Korban Tewas Tabrakan Kereta di Perlintasan Kokrosono Semarang Bertambah Jadi Dua, Sang Paman Meninggal di RS Kariadi

Muhammad Hariyanto • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 05:46 WIB
FOTO Tetangga korban berdatangan ke rumah duka di Semarang Utara, Senin (20/7/2026). 
FOTO Tetangga korban berdatangan ke rumah duka di Semarang Utara, Senin (20/7/2026). 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Korban meninggal dalam peristiwa kecelakaan kereta api Peti Kemas diperlintasan palang pintu Kokrosono, Pindrikan Semarang Tengah bertambah menjadi dua orang.

Korban meninggal kedua, adalah Rujito, 45, warga Kaliasin, Kuningan, Semarang Utara. Korban menghembuskan nafas terakhirnya saat menjalani perawatan medis di RSUP dr Kariadi Semarang, akibat luka parah bagian kepala.

Luka tersebut dialami Rujito dalam peristiwa tertabrak api saat mengendarai motor memboncengkan dua keponakannya, untuk diantar sekolah di SDIT Al Qalam, Ngemplak Simongan, Semarang Barat, pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 06.50.

Baca Juga: Bocah SD Tewas, Dua Korban Lainnya Masih Dirawat dalam Kecelakaan Maut Supra X Tertabrak Kereta di Kokrosono Semarang

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang AKP Untung mengatakan masih melakukan pemeriksaan saksi dalam kejadian tersebut. 

"Iya, saya juga mendapat informasi dari rumah sakit," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (20/7/2026).

Namun demikian, pihaknya belum bersedia membeberkan secara detail. Menurutnya, informasi tersebut masih lisan.

"Ya, tadi saya nyuruh anggota untuk mengecek memastikan dulu," katanya.

Rujito merupakan pengendara motor Honda Supra X125, yang memboncengkan dua keponakannya, Zafran Ibrahim Al Mujahid, berusia 12 tahun dan Hafizh Raihan Ali, usia 9 tahun

Baca Juga: Saksi Mata Ungkap Kronologi Kecelakaan Maut Pemotor Ayah dan 2 Siswa SD Tertabrak KA di Kokrosono Semarang, Sempat Diteriaki Warga

Nahas, mereka bertiga tertabrak Kereta Api Barang Peti Kemas, saat melintas di perlintasan doble track Kokrosono. Tiga korban, semuanya mengalami luka parah bagian kepala.

"Kalau saya lihat memang parah semua. Memang ketika dibawa ke rumah sakit masih dalam keadaan masih bernafas. Malah saya pikir korban yang Pakdenya (Rujito) malah masih melek," katanya. 

Diduga, Rujito nekat menerobos perlintasan yang sudah tertutup lantaran kereta tersebut akan melintas.

Tertabraknya motor yang dikendarainya, Rujito dan dua keponakannya terpental beberapa meter dari perlintasan bersama motornya.

Tiga korban ini mengalami luka parah bagian kepala dan semuanya dilarikan ke RSUP dr Kariadi Semarang guna mendapat perawatan medis.

Informasi yang diperoleh, korban dimakamkan di TPU Boom Lama, Semarang Utara, Senin (20/7/2026) sekitar pukul 14.00.

Suasana duka juga menyelimuti keluarga korban. Terlihat depan rumah korban terpasang tenda warna hijau, yang digunakan berkumpul warga untuk takziah.

Selain warga, juga terdapat bocah-bocah yang mengenakan seragam sekolah SMP.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut Pemotor Ayah dan 2 Siswa SD Tertabrak KA di Kokrosono Semarang

Ketua RT setempat, Tri Priyanto juga menyebut korban Rujito meninggal sesaat menjalani perawatan di RSUP dr Kariadi Semarang sekitaran pukul 12.30. Namun, saat itu masih berada di rumah sakit.

"Korban meninggal jadinya dua orang, apakah Rujito dan keponakannya (Hafizh Raihan Ali) Memang pas kecelakaan itu kondisinya kritis," katanya.

Disisi lain, korban selmat dikabarkan masih menjalani perawatan medis di RSUP dr Kariadi Semarang. Namun kondisinya sudah sadar. 

"Kondisi masih dalam penanganan di rumah sakit. Kabarnya, sudah dalam kondisi sadar, sudah bisa diajak komunikasi. Tinggal nunggu Rontgen," ujarnnya.

Tempat tinggal Rujito bersebelahan dengan rumah keponakannya.

"Jadi dua anak SD yang diboncengkan Rujito itu semuanya keponakannya. Kadang orangtuanya yang mengantar. Kebetulan hari ini orangtuanya ada kegiatan, jadi diantar sama Pakdenya," pungkasnya. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
Korban meninggal Kokrosono Rujito meninggal perlintasan kereta Kokrosono RSUP dr Kariadi Semarang Kecelakaan Kereta Semarang