RADARSEMARANG.ID, Semarang - Presiden RI, Prabowo Subianto secara langsung meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi Senin, 12 Januari 2026 lalu. Di Jawa Tengah, sudah ada sebanyak 14 Sekolah Rakyat tersebar di 12 Kabupaten/Kota. Seperti di Pati, Banyumas, Temanggung, Wonosobo, Sragen, Jepara, Kota Semarang, Kabupaten Magelang, Surakarta, Banjarnegara, Kebumen, dan Blora.
Sekolah Rakyat itu merupakan sekolah rakyat rintisan yang sudah beroperasi sejak Juli, Agustus, dan September 2025. Tercatat, 14 Sekolah Rakyat ini memiliki 1.275 anak didik dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA). Dengan sebanyak 1.275 anak diasramakan.
Keberadaan sekolah rakyat benar-benar membantu anak-anak kurang mampu. Mimpi mereka untuk terus mendapatkan Pendidikan layak bisa terwujud. Sehingga mereka bisa mewujudkan mimpi-mimpi untuk masa depan yang lebih baik. Masa depan yang lebih layak dan bisa ikut berkontribusi dalam membangun bangsa – negara.
“Sekolah Rakyat sangat membantu, karena saya bisa meringankan beban ayah. Ayah punya tiga anak, aku sudah mulai dewasa. Itu kan banyak biaya,” kata Paris Erin Najma, seorang siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Surakarta.
Ia senang bisa masuk dan menjadi bagian dari sekolah rakyat. Sebagai orang desa, tentu bukan hal mudah untuk mendapatkan Pendidikan bagus. Apalagi dengan asrama dan komplit semua difasilitasi. Bersekolah di SRMA 17 Surakarta membuatnya bisa meringankan beban ekonomi keluarganya.
Ayahnya, driver ojek online dengan penghasilan tidak pasti. Sementara masih ada saudaranya yang jugfa membutuhkan biaya Pendidikan. “Di sini, saya tidak perlu memikirkan biaya melanjutkan pendidikannya. Senang rasanya,” ungkap Paris.
Kepala SRMA 17 Surakarta Septhina Shinta Sari mengatakan, di sekolahnya terdapat 200 siswa, terdiri atas 117 orang putra, dan 83 putri. Untuk guru ada 20 orang, dengan tenaga pendidik 12 orang. Di sekolah, siswa mengikuti berbagai kegiatan seperti kegiatan belajar, beribadah, kebersihan, makan, dan lainnya, dari pagi hingga malam hari. Beragam fasilitas pun disediakan, seperti kelas, perpustakaan, laboratorium, masjid, lapangan, dan lainnya.
“Anak-anak tidak dipungut biaya sama sekali. Jadi mulai seragam yang dikirim dari pemerintah pusat, makan disediakan, asrama. Jadi tidak ada pungutan atau harus membayar,” ujarnya.
Sekolah rakyat juga sudah dirasakan warga Temanggung. Tahun ini, sebanyak 60 siswa asal Kabupaten Temanggung mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Wonosobo. Kebijakan tersebut diambil karena pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Temanggung belum dimulai.
“Tahun ini ada dua rombel, masing-masing 30 siswa, jadi total 60 siswa,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Temanggung, Umi Lestari Nurjanah.
Pemerintah pusat mengirimkan sekitar 42 ribu data calon siswa di wilayah Temanggung Yang masuk kategori sasaran program. Data tersebut kemudian dicek ulang melalui proses ground check oleh pemerintah daerah. “Data dari pusat ada sekitar 42 ribu, kemudian kita lakukan ground check dan verifikasi untuk menentukan sasaran yang sesuai,” jelasnya.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Tengah Imam Maskur mengatakan program yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto itu ditujukan untuk memperluas akses pendidikan. Terutama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan. Saat ini Jawa Tengah telah memiliki 14 Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di berbagai daerah. Sekolah itu mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. “Di Jawa Tengah ini sementara yang baru ada rintisan ada di 14 titik, mulai SD, SMP maupun SMA,” ujar Imam.
Dari 14 Sekolah Rakyat Rintisan itu, sudah ada 11 titik yang mulai pembangunan gedung secara permanen. Kini sudah berjalan di beberapa daerah seperti Kota Semarang, Pati, Rembang, Brebes, Sragen, Sukoharjo, hingga Kebumen. Bahkan progres pembangunan di Kota Semarang disebut telah melampaui 35 persen. Nantinya, satu kompleks Sekolah Rakyat diproyeksikan mampu menampung sekitar 1.000 siswa dari berbagai jenjang pendidikan.
"Ada 11 titik sekolah rakyat yang saat ini mulai bangun. Tapi dari 11 titik ini ada yang sudah ada sekolah rintisan tapi tanahnya belum lolos,” katanya.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan program Sekolah Rakyat merupakan salah satu bukti komitmen pemerintah dalam memutus lingkaran kemiskinan antargenerasi. “Salah satu upaya kita untuk memutus rantai kemiskinan absolut adalah kita membentuk sekolah rakyat. Anak-anak yang miskin, kalau orang tuanya miskin, mereka tidak perlu untuk terus miskin. Ini yang kita telah upayakan dan ini sedang kita kerjakan sekarang,” ujar Presiden Prabowo Subianto. (Miftah)
Editor : Miftahul A’la