Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ferry Irwandi Bagikan Rahasia Storytelling yang Mampu Menggerakkan Banyak Orang

Khafifah Arini Putri • Rabu, 15 Juli 2026 | 19:08 WIB
Konten Kreator Ferry Irwandi mengajak generasi muda menguasai seni bercerita di era AI di Dies Natalis ke-45 UPGRIS, Rabu (15/7)
Konten Kreator Ferry Irwandi mengajak generasi muda menguasai seni bercerita di era AI di Dies Natalis ke-45 UPGRIS, Rabu (15/7)

 

RADARSEMARANG.ID - Kemampuan bercerita atau storytelling menjadi bekal penting bagi generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital.

Konten kreator sekaligus aktivis Ferry Irwandi mengajak mahasiswa untuk menyampaikan pesan agar lebih bermakna.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam talkshow Dies Natalis ke-45 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) di Gedung Pusat UPGRIS, Rabu (15/7). Kegiatan itu diikuti ratusan mahasiswa, dosen, hingga pelajar SMK di Kota Semarang. 

Menurut Ferry, informasi yang disampaikan dalam bentuk cerita lebih mudah dipahami sekaligus menggugah emosi audiens. Karena itu, storytelling menjadi kekuatan yang belum bisa digantikan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI). 

Ia mencontohkan, ketika ada bencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada November 2025 lalu. Semua pasang mata tertuju pada mereka. Sebab penanganan pemerintah yang dirasa masyarakat kurang maksimal. Kondisi ini terlihat dari perbaikan yang diprioritaskan bukanlah rumah warga atau layanan pendidikan. Namun justru gencar dibangun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Masyarakat mengetahui kondisi itu dari story telling dan penggambaran video yang dibagikan orang-orang di sosial media.

"Itulah kenapa storytelling jadi penting sekali, karena ada rasa di situ, ada nuansa di situ. Ada makna di situ yang membuat informasi itu didapat dengan lebih baik," ujarnya.

Ia menilai AI memang mampu menyusun cerita. Namun, pola yang dihasilkan masih cenderung seragam. Sementara manusia memiliki pengalaman, sudut pandang, dan emosi yang membuat cerita menjadi lebih hidup.

Ferry juga mengingatkan, kemampuan bercerita harus diimbangi dengan kualitas isi pesan. Menurutnya, penyampaian yang menarik tidak akan berarti jika substansi yang dibawa lemah.

Selain itu, ia mengajak peserta memahami karakter audiens sebelum berbicara atau membuat konten. Pilihan bahasa, sudut pandang, hingga cara penyampaian harus disesuaikan dengan siapa pesan itu ditujukan.

"Pertama kita harus memahami dulu. Kita harus mapping dulu target audience kita siapa. Karena itu sangat penting banget," ungkapnya.

Ferry juga berpesan agar generasi muda tidak takut memulai. Menurutnya, kemampuan berbicara maupun storytelling bukan semata-mata bakat, melainkan hasil dari latihan yang dilakukan secara konsisten.

"Jangan pernah merasa, gua enggak ada bakat storytelling nih atau gua enggak ada bakat speaking nih. Tapi itu semua bisa dilatih," tegasnya.

Sementara UPGRIS Sapto Budoyo mengatakan melalui seminar ini kampus ingin membekali generasi muda agar mampu mengomunikasikan gagasan, membangun narasi, serta menghadirkan dampak positif bagi masyarakat di era digital. 

"Tema Dies tahun ini adalah UPGRIS memberi makna sehingga apa yang dilakukan, tridarma perguruan tinggi termasuk malah caturdarma peneladanan,” ujarnya.

Pihaknya berharap para generasi muda mampu mengomunikasikan gagasan dan membangun narasi yang membawa perubahan positif. 

“Tujuannya bagaimana untuk memberikan bekal kepada generasi muda untuk mampu mengkomunikasikan gagasan, membangun narasi, mempengaruhi perubahan dan menghadirkan dampak positif bagi masyarakat di era digital ini,” jelasnya. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
Storytelling KONTEN KREATOR ferry irwandi generasi muda upgris