RADARSEMARANG.ID – Penyaluran bantuan sosial Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Tahap 2 hingga Kamis, 21 Mei 2026, kembali menjadi perhatian masyarakat setelah banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai melaporkan pencairan dana bantuan di berbagai daerah.
Mayoritas penerima mendapatkan nominal Rp600 ribu yang masuk melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), khususnya pengguna kartu dari Bank BNI cetakan tahun 2020 dan 2021.
Sejumlah laporan pencairan yang beredar di media sosial maupun kanal informasi bansos menunjukkan bahwa proses distribusi bantuan berjalan bertahap dan mulai menjangkau banyak wilayah di Indonesia.
Mulai dari Jakarta Timur, Sukabumi, Cirebon, Bondowoso, Magetan, Banyumas hingga Cikarang Timur, penerima bantuan mulai melakukan tarik tunai baik melalui ATM maupun agen BRILink.
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui kanal YouTube Arfan Saputra Channel, penyaluran BPNT Tahap 2 saat ini masih didominasi oleh pengguna KKS Bank BNI.
Sebagian penerima berhasil menarik dana secara penuh sebesar Rp600 ribu, namun ada pula yang menerima nominal lebih kecil karena adanya potongan biaya administrasi saat pencairan dilakukan melalui jaringan antarbank atau layanan BRILink.
Di wilayah Jakarta Timur misalnya, salah satu penerima bantuan berhasil mencairkan BPNT sebesar Rp600 ribu secara utuh tanpa potongan sedikit pun. Penarikan dilakukan sekitar pukul 11.48 WIB menggunakan KKS Bank BNI dan saldo bantuan masuk penuh ke rekening penerima.
Sementara itu di Sukabumi, pencairan BPNT juga mulai terpantau pada siang hari sekitar pukul 13.30 WIB. Penerima menggunakan KKS Bank BNI terbitan tahun 2020 dan berhasil menarik dana bantuan. Namun nominal yang diterima tercatat hanya Rp597 ribu karena adanya biaya administrasi transaksi saat pencairan dilakukan.
Laporan serupa juga datang dari wilayah Cirebon. Penerima kategori BPNT murni dilaporkan berhasil melakukan pencairan sebesar Rp600 ribu secara penuh menggunakan KKS tahun 2021.
Proses tarik tunai berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB dan menjadi salah satu bukti bahwa penyaluran bansos tahap kedua terus berjalan di berbagai daerah.
Di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, pencairan bahkan sudah berlangsung sejak pagi hari. Salah satu KPM pengguna KKS Bank BNI tahun 2020 melakukan penarikan melalui agen BRILink sekitar pukul 08.30 WIB. Karena transaksi dilakukan melalui sistem transfer antarbank, bantuan yang diterima tidak utuh dan tersisa Rp590 ribu setelah dipotong biaya administrasi.
Kondisi yang berbeda terjadi di Magetan, Jawa Timur. Penerima kategori desil 2 di wilayah tersebut dilaporkan menerima bantuan secara penuh sebesar Rp600 ribu tanpa pengurangan saldo. Penarikan dilakukan sekitar pukul 13.30 WIB dan menjadi salah satu pencairan yang cukup dinantikan masyarakat.
Penyaluran bantuan juga mulai terpantau di Banyumas, Jawa Tengah. Salah satu penerima bantuan menggunakan KKS baru dari Bank Mandiri dan berhasil mencairkan dana sebesar Rp600 ribu sekitar pukul 08.30 WIB. Menariknya, pencairan tersebut disebut menjadi bantuan ketiga yang diterima oleh KPM terkait dalam periode penyaluran bansos tahun ini.
Sementara di Cikarang Timur, pencairan bantuan diketahui melalui notifikasi aplikasi Wondr by BNI. Dana BPNT sebesar Rp600 ribu masuk ke rekening penerima sekitar pukul 09.17 WIB. Penerima diketahui merupakan kategori BPNT murni pengguna KKS Bank BNI tahun 2020.
Selain laporan yang menyebutkan wilayah secara rinci, terdapat pula sejumlah pencairan lain tanpa keterangan lokasi yang jelas. Salah satunya berasal dari kategori BPNT Lansia yang dilaporkan mulai menerima bantuan melalui KKS Bank BNI pada siang hari.
Ada pula laporan penerima bantuan yang berhasil melakukan tarik tunai sebesar Rp600 ribu tepat pukul 08.00 WIB dengan nominal diterima secara penuh tanpa adanya potongan saldo bantuan.
