RADARSEMARANG.ID, Semarang – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang, berencana melakukan revitalisasi delapan pasar tradisional yang saat ini dianggap kurang maksimal.
Namun sebelum revitalisasi dilakukan, DPRD Kota Semarang meminta ada kejian yang mendalam, agar pasar tetap nyaman digunakan untuk aktivitas jual beli pedagang ataupun pembeli.
Menurut informasi yang ada, delapan pasar ini adalah Pasar Tanah Mas, Pasar Gedawang, Pasar Banjardowo, Pasar Meteseh, Pasar Pledikan Waru, Pasar Hujan Riris, Pasar Banyumanik, dan Pasar Suryokusumo yang akan direvitalisasi pada tahun 2027 mendatang.
“Kita sudah melakukan tinjuan ke beberapa pasar, dari dinas akan mengajukan peningkatan pasar dalam rangka untuk meningkatkan PAD dari sisi retribusi,” kata Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang, Mararas Apuwara kepada Jawa Pos Radar Semrang, Jumat (19/6).
Mararas menjelaskan, terkeit revitaliasi perlu ada pembahasan lebih dalam dan detail. Apalagi revitalisasi pasar itu bukan lah hal yang simple dan asal jadi. Perlu pendalaman kajian, situasi, geografis dan kebiasaan dari lingkungan pasar.
“Harus ada kajian yang mendalam, jangan hanya asal bangun dan langsung jadi. Jadi harus disesuaikan dengan kondisi sekitarnya,” ujarnya.
Dengan adanya kajian yang mendalam ini, diharapkan pembangunan pasar bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat ataupun peningkatan PAD. Dia mewanti-wanti anggaran yang besar, jangan sampai membuat pasar malah sepi dan ditinggalkan.
Selain itu, perlu juga digaris bawahi bahwa revitalisasi pasar harus mempertimbangkan keuangan daerah dan urgensi yang ada.
“Jangan sampai anggaran besar di gelontorkan, tapi tidak malah membuat pasar makin rame dan hidup malah jadi sepi ini kan eman-eman,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Disdag Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva menerangkan jika pasar tradisional tidak boleh mati karena menjadi salah satu roda perekonomian disetiap daerah. Kebersihan, kenyamanan di pasar harus diutamakan sehingga aktivitas jual beli bisa berjalan lancar.
Moy sapaannya menjelaskan, beberapa pasar tradisional saat ini terkesan kumuh dan semrawut namun tetap ramai. Misalnya di Pasar Banget Ayu, pihaknya akan menata kawasan tersebut dengan melakukan revitalisasi.
“Anggaran kita siapkan tahun 2027, tapi kita akan libatkan pedagang mau mereka seperti apa. Nah desain pasar yang mereka mau seperti apa, nanti kita akan aplikasikan,” katanya belum lama ini. (den)
Editor : Baskoro Septiadi