RADARSEMARANG.ID, Semarang - Truk muatan paket mengalami kecelakaan tunggal hingga menghantam bangunan tandon SPBU Silayur, Kecamatan Ngaliyan telah berhasil dievakuasi, Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 09.30.
Proses evakuasi ini mengerahkan kendaraan alaya berat derek, berukuran besar. Kemudian dari pihak Pertamina juga mengerahkan satu Unit Mobil Pemadam Kebakaran.
Truk muatan paket ini, terguling diatasnya persis bangunan yang di dalamnya terdapat tangki penyimpanan BBM.
Baca Juga: Truk Terguling Timpa Tandon BBM di SPBU Silayur Semarang, Begini Penjelasan Pertamina
Kemudian, proses evakuasi truk muatan paket ini dengan cara diangkat menggunakan kendaraan derek. Bersamaan proses tersebut, dari petugas Pemadam Kebakaran langsung menyemprotkan air ke titik bangunan tandon BBM.
Tidak sampai 15 menit, truk berhasil dievakuasi. Selanjutnya, truk di tarik dengan kendaraan derek lainnya. Banyak pengendara motor termasuk mobil langsung putar balik saat hendak melakukan pengisian BBM.
Beruntung juga, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya kerugian menteri. Pihak pengemudi sopir truk muatan paket, Muhammad Yasin, 54, warga Sidoarjo hanya mengalami luka pada lengan tangan bagian siku.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan menegaskan ruas jalan raya Prof Hamka terutama Silayur sudah dilakukan pengawasan ketat oleh pihak Dishub bersama dengan Satlantas Polrestabes Semarang.
Baca Juga: Tidak Kuat Nanjak, Truk Muatan Paket Terguling di SPBU Silayur Semarang
"Jadi kendaraan-kendaraan yang seharusnya tidak melintas di sini ya seperti tronton, gandengan, tempelan itu memang kita batasi. Jadi mereka boleh melintas itu di jam 11.00 malam sampai jam 5.00 pagi," ungkapnya dilokasi kejadian kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (13/5/2026).
Pihaknya menyebut, truk tersebut mengalami kecelakaan tunggal sekitaran pukul 04.00. Truk tersebut melintas di Jalan Silayur, Kecamatan Ngalian, perjalanan dari Kota Surabaya menuju wilayah Boja Kabupaten Kendal.
Danang juga menyebut, hasil pemeriksaan dalam truk tersebut didapati muatannya ada sandal kemudian ada kopi sachet. Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, ada juga gulungan tali yang berbahan plastik.
"Untuk kapasitas kendaraan sendiri 4.100 atau 4 ton lebih. Kemudian untuk penghitungan barang-barang itu diperkirakan ya sekitar kurang lebih 5 ton," bebernya.
"Dari keterangan pihak sopir (truk muatan paket) saat melalui tanjakan di Silayur mengalami telat oper gigi persneling. Saat di periksa setelah laka, itu juga masih di masuk di gigi dua. Nah, jadi prinsipnya bahwa pengemudi ini tidak mengenal medan," sambungnya.
Selain itu, pemeriksaan juga pada uji KIR kendaraan truk tersebut. Danang menyebut, didapati bahwa terakhir uji KIR itu di tahun 2025, yang sudah tidak berlaku.
Baca Juga: Bansos Mei 2026: Bantuan BPNT Rp600.000 Mulai Cair, Begini Cara Cek Status Penerima
"KIR-nya sudah tidak berlaku. Ini kendaraan dari Jawa Timur, ya. Tapi secara historis perjalanan itu kan dia kan sudah dari Surabaya, untuk perjalanan yang panjang. Dimungkinkan memang karena faktor human error tadi," katanya.
"Sopirnya kan telat telat mengoper, dengan kemampuan kendaraan yang sudah diperhitungkan oleh si pengemudi karena dia kan sudah membawa dari Surabaya sampai ke sini. Kemudian di titik kritis di sini dia tidak bisa mengendalikan," lanjutnya.
Menanggapi truk tersebut kategori diperbolehkan melintas di jam yang ditentukan, Danang menyebut masih dalam kategori yang diperbolehkan.
"Boleh, kalau kendaraan tipe ini boleh. Nah, ini kan dia kapasitas 4 sekian ton ya. Sedangkan jalan ini maksimal 8 ton. Kendaraan-kendaraan yang di luar itu dengan dispensasi boleh melintas di jam 11.00 sampai jam 5.00," tegasnya.
Langkah selanjutnya, Danang menyampaikan Dishub dan Satlantas Polrestabes Semarang masih tetap konsisten pengawasan. Petugas pengawasan juga melakukan penutupan portal mulai dari jam 05.00 pagi. Kemudian pengawasan petugas sampai jam 11.00 malam.
"Dan di jam 11.00 malam ini kita buka. Tetapi berdasarkan pengamatan kami mungkin nanti akan dilakukan pengawasan secara full, mungkin 24 jam," bebernya.
Namun demikian, pihaknya akan mempertimbangkan langkah tersebut dengan alasan terbatasnya jumlah dan kemampuan petugas dilapangan termasuk, banyaknya kegiatan.
Selain itu, juga akan melakukan evakuasi terhadap Pos di Portal yang telah terpasang. Kemudian di pos di portal yang sekarang terpasang. Menurun, penempatan tersebut sudah dilakukan kajian titik-titik baru.
"Jadi nanti mungkin akan kita pindahkan portalnya dengan portal yang permanen, yang standar. Kalau sekarang ini kurang standar. Ini yang penting kan kita ada dulu, bisa berfungsi," katanya.
"Tapi kalau kemarin ada insiden-insiden di senggol itu, itu kalah portalnya. Nah, ini kita sedang kita hitung untuk portal yang lebih kuat, lebih bagus. Kemudian di situ ada posnya, pos penempatan petugas," jelasnya.
"Jadi kendaraan-kendaraan yang mau naik akan kita lakukan pemeriksaan KIR nya. Kita lakukan pemeriksaan ker kemudian surat muatannya. Jadi yang nanti pengamatan petugas bahwa dimungkinkan akan tidak mampu nanjak, ya kita silakan putar balik meskipun itu di jam yang diizinkan," pungkasnya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi