Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Run for Rivers Membekas di Hati Warga Jawa Tengah

Iskandar • Minggu, 24 Mei 2026 | 10:15 WIB
Dirut Jawa Pos Koran, Leak Kustiya, Direktur Radar Semarang sekaligus Direktur Radar Kudus, Baehaqi. GM Radar Semarang, Iskandar dan GM Radar Kudus, Zaenal Abidin juga turut menyambut para founder Sungai Watch itu di garis finish. (Iskandar/Jawa Pos Radar Semarang)
Dirut Jawa Pos Koran, Leak Kustiya, Direktur Radar Semarang sekaligus Direktur Radar Kudus, Baehaqi. GM Radar Semarang, Iskandar dan GM Radar Kudus, Zaenal Abidin juga turut menyambut para founder Sungai Watch itu di garis finish. (Iskandar/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Jakarta - Aksi Run for Rivers dari Bali ke Jakarta yang dilakukan tiga kakak beradik asal Perancis, Gary, Sam, dan Kelly, pada Minggu (24 Mei 2026) pagi, berakhir di Kawasan Tugu Monas. 

Gary Bencheghib, Sam Bencheghib, dan Kelly Bencheghib,  akhirnya terhenti setelah melintasi rute lari sejauh 1.200 kilometer dari Bali ke Jakarta. 

Perjalanan panjang itu mereka lakukan untuk mengampanyekan penyelamatan sungai Indonesia dari ancaman sampah plastik. 

Di kawasan Monas, Gary, Sam, dan Kelly disambut antusias sejumlah relawan, komunitas pelari, dan pegiat lingkungan. Hadir secara kusus menyambut Gary, Sam, dan Kelly adalah Dirut Jawa Pos Koran, Leak Kustiya, Direktur Radar Semarang sekaligus Direktur Radar Kudus, Baehaqi. GM Radar Semarang, Iskandar dan GM Radar Kudus, Zaenal Abidin juga turut menyambut para founder Sungai Watch itu di garis finish.

Baca Juga: Di Pekalongan, Run for Rivers Berlari Sambil Bersihkan Sampah dari Jalan Mataram hingga Museum Batik

Baehaqi satu-satunya sosok direktur di jaringan Jawa Pos Radar Group yang paling antusias mengikuti kegiatan Run For Rivers. Ia bahkan tak sungkan turun ke sungai bersama Gary, Sam, dan Kelly, membersihkan sampah-sampah di sungai yang menjadi lokasi titik pembersihan sungai. 

Bersama Sungai Watch—lembaga nonpemerintah untuk misi penyelamatan lingkungan bentukan Gary, Sam, dan Kelly—Baehaqi juga antusias mengenalkan dan menjadi jembatan ketiganya  untuk bertemu sejumlah kepala daerah yang dilintasi “Run For Rivers”.

Seperti di wilayah Blora, Grobogan, Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, Kota  Pekalongan, dan Kabupaten Pekalongan. Selain menjadi jembatan bertemu para kepala daerah, Baehaqi juga kerap ikut menemani lari trio asal Perancis itu, dengan jarak lari minimal 5 kilometer. Seperti yang ia lakukan saat kegiatan Fun Run di Kota Semarang, Batang dan Pekalongan. 

Di Blora, trio Bencheghib itu sempat disambut Bupati Blora, Arif Rohman dan istri Ainia Shalichah. Bupati Arif bahkan ikut menemani lari. Sedangkan di Grobogan, mereka juga bertemu Bupati Grobogan Setyo Hadi dan Sekda Anang Armunanto. Bersama Wakil Bupati Grobogan,  Sugeng Prasetyo dan muspida setempat, Gary, Sam, dan Kelly melakukan aksi bersih-bersih sungai.

Pun di Kota Semarang, Gary, Sam, dan Kelly bertemu Wali Kota Agustina Wilujeng. Secara khusus, Wali Kota Agustina bahkan mengajak Gary, Sam, dan Kelly ikut bersih-bersih sungai tepat di Hari Jadi ke-479 Kota Semarang. Gary cs juga bertemu Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi dan muspida setempat. 

Hal yang sama terjadi di Batang, ketiganya disambut Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan dan sang istri, Faelasufa. Keduanya bahkan ikut lari sejauh 4,7 KM dari kantor Kecamatan Kandeman dan finish di kantor bupati.  Bupati Faiz malah berdonasi untuk Sungai Watch senilai USD 700.

Yang paling istimewa di Kota Pekalongan, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Sekda Pemprov Jateng Sumarno, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid dan Plt Bupati Pekalongan Sukirman ikut aksi Fun Run sejauh 4 KM bersama Gary, Sam, dan Kelly. Gubernur, sekda, dan para kepala daerah juga ikut bersih-bersih sungai. 

