Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Perbaikan Gombel Lama Semarang Dikebut, Target Akhir Agustus-September Bisa Digunakan

Khafifah Arini Putri • Senin, 15 Juni 2026 | 19:32 WIB
Pembatas jalan sudah terpasang di daerah Gombel, Kota Semarang.
Pembatas jalan sudah terpasang di daerah Gombel, Kota Semarang.

 

RADARSEMARANG.ID - Perbaikan Jalan Gombel Lama yang ditutup total sejak 20 April 2026 terus dikebut. Kini progres pengerjaannya mencapai 39,72 persen. 

Target rampung yang semula tujuh bulan dipercepat menjadi empat bulan. Jalan diproyeksikan bisa dinikmati pengguna jalan pada Agustus hingga awal September 2026 mendatang.

"Jadi realisasinya itu sudah 39,72 persen dari rencana kita kan 17,7 persen. Memang kita lakukan percepatan-percepatan, kita berupayalah biar pekerjaan ini segera bisa dinikmati pengguna jalan, biar masa penutupannya juga tidak terlalu lama," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Provinsi Jawa Tengah BBPJN Jateng-DIY Alfan Noor Rizal saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang.

Baca Juga: Gombel Lama Ditutup, Gombel Baru Padat Merayap, Jalur Tembus Undip–Jangli Jadi Solusi Cepat

Saat ini pekerjaan Jalan Gombel Lama yang memakan anggaran Rp 17, miliar itu difokuskan pada penataan struktur tanah, drainase, trotoar, serta pembangunan dinding penahan tanah.

Setelah beberapa titik memungkinkan, pekerjaan pengaspalan akan mulai dilakukan secara bertahap.

Menurut Alfan, percepatan dilakukan dengan menambah tenaga kerja dan mengoptimalkan alat berat sesuai kebutuhan pekerjaan di lapangan.

Jumlah pekerja disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang sedang berlangsung.

"Timnya kita tambah untuk percepatan," imbuhnya.

Ia menjelaskan, penambahan pekerja tidak dilakukan secara tetap. Saat pekerjaan drainase membutuhkan banyak tenaga, jumlah pekerja bisa bertambah hingga dua sampai tiga kali lipat.

Sementara pekerjaan struktur memiliki keterbatasan ruang. Karena itu penambahan personel harus disesuaikan kondisi lapangan.

Percepatan tersebut diharapkan mampu memangkas durasi pengerjaan, dari target awal tujuh bulan menjadi sekitar empat bulan.

"Kalau kemarin kita sampaikan tujuh bulan, terus sempat kita pakai planning yang empat bulan, mudah-mudahan di empat bulan itu (selesai) kalau kita bisa percepat," ungkapnya.

Baca Juga: Gombel Lama Semarang Ditutup, Pengguna Jalan Berangkat Lebih Pagi hingga Pilih Jalan Memutar

Jika target tersebut tercapai, Jalan Gombel Lama diperkirakan dapat kembali digunakan sekitar Agustus hingga awal September mendatang.

"Iya InsyaaAllah Agustus sampai awal September (bisa digunakan)," bebernya.

Salah satu pekerjaan utama yang sudah selesai ialah pemasangan 31 bore pile untuk memperkuat area longsoran terbesar di dekat kawasan Sendang Pengantin.

Bore pile itu memiliki kedalaman hingga 28 meter dan berfungsi sebagai pondasi dinding penahan tanah.

Tinggi dinding yang dibangun nantinya bervariasi antara dua hingga lima meter.

"Ada 31 titik, kemarin kita kebut bore pile Alhamdulillah sudah selesai, tinggal struktur dinding penahannya," akunya.

Alfan menyebut di tengah pengerjaan, tim proyek menemukan aliran air tanah cukup besar di kawasan Sendang Pengantin.

Temuan tersebut justru membantu proses penanganan, karena arah aliran air dapat diketahui dan langsung dibuatkan saluran pembuangan.

Selain itu, cuaca menjadi kendala utama selama tahap awal proyek. Hujan yang turun hampir setiap hari pada awal pekerjaan sempat menghambat aktivitas konstruksi. Namun kondisi cuaca yang kini lebih cerah membuat percepatan pekerjaan bisa dilakukan lebih optimal.

Baca Juga: Siap-siap Macet, Jalan Gombel Lama Semarang Ditutup 7 Bulan, Begini Pengalihan Arus Lalu Lintasnya

"Hujan itu yang jadi kendala, kalau hujan nggak bisa kerja. Jadi saat ini cuaca sudah mendukung, mulai panas kita kebut," ujarnya.

Selama pengerjaan Jalan Gombel Lama, muncul keluhan dari warga yang rumahnya mengalami keretakan.

Alfan pun memastikan hingga kini belum ditemukan langsung hubungan antara pemasangan bore pile dengan keretakan rumah warga. 

Menurutnya, sebelum proyek dimulai pihaknya telah melakukan pemetaan kondisi rumah-rumah di sekitar lokasi, termasuk dokumentasi awal bangunan.

"Kemarin saya sudah terinfo masalah itu (keretakan rumah). Kami cek lokasi posisi rumah yang retak itu tidak berada di posisi titik bor kami. Jadi kami sebelum mulai pekerjaan, kami mapping semua, foto semua rumah-rumah di sekitar," tegasnya.

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pemantauan secara berkala. Pada beberapa retakan dipasang alat monitoring sederhana untuk mengetahui apakah masih terjadi pergerakan struktur tanah.

"Kami tetap melakukan monitoring, kita pasang alat seperti kaca begitu di retakan-retakan (tanah). Jika ada pergerakan kita akan kaji ulang," tambahnya.

Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk aktivitas pembangunan lain di sekitar kawasan tersebut.

Namun berdasarkan hasil kajian sementara, belum ditemukan pergerakan tanah signifikan yang berkaitan langsung dengan pekerjaan perbaikan jalan.

BBPJN juga menepis anggapan masyarakat yang mengaitkan amblesnya Jalan Gombel Lama dengan pembangunan kawasan Pakuwon di sekitar lokasi.

Menurut Alfan, proyek perbaikan jalan yang sedang berjalan tidak memiliki hubungan dengan pembangunan tersebut.

"Kalau pekerjaannya nggak ada hubungannya. Cuma memang kebetulan lokasinya berdampingan, jadi ya di pinggir jalan, di situ (kebetulan) ada (pengerjaan) Mal Pakuwon," tegasnya.

Sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat terdampak, BBPJN melibatkan warga sekitar sebagai pekerja harian pada pekerjaan tertentu yang tidak membutuhkan keahlian khusus.

Selain itu, kebutuhan konsumsi pekerja proyek juga melibatkan warung-warung di sekitar lokasi sehingga dapat membantu roda ekonomi warga tetap bergerak selama masa penutupan jalan.

"Bentuk kompensasi itu kita kan tidak ada pembebasan lahan atau apapun yang tidak ada dasarnya kalau (diberikan) kompensasi. Jadi kemarin kita pakai, kita libarkan (warga) sebagai pekerja harian. Jadi ada beberapa orang (ikut bekerja), tapi nanti pengelolaannya sama-sama dikelola dengan Pemdes setempat yakni kelurahan dan RT, RW," tandasnya. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
#jalan gombel lama #kondisi cuaca #bbpjn