Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Harga Pertamax Naik, Pertalite Diserbu Jelang Libur Sekolah

Khafifah Arini Putri • Senin, 22 Juni 2026 | 13:09 WIB
Antrean BBM Pertalite mengular di SPBU Veteran Kota Semarang.
Antrean BBM Pertalite mengular di SPBU Veteran Kota Semarang.

RADARSEMARANG.ID - Kenaikan harga Pertamax hingga menyentuh Rp 16.250 per liter memicu gelombang perpindahan konsumen ke Pertalite. Di tengah lonjakan minat masyarakat terhadap BBM subsidi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah terpaksa menebalkan stok Pertalite hingga 18 persen menjelang musim libur sekolah.

Langkah antisipasi dilakukan untuk menghadapi potensi membludaknya konsumsi BBM selama periode libur sekolah pada 22 Juni hingga 3 Juli 2026. Seluruh SPBU di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapat tambahan pasokan guna mencegah terjadinya kelangkaan maupun antrean panjang.

Area Manager Commrel and CSR Pertamina Patra Niaga Jateng-DIY, Taufiq Kurniawan, mengungkapkan bahwa Jawa Tengah dan DIY menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan saat musim liburan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan konsumsi BBM, khususnya Pertalite yang kini menjadi pilihan utama masyarakat setelah harga Pertamax melonjak tajam.

Baca Juga: Kalender Jawa Juli 2026 Sudah Tersedia: Daftar Weton, Neptu, dan Hari Baik yang Masih Jadi Pedoman Masyarakat Jawa

"Jateng dan DIY merupakan daerah tujuan wisata yang selalu mengalami peningkatan mobilitas masyarakat saat libur sekolah. Karena itu kami memperkuat stok BBM agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," ujarnya, Minggu (21/6).

Berdasarkan catatan Pertamina, pada periode libur sekolah tahun lalu konsumsi Pertalite naik 1,4 persen di Jawa Tengah dan melonjak hingga 7 persen di DIY. Tahun ini kenaikan diperkirakan lebih tinggi seiring semakin banyak pengguna Pertamax yang beralih ke Pertalite.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Pertamina menambah stok harian Pertalite sebesar 10 hingga 18 persen di SPBU yang berada di jalur wisata maupun kawasan dengan tingkat kunjungan tinggi.

"Kita pertebal stok di SPBU antara 10 sampai 18 persen setiap hari, disesuaikan dengan prediksi konsumsi dan evaluasi harian bersama pengelola SPBU," kata Taufiq.

Baca Juga: Bursa Transfer Super League 2026/2027, Masa Depan Riko Simanjuntak Usai Tinggalkan Persija Jakarta

Tak hanya menambah pasokan, Pertamina juga menyiapkan berbagai strategi untuk mengurai kepadatan di SPBU. Mulai dari pengaturan distribusi BBM pada dini hari, penambahan petugas marshaling di lokasi rawan antrean, hingga penyediaan air minum gratis bagi pengendara yang mengantre.

Di sisi lain, dampak kenaikan harga Pertamax mulai dirasakan masyarakat. Salah satunya Yanto, warga Semarang, yang mengaku langsung beralih ke Pertalite karena harga Pertamax dinilai terlalu mahal.

"Langsung pindah ke Pertalite. Harga Pertamax sekarang terlalu mahal buat saya," ujarnya.

Mengantisipasi antrean panjang selama musim liburan, Yanto bahkan memilih mengisi penuh tangki kendaraannya sebelum berangkat bepergian.

"Kalau liburan dan perjalanan jauh sekarang saya isi full tank dari awal. Takut nanti antre panjang di SPBU," katanya.

Pertamina memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian terus dilakukan agar distribusi BBM tetap lancar selama masa libur sekolah serta tidak menimbulkan kemacetan di sekitar SPBU. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
#Pertamax naik #Pertamina Jateng DIY #libur sekolah 2026 #harga bbm #pertalite