Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Jelang SPMB, Disdik Perkuat Pendaftaran Jalur Afirmasi, Tak Diterima di Negeri Otomatis ke Sekolah Swasta

Adennyar Wicaksono • Kamis, 7 Mei 2026 | 08:26 WIB
Kepala Disdik Kota Semarang, Muhammad Ahsan
Kepala Disdik Kota Semarang, Muhammad Ahsan

SEMARANG - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, akan memperkuat kuota jalur afirmasi bagi siswa kurang mampu dan disabilitas, pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Juni 2026 mendatang.

Informasi yang dihimpun, Disdik akan membuka SPMB 2026 untuk jenjang TK dan SD Negeri pada 8 Juni mendatang. Sementara untuk jenjang SMP Negeri akan diselenggarakan pada 22 Juni mendatang.

"Secara keseluruhan sih jalur penerimaan tidak jauh berbeda dibanding tahun sebelumnya, masih ada jalur domisili, prestasi, afirmasi dan mutasi," kata Kepala Disdik Kota Semarang, Muhammad Ahsan, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (6/5).

Bedanya pada tahun ini, kuota untuk jalur afirmasi di Ibu Kota Jateng akan lebih diperkuat khususnya bagi siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu dan siswa dengan kebutuhan khusus. Khusus jalur ini, jika siswa tidak diterima disekolah negeri, otomatis akan diterima di sekolah swasta terdekat secara by sistem.

"Jalur afirmasi akan kita perkuat, dulu keluarga yang kurang mampu lewat jalur ini, harus cari sekolah sendiri jika tidak diterima di sekolah negeri, nah ini otomatis akan masuk ke by sistem yang sudah kita integrasikan," bebernya.

Pada SPMB tahun ini, ada 133 sekolah swasta yang akan langsung masuk ke sistem secara otomatis jika tidak diterima di sekolah negeri. Rinciannya 40 Taman Kanak-Kanak (TK), 48 Sekolah Dasar (SD), dan 45 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Ahsan menjelaskan kuota khusus TK dan SD untuk afirmasi sebesar 20 persen, sisanya domisili dan mutasi. Untuk SMP, kuota afirmasi dan prestasi sebesar 25 persen, lalu domisili 40 persen, serta 5 persen untuk jalur prestasi.

"Masih ada sisa 5 persen yang bisa kita manfaatkan jalur domisili, serta afirmasi, kita juga tegaskan tidak ada titipan,"tegasnya.

Disinggung masalah Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang sudah dijalani siswa kelas 6 tingkat SD dan MI, nantinya akan jadi salah satu indikator penilaian siswa masuk melalui jalur prestasi.

"Nanti akan ada 4 indikator, yakni TKA, Rata-rata Rapor, Nilai Kejuaraan dan pendidikan karakter. TKA memiliki  indikator yang paling tinggi, berapanya kita nanti akan ada panduan operasional SPMB," pungkasnya. (den)

Editor : Agus AP
#spmb 2026 #jalur prestasi 2026 #Disdik Semarang #jalur afirmasi #TKA 2026