Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mau Beli Kambing Kurban untuk Idul Adha 1447 Hijriah? Perhatikan 5 Hal Penting Ini Sebelum Membeli

Deka Yusuf Afandi • Rabu, 20 Mei 2026 | 12:47 WIB
tips memilih kambing kurban yang sehat, cukup umur, bebas cacat dan sesuai syariat Islam menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah
tips memilih kambing kurban yang sehat, cukup umur, bebas cacat dan sesuai syariat Islam menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah

 

RADARSEMARANG.ID –  Menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, suasana berburu hewan kurban mulai terasa di berbagai daerah di Indonesia. Tradisi berkurban menjadi salah satu momen penting yang selalu dinantikan umat Muslim setiap tahunnya.

Tidak hanya sebagai bentuk ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT, kurban juga menjadi simbol kepedulian sosial karena daging kurban nantinya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Di Indonesia sendiri, hewan kurban yang paling banyak dipilih biasanya kambing, sapi, dan kerbau. Sementara di beberapa wilayah atau negara tertentu, unta juga menjadi pilihan hewan kurban.

Baca Juga: Jangan Berlebihan Makan Daging Sapi, Bisa Fatal, Ini Dia Efek Samping Jika Berlebihan

Dari berbagai jenis hewan tersebut, kambing masih menjadi favorit banyak masyarakat karena harganya lebih terjangkau dan praktis untuk kurban pribadi.

Namun, membeli kambing kurban tidak boleh dilakukan secara asal. Banyak masyarakat yang terkadang hanya tergiur harga murah tanpa benar-benar memperhatikan kondisi hewan.

Padahal dalam syariat Islam, hewan kurban harus memenuhi syarat tertentu agar ibadah kurban menjadi sah dan bernilai ibadah yang sempurna. Karena itu, penting bagi calon pembeli untuk memahami cara memilih kambing kurban yang sehat, cukup umur, serta bebas cacat.

Salah satu hal paling penting saat memilih kambing kurban adalah memastikan usia hewan sudah memenuhi syarat syariat. Dalam ketentuan Islam, kambing yang dijadikan hewan kurban minimal telah berusia satu tahun.

Baca Juga: Rumor Honda PCX 175 Kembali Memanaskan Persaingan Skutik Premium di Indonesia

Cara paling mudah untuk mengeceknya adalah dengan melihat kondisi gigi kambing. Kambing yang cukup umur biasanya sudah memiliki sepasang gigi seri depan permanen yang tumbuh menggantikan gigi susu.

Selain memeriksa gigi, calon pembeli juga sebaiknya bertanya langsung kepada penjual mengenai riwayat kelahiran kambing tersebut. Penjual yang terpercaya umumnya mengetahui usia hewan yang dijual dan dapat memberikan informasi dengan jelas. Langkah sederhana ini sering diabaikan, padahal sangat penting untuk memastikan ibadah kurban benar-benar sah sesuai syariat.

Tidak kalah penting, kondisi fisik hewan juga harus diperhatikan secara teliti. Kambing yang sehat biasanya memiliki mata yang jernih, cerah, dan tidak berair.

Baca Juga: Jangan Kaget! Berikut Ini Daftar Tanggal Merah Mei 2026 dan Tips Hemat agar Libur Panjang Maksimal

Area mata juga tidak dipenuhi kotoran yang menandakan adanya gangguan kesehatan. Hidung kambing sehat terlihat lembap secara alami namun tidak mengeluarkan lendir berlebihan.

Bulu kambing yang sehat umumnya tampak bersih, halus, dan tidak kusam. Hindari memilih kambing yang mengalami kerontokan bulu parah atau memiliki banyak kutu di tubuhnya. Kondisi kulit juga perlu diperiksa karena penyakit kulit pada hewan bisa menjadi tanda kesehatan yang buruk.

Selain itu, pembeli disarankan memeriksa bagian telinga dan area anus kambing. Daun telinga harus dalam kondisi baik tanpa luka serius. Sementara area anus harus terlihat bersih dan bebas dari tanda-tanda diare.

Kambing yang mengalami mencret biasanya memiliki kondisi tubuh yang kurang prima sehingga sebaiknya tidak dipilih sebagai hewan kurban.

Baca Juga: BPNT dan PKH Tahap 2 Tahun 2026 Masih Berproses, Ini Penjelasan Kemensos soal Pencairan dan Data DTSEN

Perilaku hewan juga dapat menjadi indikator kesehatan yang mudah dikenali. Kambing yang sehat biasanya aktif bergerak, responsif terhadap lingkungan sekitar, serta memiliki nafsu makan yang baik. Hewan akan tampak lincah dan mampu berdiri tegak dengan normal.

Sebaliknya, hindari memilih kambing yang terlihat lemas, lebih sering diam, atau terus menundukkan kepala. Hewan yang menyendiri dan tidak responsif sering kali sedang mengalami gangguan kesehatan. Meskipun secara fisik terlihat cukup besar, kondisi tersebut patut diwaspadai agar tidak salah memilih hewan kurban.

Dalam syariat Islam, hewan kurban juga tidak boleh memiliki cacat fisik yang jelas. Karena itu, calon pembeli harus memeriksa kondisi kaki kambing dengan teliti.

Jangan memilih kambing yang pincang atau memiliki kaki cacat sehingga tidak dapat berjalan normal. Kondisi tersebut dapat mengurangi kesempurnaan hewan kurban.

Baca Juga: Bantuan Pangan Beras Mei 2026 resmi disalurkan pemerintah. Simak cara cek nama penerima, jadwal pembagian beras 10 kg, syarat pengambilan dan status pencairan terbaru. Pemerintah m

Kondisi tubuh kambing juga harus diperhatikan. Hindari kambing yang terlalu kurus dengan tulang punggung tampak menonjol tajam. Kambing yang terlalu kurus biasanya menunjukkan kurangnya nutrisi atau adanya penyakit tertentu.

