RADARSEMARANG.ID – Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia kembali mempersiapkan penyaluran bantuan sosial atau bansos tahap kedua pada Mei 2026. Penyaluran kali ini menjadi perhatian banyak masyarakat karena ratusan ribu keluarga baru dipastikan masuk sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) setelah dilakukan pemutakhiran data nasional secara besar-besaran.
Langkah tersebut dilakukan pemerintah untuk memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang layak dan membutuhkan. Pembaruan data penerima bansos menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan ketepatan sasaran sekaligus mengurangi potensi penerima yang tidak sesuai kriteria.
Berdasarkan hasil pemutakhiran data terbaru, sebanyak 475.821 keluarga penerima manfaat (KPM) baru resmi ditetapkan sebagai penerima bansos triwulan II tahun 2026. Penambahan penerima ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang sebelumnya belum terdaftar namun dinilai memenuhi syarat untuk menerima bantuan sosial dari pemerintah.
Baca Juga: Harga Mobil Bekas Brio 2019 Terbaru 2026, Masih Layak Dibeli?
Kementerian Sosial menjelaskan bahwa proses pembaruan data penerima bansos dilakukan menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik. Sistem tersebut kini menjadi acuan utama pemerintah dalam menentukan penerima bantuan sosial agar penyalurannya lebih tepat sasaran dan sesuai kondisi riil masyarakat.
Melalui DTSEN, pemerintah dapat melakukan pencocokan data secara lebih detail, mulai dari kondisi ekonomi keluarga, tingkat kesejahteraan, hingga status sosial masyarakat di berbagai daerah.
Dengan sistem yang lebih terintegrasi, pemerintah berharap bantuan sosial seperti PKH dan BPNT benar-benar menyentuh kelompok masyarakat yang paling membutuhkan di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan harga kebutuhan pokok.
Baca Juga: Daftar 9 Motor Bekas Murah di Bawah Rp10 Juta Paling Bandel 2026, Irit dan Awet!
Selain menggunakan DTSEN, proses integrasi data juga dilakukan melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG). Platform digital tersebut terhubung langsung dengan dinas sosial kabupaten dan kota, pemerintah provinsi, hingga Kementerian Sosial pusat sehingga proses verifikasi dan validasi data penerima bansos dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.
Kemensos menilai penggunaan sistem digital terpadu menjadi langkah penting untuk meminimalkan kesalahan data penerima bantuan sosial. Dengan adanya integrasi tersebut, perubahan kondisi ekonomi masyarakat dapat segera diperbarui sehingga data penerima bansos tetap relevan dan sesuai perkembangan terbaru di lapangan.
Penyaluran bansos PKH dan BPNT tahap kedua sendiri dijadwalkan berlangsung sepanjang Mei 2026. Bantuan akan disalurkan melalui dua mekanisme, yakni melalui bank-bank Himbara dan melalui PT Pos Indonesia bagi masyarakat yang belum memiliki akses layanan perbankan.
Skema penyaluran melalui Himbara dilakukan agar bantuan dapat diterima lebih cepat melalui rekening penerima manfaat. Sementara itu, penyaluran lewat PT Pos Indonesia tetap disiapkan untuk menjangkau masyarakat di wilayah yang belum memiliki akses perbankan atau penerima yang mengalami kendala administrasi rekening.
Program PKH dan BPNT sendiri masih menjadi dua bantuan sosial yang paling dinantikan masyarakat. PKH diberikan kepada keluarga miskin dengan kategori tertentu seperti ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas, hingga anak sekolah. Sedangkan BPNT diberikan dalam bentuk bantuan pangan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat setiap bulan.
Baca Juga: Jangan Sampai Gagal Cair! Ini 7 Poin Penentu TPG Mei 2026 yang Wajib Dicek Guru
Pemerintah berharap penyaluran bansos tahap kedua tahun 2026 dapat membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengurangi beban ekonomi keluarga penerima manfaat. Apalagi di sejumlah daerah, harga bahan pangan masih mengalami fluktuasi sehingga bantuan sosial dinilai sangat membantu kebutuhan rumah tangga masyarakat berpenghasilan rendah.
Kemensos juga mengimbau masyarakat untuk rutin mengecek status penerimaan bansos karena proses pemutakhiran data masih terus berlangsung. Masyarakat yang merasa layak menerima bantuan namun belum terdaftar diminta aktif berkoordinasi dengan pemerintah desa, kelurahan, maupun dinas sosial setempat agar datanya dapat diverifikasi kembali.
Dengan adanya pembaruan data nasional dan integrasi sistem digital yang semakin modern, pemerintah optimistis penyaluran bansos PKH dan BPNT tahun 2026 akan berjalan lebih tepat sasaran, transparan, dan mampu menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan dari negara.
Cara Cek Nama Penerima Baru PKH dan BPNT 2026
Masyarakat dapat mengetahui status penerima bansos secara online melalui situs resmi Kemensos maupun aplikasi Cek Bansos.
Cek Penerima Bansos via Website Kemensos
Buka situs resmi Kemensos di cekbansos.kemensos.go.id
Masukkan data wilayah sesuai KTP
Ketik nama lengkap sesuai KTP
Isi kode captcha yang muncul di layar
Klik tombol “Cari Data”
Cek Penerima Bansos via Aplikasi Cek Bansos
Unduh aplikasi Cek Bansos Kemensos di Play Store
Login menggunakan NIK dan nomor KK
Pilih menu “Cek Bansos” atau “Cek Penerima”
Masukkan data sesuai identitas KTP
Klik tombol “Cari Data”
Setelah proses pencarian selesai, sistem akan menampilkan informasi status penerima Bansos.
Jika terdaftar sebagai penerima, masyarakat dapat melihat jenis Bansos yang diterima beserta periode penyalurannya.
Namun apabila nama belum muncul dalam sistem, masyarakat diminta tidak khawatir dan disarankan melakukan pengecekan kembali secara berkala karena pembaruan data penerima Bansos masih terus dilakukan pemerintah.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi