RADARSEMARANG.ID, Harga emas dunia menguat lebih dari 1 persen dalam perdagangan Selasa (21 Juli 2026).
Kenaikan ini didorong oleh optimisme pasar terhadap kemungkinan terobosan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran, yang berpotensi meredakan ketegangan di Timur Tengah, menurunkan harga energi, serta mengurangi ekspektasi kebijakan moneter ketat dari Federal Reserve (The Fed).
Harga emas spot tercatat naik 1,74 persen menjadi USD 4.077,32 per troy ounce.
Baca Juga: Pemotor Terjatuh dari Flyover Tanjung Emas Semarang, Motor Ditemukan Masih Diatas Jembatan
"Komoditas menguat secara luas karena muncul harapan bahwa gencatan senjata di Timur Tengah sedang diupayakan," ujar analis Marex Edward.
Menurut Meir, emas juga mendapat tambahan dukungan dari aksi beli teknikal setelah berhasil menembus tren penurunan jangka pendek yang berlangsung sejak 6 Juli.
Namun, ia memperkirakan harga emas masih akan bergerak dalam kisaran terbatas (range-bound) dalam waktu dekat.
Baca Juga: Perang Israel Iran, Serangan Udara Besar Guncang Teheran dan Natanz
Seorang pejabat senior Iran menyatakan kepada Reuters bahwa Teheran telah menerima proposal mediator untuk gencatan senjata selama 10 hari guna menyelamatkan kesepakatan sementara yang telah dicapai.
Sebelumnya, lonjakan harga minyak akibat gangguan pasokan di kawasan Teluk sempat membebani harga emas.
Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS akan tetap tinggi lebih lama.
Meski emas merupakan lindung nilai inflasi jangka panjang, suku bunga tinggi meningkatkan opportunity cost bagi investor untuk memegang aset non-yield seperti emas.
Pasar kini menanti keputusan suku bunga The Fed dan pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh usai rapat kebijakan moneter dua hari pekan depan.
Baca Juga: Di Tengah Gejolak Global, Investasi Rp480 Miliar Masuk Jateng, Serap 500 Tenaga Kerja
Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada September mencapai sekitar 68 persen.
"Level psikologis USD 4.000 masih sangat kuat di pasar emas. Namun, kekhawatiran terhadap suku bunga AS kemungkinan akan membatasi penguatan lebih lanjut," tulis Commerzbank dalam risetnya.
Sementara itu, logam mulia lainnya juga ikut menguat. Harga perak spot melonjak 4,1 persen menjadi USD 58,72 per ounce, platinum naik 1,9 persen ke USD 1.623,63 per ounce, dan paladium menguat 2,4 persen menjadi USD 1.282,25 per ounce. (tas)
Editor : Tasropi