RADARSEMARANG.ID, Senator Amerika Serikat Lindsey Graham, salah satu figur senior Partai Republik yang dikenal dekat dengan Israel dan Presiden Donald Trump, meninggal dunia pada usia 71 tahun setelah mengalami kondisi kesehatan mendadak.
Kabar duka ini diumumkan oleh kantornya pada Minggu (12/7/2026), menyebut sang senator asal Carolina Selatan itu meninggal akibat penyakit singkat dan tiba-tiba.
Menurut pemeriksaan awal, penyebab kematiannya adalah diseksi aorta akibat penyakit kardiovaskular. Keluarga dan kantor Graham meminta privasi serta mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan yang diterima.
Baca Juga: Diduga Menghukum Siswa Terlambat Masuk 3 Menit, Guru BK Kena Sentil Senator Bali Arya Wedakarna
Perjalanan Karier Politik
Graham telah menjabat sebagai Senator sejak tahun 2003 setelah sebelumnya menjadi anggota DPR AS sejak 1995.
Sebagai pengacara militer di Angkatan Udara AS, ia dikenal sebagai tokoh berpengaruh di bidang keamanan nasional, kebijakan luar negeri, pertahanan, dan urusan kehakiman.
Ia pernah memimpin Komite Kehakiman Senat dan aktif dalam berbagai isu strategis penting.
Hubungan dengan Donald Trump
Hubungan Graham dengan Trump sempat tegang pada awal kampanye presiden 2016, di mana ia menjadi kritikus vokal. Namun, setelah Trump terpilih, Graham berubah menjadi salah satu sekutu paling setia Trump di Kongres, meski sesekali masih menyampaikan pandangan berbeda pada beberapa kebijakan.
Pendukung Kuat Israel
Graham dikenal sebagai salah satu politisi AS paling vokal mendukung Israel. Ia konsisten mendorong penguatan kerja sama pertahanan antara Washington dan Tel Aviv, termasuk dukungan terhadap pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan bantuan militer berkelanjutan.
Respons dari Israel dan Dunia InternasionalKabar meninggalnya Graham mengejutkan banyak pihak di Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebutnya sebagai "sahabat dekat" yang sangat memahami kebutuhan keamanan Israel.
Presiden Isaac Herzog, Menteri Pertahanan, dan Menteri Luar Negeri Israel juga menyampaikan belasungkawa mendalam. Selain itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan berbagai pemimpin dunia turut berduka.
Dampak terhadap Politik AS
Kepergian Graham meninggalkan kekosongan besar di Senat, khususnya bagi Partai Republik yang kehilangan salah satu suara senior di bidang luar negeri dan pertahanan.
Ia meninggalkan warisan panjang sebagai politisi konservatif yang gigih, meski kerap memicu perdebatan. Saat ini, ia sedang mencalonkan diri kembali untuk masa jabatan kelima pada pemilu mendatang. (tas)
Editor : Tasropi