RADARSEMARANG.ID, Video seorang petani yang "terbang" menggunakan drone pertanian raksasa di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sempat menjadi viral di media sosial pada awal Juli 2026.
Banyak netizen terkejut dan mengira ada petani yang rutin pulang-pergi ke kebun dengan cara unik tersebut.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda.
Berikut kronologi lengkap beserta klarifikasi resmi yang bisa diverifikasi.
Baca Juga: Pilot Drone Kian Diminati, Anak Muda Semarang Tangkap Peluang Bisnis dari Balik Kamera Drone
Awal Mula Video Viral
Video amatir berdurasi pendek beredar di TikTok dan platform lain, menunjukkan seorang pria bergelantungan menggunakan body harness yang dikaitkan pada drone besar.
Pria itu melayang di ketinggian sekitar 15 meter dari permukaan tanah dan menempuh jarak sekitar 1-1,5 km melintasi area perkebunan dan persawahan.
Baca Juga: Politeknik LPP dan BPDP Dorong Kewirausahaan Berbasis Komoditas Perkebunan Lewat Sawitpreneur
Narasi dalam video menyebutkan seolah-olah petani tersebut pulang-pergi ke kebun menggunakan drone.
Lokasi pengambilan video berada di Desa Sembungrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.
Sosok dalam video adalah Daeman (53 tahun), petani asal Jombang yang menjadi mitra kerja sekaligus kepala area perkebunan pisang Cavendish seluas sekitar 12 hektare.
Drone yang digunakan adalah jenis drone pertanian (agriculture drone), diduga modifikasi dari model seperti DJI Agras T100, dengan kapasitas angkut hingga 150 kg.
Drone ini dimodifikasi dengan melepaskan tandon air/pestisida untuk dipasangi tali dan harness agar bisa mengangkut beban.
Baca Juga: Tak Lagi Andalkan Terpal, Warga Bancak Kini Punya Tandon Air Bersih Hadapi Kekeringan
Klarifikasi Pembuat Konten
Budianto (47 tahun), Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang dan pemilik akun TikTok @mbahkaruhon, yang mengunggah video tersebut, langsung memberikan penjelasan.
Ia mengakui video itu hanya konten iseng untuk menghibur dan mendongkrak popularitas akun media sosialnya.
Menurut Budianto dan Daeman
Drone tidak digunakan untuk mengangkut manusia sebagai transportasi rutin.
Fungsi utama drone adalah membantu operasional pertanian: mengangkut bibit pisang Cavendish, pupuk, hasil panen, dan menyemprot pestisida di lahan yang sulit diakses karena berlumpur dekat pantai/tambak serta tidak ada jalan usaha tani yang memadai.
Baca Juga: Hati-hati! Ini Daftar 12 Buah dan Sayur yang Bisa Mengandung Pestisida Tinggi
Aksi terbang Daeman murni percobaan spontan untuk konten lucu-lucuan setelah konten operasional biasa kurang mendapat perhatian.
Daeman sendiri membenarkan: "Awalnya kita kan hanya konten. Itu aja sih." Ia merasa terkejut video tersebut viral.
Respons Polisi dan Permohonan Maaf
Pihak kepolisian, termasuk Polsek Kabuh (Jombang) dan Polsek Merakurak (Tuban), memanggil Budianto untuk klarifikasi.
Polisi menegaskan bahwa penggunaan drone untuk mengangkut manusia sangat berbahaya dan berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal.
Budianto dan Daeman kemudian menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, didampingi petugas polisi.
Mereka mengakui kesalahan, menghapus video dari akun media sosial, dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa.
Klarifikasi juga dilakukan untuk meluruskan kesalahpahaman bahwa kejadian tersebut di Jombang (padahal di Tuban).
Baca Juga: Jalan Tol Demak-Tuban Bakal Dibangun, Ini Daerah yang Dilewati
Kasi Humas Polres Tuban dan Kapolsek Kabuh menyatakan kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan karena pihak pembuat konten menunjukkan itikad baik.
Respons Menteri Pertanian
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman merespons positif inovasi drone di pertanian, menyebutnya sebagai bentuk kreativitas. Namun, ia menekankan penggunaan sesuai peruntukan keselamatan.
Video ini membuktikan betapa cepatnya teknologi drone pertanian meresap ke kalangan petani modern di Indonesia, terutama untuk mengatasi medan sulit.
Namun, mengangkut manusia dengan drone bukanlah praktik yang aman atau direkomendasikan. Kronologi ini menunjukkan pentingnya verifikasi fakta sebelum menyebarkan konten viral.
Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi pembuat konten untuk selalu mengutamakan keselamatan dan kebenaran informasi. (tas)
Editor : Tasropi