Selain itu, hewan yang buta, mengalami gangguan mata serius, atau memiliki telinga robek parah juga tidak layak dijadikan hewan kurban.

Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan ternak, aspek legalitas dan jaminan kesehatan kini menjadi semakin penting. Pembeli sebaiknya meminta surat keterangan sehat dari dinas peternakan setempat atau lembaga terkait. Surat tersebut menjadi bukti bahwa hewan telah diperiksa dan dinyatakan bebas dari penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Beberapa tahun terakhir, kasus PMK sempat membuat masyarakat khawatir saat membeli hewan kurban. Karena itu, membeli hewan dari peternak terpercaya menjadi langkah yang sangat disarankan. Selain lebih aman, pembeli juga bisa mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai perawatan hewan.

Baca Juga: Permendikdasmen Nomor 10 Tahun 2026 Mulai Berlaku, TPG Guru Cair Bulanan tetapi Ada Syarat Penghentian Tunjangan

Jika memungkinkan, belilah hewan kurban di sentra peternakan resmi atau lembaga penyalur kurban terpercaya. Tempat-tempat tersebut biasanya memiliki standar kesehatan hewan yang lebih baik dibanding penjualan liar di pinggir jalan. Selain itu, hewan juga cenderung dirawat dengan baik sehingga kualitasnya lebih terjamin.

Bagi masyarakat di Kota Semarang dan sekitarnya, terdapat beberapa lokasi populer yang dikenal sebagai pusat penjualan kambing kurban.

Salah satu yang cukup terkenal adalah kawasan Pasar Kambing di Jalan Pengapon, Semarang. Tempat ini setiap tahun selalu ramai dikunjungi masyarakat yang mencari kambing kurban dengan berbagai pilihan ukuran dan harga.

Selain itu, masyarakat juga dapat menemukan kambing kurban di kawasan Kandang Prengus yang berada di Jalan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. Lokasi ini dikenal menyediakan berbagai jenis kambing dengan kondisi yang cukup baik.

Baca Juga: Pemerintah Resmi Terbitkan SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026, Guru Honorer di Sekolah Negeri Kini Dapat Kepastian Penugasan dan Penggajian

Ada pula kawasan tanjakan Trangkil di Gunungpati, Kota Semarang, yang menjadi salah satu tempat favorit masyarakat untuk berburu hewan kurban.

Banyak peternak lokal menjual kambing langsung di kawasan tersebut sehingga pembeli dapat memilih hewan sesuai kebutuhan dan anggaran.

Membeli kambing kurban sebenarnya bukan hanya soal mencari hewan terbaik secara fisik, tetapi juga bagian dari upaya mempersiapkan ibadah dengan sungguh-sungguh. Dalam Islam, berkurban merupakan ibadah mulia yang mengandung nilai keikhlasan, kepedulian, dan pengorbanan. Karena itu, memilih hewan kurban terbaik menjadi bentuk penghormatan terhadap ibadah yang dijalankan.

Tidak sedikit masyarakat yang rela berburu kambing kurban jauh hari sebelum Idul Adha tiba demi mendapatkan hewan dengan kualitas terbaik. Semakin mendekati hari raya, harga hewan kurban biasanya akan mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan. Karena itu, membeli lebih awal sering menjadi pilihan yang lebih hemat sekaligus memberikan lebih banyak opsi.

Selain memperhatikan kualitas hewan, calon pembeli juga perlu menyesuaikan pilihan dengan kemampuan finansial. Islam sendiri mengajarkan bahwa ibadah kurban dilakukan sesuai kemampuan tanpa memberatkan diri. Yang terpenting adalah niat tulus dan memastikan hewan yang dipilih memenuhi syarat sah kurban.

Baca Juga: SKTP TPG Mei 2026 Mulai Terbit Hari Ini, Guru ASN Diminta Segera Cek Info GTK untuk Pastikan Status Pencairan Tunjangan

Di era digital seperti sekarang, pembelian hewan kurban juga semakin mudah dilakukan secara online. Banyak peternak maupun lembaga penyalur kurban menawarkan layanan pembelian melalui media sosial atau marketplace. Meski praktis, pembeli tetap harus berhati-hati dan memastikan penjual memiliki reputasi yang baik.

Melihat langsung kondisi kambing tetap menjadi cara terbaik untuk memastikan kualitas hewan kurban. Dengan datang langsung ke kandang atau pasar hewan, pembeli dapat memeriksa kesehatan, kondisi fisik, hingga perilaku hewan secara lebih detail.

Hari Raya Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tetapi juga momentum mempererat rasa solidaritas dan kebersamaan antar sesama. Daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat menjadi simbol berbagi kebahagiaan di hari yang penuh berkah.

Karena itu, memilih kambing kurban terbaik menjadi langkah penting agar ibadah berjalan sempurna dan memberikan manfaat yang luas bagi orang lain. Dengan memperhatikan usia, kesehatan, perilaku, kondisi fisik, hingga legalitas hewan, masyarakat dapat lebih tenang dan yakin bahwa hewan kurban yang dipilih benar-benar layak.

Bagi dulur yang sedang bersiap menyambut Idul Adha 1447 Hijriah, jangan terburu-buru saat membeli kambing kurban. Luangkan waktu untuk memeriksa kondisi hewan dengan teliti dan pilihlah penjual terpercaya.

Dengan begitu, ibadah kurban tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh keluarga. (dka)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#tips memilih kambing kurban #cara memilih kambing kurban #kambing kurban sehat #ciri kambing kurban sehat #hewan kurban sesuai syariat