBALI TERSAMBUNG : Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman dan Komandan Kodim (Dandim) 0733 Kota Semarang Kolonel Inf Priyo Handoyo ketika mencoba jembatan gantung yang selesai dibangun

RADARSEMARANG.ID - Pembangunan jembatan gantung di RW 7 Kelurahan Tambak Sari, Mangkang Wetan rampung dilakukan oleh pihak TNI atau Kodim 0733/Kota Semarang.

Kini jembatan sudah bisa dipakai warga untuk beraktivitas, seperti bekerja, sekolah, hingga membuang sampah.

Sebelumnya akses warga sempat terputus karena jembatan yang melintang diatas Sungai Beringin roboh diterjang banjir bandang beberapa bulan lalu.

Untuk beraktivitas warga sempat menggunakan perahu atau getek sampai akhirnya dibangun jembatan darurat, namun jembatan tersebut digunakan sementara.

Baca Juga: Cafe Imajinari Semarang Diobok-obok Pencuri, Pelaku Terekam CCTV Gondol Laptop dan Ponsel

Warga membutuhkan akses jembatan yang lebih kuat dan tentunya aman saat debit air sungai meningkat. kemudian dibangun jembatan gantung permanen oleh TNI, dengan konstruksi beton dengan lebar sekitar 1,2 meter dan panjang jembatan 40 meter.

Saat akses jembatan terputus, kata dia, warga kesulitan beraktivitas apalagi untuk membuang sampah karena tempat pembuangan sementara (TPS) ada di seberang sungai. Sampah tersebut sempat menumpuk di perkampungan warga karena kesulitan akses.

“Jembatan ini bisa dilewati motor, sepeda dan orang. Gerobak juga bisa, ini yang penting karena digunakan untuk membuang sampah,” kata Mudhofin warga sekitar kepada Jawa Pos Radar Semarang usai peresmian jembatan, Kamis (23/7).

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman mengapresiasi respon cepat dari pemerintah pusat melalui TNI, usai melihat warga kesulitan karena akses jembatan satu-satunya yang ada di RW 7 terputus. Bantuan pembangunan jembatan membuat warga bisa kembali beraktivitas dengan lancar.

“Alhamdulillah direspon cepat, diajukan Pak Dandim, lalu disetujui dan langsung dibangun oleh TNI bersama Warga,” jelasnya.

Kolaborasi ini, lanjut dia, sangat penting apalagi jika pembangunan jembatan harus dibiayai APBD harus menunggu cukup lama. Padahal warga membutuhkan akses jalan secara cepat, aman dan nyaman, meskipun tidak harus bisa dilewati mobil.

“Warga tentu senang ya, karena Pak Dandim sudah mengusahakan dan ini sangat membantu. Kalau menunggu APBD tentu prosesnya akan lama,” tambahnya.

Komandan Kodim (Dandim) 0733 Kota Semarang Kolonel Inf Priyo Handoyo, melalui  Danramil 14 Tugu, Kodim 0733 BS Semarang Mayor Inf, Sugiharto menjelaskan jika pembangunan jembatan ini membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan.

“Dibangun satu bulan, kita melibatkan beberapa pleton dari Koramil dan dari Kodim, alhamdulillah tidak ada kendala dalam pembangunan jembatan dengan panjang 40 meter ini,” ujarnya.

Camat Tugu, Muhammad Mirzaq Effendi berharap dengan rampungnya pembangunan jembatan akses warga kembali tersambung, sehingga perekonomian masyarakat bisa berjalan dengan lancar. Dia juga berpesan kepada warga untuk merawat jembatan. Dan melakukan perbaikan jika ada kerusakan ringan.

“Kemarin kan pekerjaan rumahnya adalah sampah yang tidak bisa dibuang karena aksesnya terputus, harapan saya sudah tidak ada lagi timbunan sampah di perkampungan dan perekonomian bisa berputar lagi. Warga juga harus ikut menjaga jembatan ini,” pungkasnya. (den)

 

Editor : Baskoro Septiadi
Mangkang Wetan Sungai Beringin Jembatan Gantung