RADARSEMARANG.ID - Aksi ultramaraton bertitel Run for Rivers dari Bali ke Jakarta yang dilakukan tiga kakak beradik asal Perancis, Gary, Sam, dan Kelly, pada Minggu (24 Mei 2026) pagi, berakhir di Kawasan Tugu Monas.
Langit Jakarta pagi itu seperti ikut menahan haru. Di bawah bayang megah Tugu Monas, Jakarta, langkah Gary Bencheghib, Sam Bencheghib, dan Kelly Bencheghib, akhirnya terhenti setelah melintasi rute lari sejauh 1.200 kilometer dari Bali ke Jakarta.
Perjalanan panjang itu mereka lakukan untuk mengampanyekan penyelamatan sungai Indonesia dari ancaman sampah plastik. Raut ketiganya memang tampak lelah.
Namun mata mereka memancarkan kebahagiaan yang sulit disembunyikan. Peluh, lecet di kaki, panas jalanan, hingga hujan badai yang menemani perjalanan selama hampir dua bulan, seolah lunas terbayar ketika garis finish “Run for Rivers” benar-benar mereka capai di jantung ibu kota negeri ini.
“Kami bersyukur sekali akhirnya sampai di sini. Ini bukan tentang kami bertiga, tapi tentang semua orang yang peduli sungai dan lingkungan,” ujar Gary yang dikenal paling kocak.
Selama perjalanan dari Bali menuju Jakarta, Gary, Sam, dan Kelly menemukan banyak persoalan lingkungan. Mereka melihat sungai-sungai di sejumlah kota di pantura Jawa, dipenuhi sampah plastik rumah tangga.
Ketiganya juga kerap melihat kebiasaan membakar sampah di permukiman warga, hingga minimnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga aliran sungai.
“Namun di tengah kondisi tersebut, kami juga menemukan harapan. Dukungan masyarakat dan pemerintah daerah terus mengalir di hampir setiap kota yang mereka singgahi, terutama di Jawa Tengah,” ucap Gary.
Di kawasan Monas, Gary, Sam, dan Kelly disambut antusias sejumlah relawan, komunitas pelari, dan pegiat lingkungan.
Hadir secara kusus menyambut Gary, Sam, dan Kelly adalah Dirut Jawa Pos Koran, Leak Kustiya Direktur Radar Semarang sekaligus Direktur Radar Kudus, Baehaqi. GM Radar Semarang, Iskandar dan GM Radar Kudus, Zaenal Abidin juga turut menyambut para founder Sungai Watch itu di garis finish. (isk)
Editor : Baskoro Septiadi