Jateng Jadi Basis Industri AMDK Nasional, Amdatara Dorong Percepatan Green Industry

Khafifah Arini Putri • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 20:37 WIB
(kanan-kiri) Ketua Umum Amdatara Karyanto Wibowo didampingi Ketua DPD Amdatara Jateng-DIY Rama Zakaria di Gradhika Bhakti Praja dalam Musda Amdatara.
(kanan-kiri) Ketua Umum Amdatara Karyanto Wibowo didampingi Ketua DPD Amdatara Jateng-DIY Rama Zakaria di Gradhika Bhakti Praja dalam Musda Amdatara.

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Jawa Tengah (Jateng) menjadi salah satu basis utama industri air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia. Sekitar 20 persen industri ini beroperasi di Jateng. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal besar untuk mendorong pertumbuhan industri yang berkelanjutan melalui transformasi hijau.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng July Emmylia mengatakan, besarnya jumlah industri AMDK di Jawa Tengah turut menopang pertumbuhan ekonomi daerah. Pemprov Jateng pun menggandeng Perkumpulan Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) untuk mempercepat target 1.000 industri bertransformasi menjadi green industry pada 2027.

"Hampir seluruh perusahaan air minum yang besar-besar itu 131 ada di Jawa Tengah. Tentu ini sangat mendukung terkait peningkatan pertumbuhan perekonomian di Jawa Tengah," ujarnya.

Sementara Ketua Umum Amdatara Karyanto Wibowo mengatakan, saat ini terdapat sekitar 700 perusahaan AMDK dengan ribuan merek di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar seperlima beroperasi di Jawa Tengah.

"Jawa Tengah dan DIY ini merupakan salah satu daerah yang strategis untuk industri AMDK karena kurang lebih 20 persen dari industri AMDK di Indonesia itu beroperasi di Jawa Tengah," ujarnya usai pengukuhan DPD Amdatara Jawa Tengah-DIY di Gradhika Bhakti Praja Semarang, Kamis (23/7).

Menurut dia, besarnya konsentrasi industri tersebut menjadi alasan dibentuknya DPD Amdatara Jateng-DIY. Organisasi ini diharapkan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan agar industri terus tumbuh.

"Kita melihat DPD ini memang perlu dipastikan untuk terus bisa berkolaborasi dengan pemerintah dan juga pemangku kepentingan yang lain sehingga industri ini juga bisa terus tumbuh dan berkembang," katanya.

Karyanto menambahkan, industri AMDK kini tidak hanya dituntut memberi kontribusi terhadap perekonomian, tetapi juga berperan menjaga lingkungan. Karena itu, Amdatara mendorong transformasi industri hijau melalui efisiensi penggunaan air dan energi, pengurangan emisi, serta pengelolaan sampah kemasan.

Sementara Ketua DPD Amdatara Jateng-DIY Rama Zakaria mengatakan, rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) I diawali dengan kegiatan bakti lingkungan melalui penanaman mangrove sebagai bentuk komitmen menjaga sumber daya air. 

Menurutnya transformasi hijau dilakukan melalui kepatuhan terhadap regulasi, efisiensi penggunaan energi dan air, serta pengelolaan kemasan secara bertanggung jawab. Ke depan, pihaknya juga akan memperkuat kolaborasi dan inovasi bersama berbagai pihak.

Pihaknya juga menepis anggapan bahwa industri AMDK hanya mengeksploitasi sumber daya air. Menurutnya, anggota Amdatara menjalankan pengelolaan air berbasis konservasi, mulai dari menjaga kawasan resapan hingga pengelolaan limbah.

"Air minum dalam kemasan yang dikelola anggota Amdatara hari ini mengelola dengan kaidah yang berbasis pelestarian lingkungan, sadar lingkungan sehingga kita mengelola dari sumbernya, dilakukan konservasi sampai pengelolaan terintegrasi di pabrik, sampai ke hilir dalam konteks pengelolaan limbah," jelasnya. 

Editor : Miftahul A’la
green industry amdatara industri AMDK air minum JAWA TENGAH