Namun sebagian masyarakat juga melaporkan adanya pengurangan nominal saat pencairan dilakukan melalui jaringan BRILink maupun ATM di luar bank penerbit KKS. Salah satu laporan menyebut penerima hanya memperoleh Rp590 ribu setelah transaksi dilakukan melalui sistem transfer antarbank.
Baca Juga: SKTP Mei 2026 Mulai Terbit, Guru Perlu Mengetahui Proses Pencairan TPG Sampai Dana Resmi Disalurkan
“Penarikan dana menggunakan KKS Bank BNI melalui jaringan ATM BRILink pada pukul 13.30 WIB dengan nominal akhir Rp590.000,” ulas narator melalui kanal YouTube Arfan Saputra Channel.
Fenomena nominal bantuan yang tidak genap Rp600 ribu kini menjadi salah satu pertanyaan yang cukup banyak dibahas masyarakat penerima bansos. Berdasarkan sejumlah laporan yang muncul, penyebab utama berkurangnya saldo bantuan bukan berasal dari pemotongan bansos oleh pemerintah, melainkan karena adanya biaya administrasi transaksi.
Biaya tersebut umumnya muncul ketika penerima melakukan tarik tunai melalui agen BRILink, ATM berbeda bank, maupun layanan transfer antarbank. Karena itu, sebagian KPM dianjurkan melakukan pencairan langsung melalui ATM atau jaringan bank penerbit KKS agar nominal bantuan bisa diterima secara utuh.
Penyaluran BPNT Tahap 2 sendiri menjadi salah satu bansos yang paling dinantikan masyarakat pada Mei 2026. Bantuan ini diberikan untuk membantu kebutuhan pangan keluarga penerima manfaat di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga.
Mayoritas penerima BPNT Tahap 2 memperoleh bantuan senilai Rp600 ribu yang merupakan akumulasi penyaluran untuk beberapa bulan. Dana tersebut dapat digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari seperti beras, telur, minyak goreng dan kebutuhan pangan lainnya.
Di tengah proses pencairan yang terus berlangsung, pengguna KKS Bank BNI masih terlihat mendominasi penyaluran bansos tahap kedua. Banyak laporan yang menunjukkan bahwa kartu cetakan tahun 2020 dan 2021 menjadi yang paling banyak menerima saldo bantuan terlebih dahulu.
Meski demikian, pemerintah bersama bank penyalur disebut masih terus melakukan distribusi secara bertahap kepada penerima dari bank lain seperti Bank Mandiri, BRI maupun BTN. Karena itu, masyarakat yang belum menerima bantuan diminta tetap rutin memantau saldo rekening KKS masing-masing.
Proses pencairan yang berlangsung bertahap juga membuat banyak penerima terus berburu informasi terbaru terkait bansos BPNT Mei 2026. Tidak sedikit masyarakat yang aktif mengecek saldo melalui ATM, aplikasi perbankan maupun agen penyalur untuk memastikan apakah dana bantuan sudah masuk atau belum.
Di berbagai daerah, kabar pencairan BPNT Tahap 2 bahkan menjadi perbincangan hangat di media sosial karena banyak KPM mulai membagikan bukti transaksi dan struk penarikan bantuan mereka. Hal ini membuat masyarakat lain ikut berharap segera mendapatkan pencairan dalam waktu dekat.
Selain itu, keberadaan aplikasi mobile banking seperti Wondr by BNI juga membantu penerima memantau saldo bantuan secara lebih cepat. Banyak penerima kini mengetahui pencairan bansos langsung melalui notifikasi aplikasi tanpa harus berulang kali datang ke ATM.
Meski penyaluran sudah berjalan di banyak daerah, proses distribusi bansos BPNT Tahap 2 diperkirakan masih akan terus berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
Pemerintah bersama bank penyalur terus melakukan proses penyaluran secara bertahap sesuai data penerima yang telah terverifikasi.
Masyarakat penerima bantuan juga diimbau untuk tetap berhati-hati terhadap informasi hoaks terkait pencairan bansos. KPM disarankan memastikan informasi hanya berasal dari sumber resmi maupun pendamping sosial agar tidak mudah tertipu oleh kabar yang belum jelas kebenarannya.
Dengan mulai banyaknya laporan pencairan di berbagai wilayah, BPNT Tahap 2 Mei 2026 kini menjadi harapan besar bagi jutaan keluarga penerima manfaat di Indonesia.
Bantuan sebesar Rp600 ribu yang mulai cair secara bertahap diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga daya beli keluarga penerima manfaat di tengah kondisi ekonomi saat ini. (dka)
Editor : Baskoro Septiadi