RADARSEMARANG.ID, — Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, secara terbuka memperingati Hari Asyura dengan pesan penghormatan mendalam kepada Imam Hussein bin Ali. Ia mengenang pengorbanan heroik sang Imam di Karbala sebagai inspirasi utama dalam kepemimpinannya melawan ketidakadilan di kota metropolis tersebut.
Dalam pernyataan yang dibagikan melalui media sosial, Mamdani yang merupakan muslim Syiah Twelver dan keturunan India-Uganda ini menyatakan bahwa nilai-nilai keadilan, keberanian, serta ketahanan Imam Hussein terus menginspirasi perjuangannya melawan penindasan di New York City.
Ia menghadiri langsung majelis duka Asyura bersama komunitas Muslim Syiah, termasuk kelompok Shia Racial Justice Coalition.
"Foto-foto yang beredar menunjukkan Wali Kota Mamdani duduk bersama jemaah, mendengarkan lantunan elegi Karbala dalam suasana penuh khidmat," tulis beberapa media yang meliput acara tersebut.
Inspirasi Kepemimpinan dari Karbala
Mamdani menegaskan bahwa Imam Hussein (AS) adalah teladannya. Ia menyoroti bagaimana sang cucu Nabi Muhammad SAW itu rela mengorbankan nyawa demi membela kebenaran meski hanya bersama 72 pengikut setia melawan pasukan yang jauh lebih besar.
Menurutnya, kekuatan New York City justru terletak pada keragaman tradisi iman dan komitmen bersama untuk menentang segala bentuk ketidakadilan serta penindasan.
Sebagai wali kota termuda dalam lebih dari satu abad dan yang pertama beragama Muslim, kehadiran Mamdani di majelis Asyura menuai apresiasi dari komunitas Muslim Syiah di New York.
Banyak yang melihatnya sebagai simbol inklusivitas dan pengakuan terhadap nilai-nilai universal Islam di tengah masyarakat multikultural Amerika.
Acara peringatan Asyura tahun ini berlangsung di tengah dinamika politik kota yang sibuk, namun Mamdani tetap meluangkan waktu untuk bergabung dengan umat dalam mengenang peristiwa bersejarah yang terjadi lebih dari 1.300 tahun lalu di padang Karbala, Irak.
Pesan Wali Kota ini pun cepat menjadi perbincangan hangat, menunjukkan bagaimana seorang pemimpin kota besar mampu menjembatani nilai-nilai spiritual kuno dengan tantangan keadilan sosial kontemporer di salah satu pusat dunia yang paling dinamis. (tas)