Sebelumnnya, secara khusus, Gubernur Ahmad Luthfi juga menerima audiensi ketiganya di ruang tamu kantor gubernur di Kota Semarang. Gubernur Luthfi bahkan menawari Gary, Sam, dan Kelly untuk berkantor di Wisma Perdamaian, guna bersama-sama menjalankan program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menuju “Jateng Bebas Sampah 2028”.

Baca Juga: Lintasi Alas Roban, Pelari Run for Rivers Disambut Jurnalis Cilik dari SMAN 1 Gringsing 

Menurut Gubernur Luthfi, gerakan Sungai Watch menjadi energi baru bagi kampanye lingkungan di Jawa Tengah. Ia menilai aksi nyata yang dilakukan Gary, Sam, dan Kelly,  mampu menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga sungai sebagai sumber kehidupan.

Direktur Radar Semarang, Baehaqi mengatakan, perjalanan yang dilakukan Sungai Watch bukan sekadar aksi lari jarak jauh, melainkan gerakan moral untuk mengingatkan masyarakat tentang kondisi sungai yang semakin memprihatinkan akibat sampah plastik. Menurutnya, semangat Gary, Sam, dan Kelly layak mendapat dukungan luas karena dilakukan dengan perjuangan yang tidak ringan.

“Setiap hari mereka berlari puluhan kilometer, lalu masih harus turun membersihkan sungai dan bertemu masyarakat. Saya melihat sendiri bagaimana kaki mereka lecet, tubuh kelelahan, tetapi semangatnya tidak pernah turun,” ujar Baehaqi saat mendampingi rombongan Sungai Watch dalam agenda di Pekalongan dan Semarang.

Ia mengaku mengikuti sejumlah agenda penting Sungai Watch, mulai dari pertemuan dengan bupati, wali kota, hingga saat bertemu Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Dalam setiap pertemuan itu, menurut Baehaqi, Gary dan Sam selalu menyampaikan pesan yang sama: sungai harus dijaga bersama karena menjadi sumber kehidupan masyarakat.
“Yang menarik, mereka tidak datang membawa kritik semata, tetapi membawa aksi nyata. Mereka lari, membersihkan sungai, mengedukasi masyarakat, lalu mengajak pemerintah daerah ikut bergerak bersama,” katanya.

Baehaqi juga menilai antusiasme masyarakat Jawa Tengah terhadap kampanye “Run for Rivers” sangat tinggi. Hal itu terlihat saat kegiatan fun run dan aksi bersih sungai di Semarang maupun Pekalongan yang diikuti ratusan relawan, komunitas pelari, pelajar, hingga aktivis lingkungan.

Menurut Baehaqi,  kehadiran gubernur dan sejumlah kepala daerah dalam kegiatan tersebut menjadi sinyal positif bahwa isu lingkungan mulai mendapat perhatian serius. Ia berharap gerakan Sungai Watch dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat agar tidak lagi membuang sampah ke sungai.

“Saya melihat ini bukan hanya soal olahraga atau konten kampanye. Ini tentang bagaimana membangun kesadaran kolektif. Gary, Sam, dan Kelly memberikan contoh bahwa perubahan harus dimulai dari aksi nyata,” ujarnya.

Selama mendampingi perjalanan Sungai Watch, Baehaqi mengaku banyak mendapat pengalaman berharga. Ia melihat langsung kondisi sejumlah sungai yang masih dipenuhi sampah plastik rumah tangga dan limbah. Namun di sisi lain, ia juga menyaksikan tumbuhnya semangat gotong royong masyarakat saat diajak turun membersihkan sungai bersama-sama.

“Kampanye seperti ini penting karena bisa mengetuk hati masyarakat. Ketika publik melihat ada orang asing yang rela berlari ribuan kilometer demi sungai di Indonesia, seharusnya kita sebagai warga negara punya kepedulian yang lebih besar terhadap lingkungan kita sendiri,” tutur Baehaqi.

Selain melakukan aksi bersih sungai, selama perjalanan Gary, Sam, dan Kelly juga aktif mengedukasi anak-anak sekolah di sejumlah kota yang mereka lintasi. Mereka mengajak generasi muda untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menjaga kebersihan lingkungan sejak dini.

Selain kampanye lingkungan, Sungai Watch juga menargetkan penggalangan dana sebesar USD 1 juta untuk memperluas pemasangan penghalang sampah di sungai-sungai Indonesia dan mengangkat satu juta kilogram sampah plastik sebelum mengalir ke laut. Kini, setelah garis finish di Monas berhasil mereka capai, ketiganya rencananya akan bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. (*)

Editor : Baskoro Septiadi
#sungai watch #run for rivers