RADARSEMARANG.ID, Presiden Republik Islam Iran, Masoud Pezeshkian, menghadiri langsung upacara peringatan duka malam Asyura di Masjid Hazrat Ali ibn Musa al-Ridha di kota Urmia pada Kamis malam (25/6/2026) waktu setempat.
Kehadiran Presiden Pezeshkian menjadi bagian dari rangkaian ritual nasional yang diikuti jutaan warga Iran untuk mengenang kesyahidan Imam Hussein bin Ali beserta para pengikutnya dalam Peristiwa Karbala pada tahun 680 M.
Upacara ini merupakan salah satu momen paling sakral bagi umat Muslim Syiah di Iran.
Baca Juga: Di Tengah Bayang-Bayang Konflik dengan Amerika, Iran Berjuang Menjaga Asa di Piala Dunia 2026
Dalam video yang beredar luas di media Iran, Presiden Iran itu terlihat bergabung dengan para jemaah.
Mereka mengenakan pakaian hitam dan berpartisipasi dalam prosesi berkabung tradisional, termasuk berjalan sambil saling berpegangan bahu dan melakukan sinah-zani atau matam (memukuli dada) sebagai ungkapan duka mendalam.
Baca Juga: Peringati Hari IWMD, Pekerja PT SCI Gelar Aksi Berkabung di Alun-Alun Salatiga
Tradisi Keagamaan yang Digelar
Upacara malam Asyura di Urmia diwarnai beberapa tradisi penting:
-
Prosesi Berkabung: Ribuan jemaah memadati masjid dan lokasi keagamaan untuk mendengarkan lantunan elegi (marsiyah) yang menceritakan tragedi Karbala.
-
Pembagian Nazar (Nazri): Para dermawan membagikan makanan dan minuman secara gratis kepada peziarah dan masyarakat umum sebagai bentuk sedekah dan nazar.
-
Simbolisme Historis: Para peserta mengenang pengorbanan Imam Hussein dan 72 sahabatnya melalui nyanyian duka dan gerakan ritual yang sarat makna.
Kehadiran Pezeshkian di Urmia menunjukkan komitmennya untuk turut serta dalam acara keagamaan nasional, sekaligus memperkuat ikatan dengan masyarakat di wilayah Azerbaijan Barat yang mayoritas penduduknya beretnis Azeri.
Peringatan Asyura tahun ini berlangsung di tengah situasi regional yang kompleks, namun tetap menjadi momentum persatuan nasional bagi rakyat Iran dalam mengenang nilai-nilai pengorbanan, keadilan, dan keteguhan iman.
Acara serupa juga dilaporkan berlangsung di berbagai kota besar Iran, termasuk Teheran dan Tabriz, dengan partisipasi pejabat tinggi lainnya.(tas)