RADARSEMARANG.ID, Jakarta - Langkah Gary Bencheghib, Sam Bencheghib, dan Kelly Bencheghib, akhirnya terhenti setelah melintasi rute lari sejauh 1.200 kilometer dari Bali ke Jakarta.
Perjalanan panjang itu mereka lakukan untuk mengampanyekan penyelamatan sungai Indonesia dari ancaman sampah plastik.
Peluh, lecet di kaki, panas jalanan, hingga hujan badai yang menemani perjalanan selama hampir dua bulan, seolah lunas terbayar ketika garis finish “Run for Rivers” benar-benar mereka capai di jantung ibu kota negeri ini.
Baca Juga: Run for Rivers Membekas di Hati Warga Jawa Tengah
Selama perjalanan dari Bali menuju Jakarta, Gary, Sam, dan Kelly menemukan banyak persoalan lingkungan. Mereka melihat sungai-sungai di sejumlah kota di pantura Jawa, dipenuhi sampah plastik rumah tangga.
Ketiganya juga kerap melihat kebiasaan membakar sampah di permukiman warga, hingga minimnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga aliran sungai.
“Namun di tengah kondisi tersebut, kami juga menemukan harapan. Dukungan masyarakat dan pemerintah daerah terus mengalir di hampir setiap kota yang mereka singgahi, terutama di Jawa Tengah,” ucap Gary.
Di kawasan Monas, Gary, Sam, dan Kelly disambut antusias sejumlah relawan, komunitas pelari, dan pegiat lingkungan. Hadir secara kusus menyambut Gary, Sam, dan Kelly adalah Dirut Jawa Pos Koran Leak Kustiya, Direktur Radar Semarang sekaligus Direktur Radar Kudus, Baehaqi. GM Radar Semarang, Iskandar dan GM Radar Kudus, Zaenal Abidin juga turut menyambut para founder Sungai Watch itu di garis finish.
Baca Juga: Tiga Bersaudara Asal Prancis Gary, Sam dan Kelly Pungkasi Run for Rivers di Monas Jakarta
Baehaqi satu-satunya sosok direktur di jaringan Jawa Pos Radar Group yang paling antusias mengikuti kegiatan Run For Rivers. Ia bahkan tak sungkan turun ke sungai bersama Gary, Sam, dan Kelly, membersihkan sampah-sampah di sungai yang menjadi lokasi titik pembersihan sungai.
Bersama Sungai Watch—lembaga nonpemerintah untuk misi penyelamatan lingkungan bentukan Gary, Sam, dan Kelly—Baehaqi juga antusias mengenalkan dan menjadi jembatan ketiganya untuk bertemu sejumlah kepala daerah yang dilintasi “Run For Rivers”.
Direktur Radar Semarang, Baehaqi mengatakan, perjalanan yang dilakukan Sungai Watch bukan sekadar aksi lari jarak jauh, melainkan gerakan moral untuk mengingatkan masyarakat tentang kondisi sungai yang semakin memprihatinkan akibat sampah plastik.
Menurutnya, semangat Gary, Sam, dan Kelly layak mendapat dukungan luas karena dilakukan dengan perjuangan yang tidak ringan.
Baca Juga: Bupati Batang dan Istri Serta Komunitas Lari Batang Runners Antusias Ramaikan Run for Rivers
“Setiap hari mereka berlari puluhan kilometer, lalu masih harus turun membersihkan sungai dan bertemu masyarakat. Saya melihat sendiri bagaimana kaki mereka lecet, tubuh kelelahan, tetapi semangatnya tidak pernah turun,” ujar Baehaqi saat mendampingi rombongan Sungai Watch dalam agenda di Pekalongan dan Semarang.
Ia mengaku mengikuti sejumlah agenda penting Sungai Watch, mulai dari pertemuan dengan bupati, wali kota, hingga saat bertemu Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Dalam setiap pertemuan itu, menurut Baehaqi, Gary dan Sam selalu menyampaikan pesan yang sama: sungai harus dijaga bersama karena menjadi sumber kehidupan masyarakat.
“Yang menarik, mereka tidak datang membawa kritik semata, tetapi membawa aksi nyata. Mereka lari, membersihkan sungai, mengedukasi masyarakat, lalu mengajak pemerintah daerah ikut bergerak bersama,” katanya.
Baca Juga: Melintasi Sungai Aji Kendal, Pelari Run for Rivers: Ini Sungai Terkumuh Sepanjang yang Kami Lintasi
Baehaqi juga menilai antusiasme masyarakat Jawa Tengah terhadap kampanye “Run for Rivers” sangat tinggi. Hal itu terlihat saat kegiatan fun run dan aksi bersih sungai di Semarang maupun Pekalongan yang diikuti ratusan relawan, komunitas pelari, pelajar, hingga aktivis lingkungan.
Selama mendampingi perjalanan Sungai Watch, Baehaqi mengaku banyak mendapat pengalaman berharga. Ia melihat langsung kondisi sejumlah sungai yang masih dipenuhi sampah plastik rumah tangga dan limbah. Namun di sisi lain, ia juga menyaksikan tumbuhnya semangat gotong royong masyarakat saat diajak turun membersihkan sungai bersama-sama.
“Kampanye seperti ini penting karena bisa mengetuk hati masyarakat. Ketika publik melihat ada orang asing yang rela berlari ribuan kilometer demi sungai di Indonesia, seharusnya kita sebagai warga negara punya kepedulian yang lebih besar terhadap lingkungan kita sendiri,” tutur Baehaqi.
Selain melakukan aksi bersih sungai, selama perjalanan Gary, Sam, dan Kelly juga aktif mengedukasi anak-anak sekolah di sejumlah kota yang mereka lintasi. Mereka mengajak generasi muda untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menjaga kebersihan lingkungan sejak dini.
Selain kampanye lingkungan, Sungai Watch juga menargetkan penggalangan dana sebesar USD 1 juta untuk memperluas pemasangan penghalang sampah di sungai-sungai Indonesia dan mengangkat satu juta kilogram sampah plastik sebelum mengalir ke laut. Kini, setelah garis finish di Monas berhasil mereka capai, ketiganya rencananya akan bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. (isk)
Editor : Baskoro Septiadi