RADARSEMARANG.ID — Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) secara tepat waktu dan akurat kepada stakeholders, terutama terkait kinerja dan kondisi keuangan.
Program Keluarga Harapan (PKH) serta Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Triwulan II/2026.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan bahwa pemutakhiran DTSEN volume 2 dilakukan sebagai dasar untuk mendistribusikan bansos pada Triwulan II tahun 2026.
Selain berita positif mengenai pencairan bantuan sosial (bansos) PKH BPNT Tahap 2, para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diharuskan untuk memperbarui informasi dan memeriksa status bansos mereka.
Hal ini penting karena setiap tiga bulan, Kementerian Sosial melakukan pembaruan data di DTSEN, yang menyebabkan perubahan dalam tingkat penerima bansos, terutama bagi KPM yang mengalami kenaikan desil.
Baca Juga: Contoh Kata-kata Desain Banner Jualan Hewan Kurban Idul Adha 2026
Penyaluran bansos dalam Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dilakukan secara bertahap setiap triwulannya.
Sejak bulan April ini, penyaluran sudah memasuki periode triwulan II yang akan berlangsung hingga Juni 2026.
Meskipun belum ada tanggal resmi yang ditetapkan, diperkirakan pencairan bansos untuk bulan April 2026 akan dilakukan pada minggu ketiga.
Hal ini sejalan dengan upaya percepatan pembaruan data bagi penerima yang menjadi dasar untuk penyaluran bantuan.
"Data (DTSEN) biasanya kami terima pada tanggal 20 setiap triwulan I, II, dan III. Tetapi syukur, kali ini kita memajukan penerimaan menjadi tanggal 10, mulai 10 April dan seterusnya. Jadi setiap tanggal 10 kami akan menerima dan hasil dari pembaruan tersebut akan menjadi acuan untuk menyalurkan bansos setiap bulannya," jelas Gus Ipul di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, pada Rabu malam (1/4/2026).
Dengan adanya percepatan ini, proses penyaluran bansos akan berlangsung lebih cepat setelah data tersebut diterima dan diverifikasi. Berdasarkan informasi dari detikNews, pencairan bansos PKH dan BPNT memang dijadwalkan mulai berlangsung pada minggu ketiga bulan April 2026.
Baca Juga: Cara Ambil Bansos Ibu Hamil Rp 3 Juta yang Cair April-Juni 2026, Ini Syarat, Jadwal dan Cek Penerima
“Mungkin sekitar tanggal 10-an ya. Jadi, minggu ketiga kemungkinan akan dimulai. Kami mulai pada minggu ketiga bulan April ini,” ungkap Gus Ipul di kantor Kemensos.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar menginformasikan bahwa setidaknya 11.014 individu tidak lagi mendapatkan bantuan sosial dari Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk triwulan II tahun 2026 ini.
Amalia menyatakan bahwa yang berhak atas bantuan sosial adalah mereka yang namanya tercantum dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang diperbaharui setiap tiga bulan sekali.
"Kami telah melakukan pembersihan terhadap masyarakat yang sebelumnya menerima bantuan sosial. Kami telah meneliti dan meyakini bahwa mereka seharusnya bukanlah penerima bantuan sosial, sehingga ada sekitar 11.014 orang yang dihapus dari daftar. Ini yang kami sebut sebagai inclusion error," jelas Amalia di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, pada hari Senin, 13 April 2026.
Ia juga menjelaskan bahwa DTSEN mengidentifikasi adanya peningkatan desil berdasarkan kondisi ekonomi yang lebih baik dari 11.014 individu tersebut.
Alasan inilah yang menjadi faktor mereka tidak lagi dianggap sebagai kelompok yang memenuhi syarat untuk menerima bantuan sosial.
"Terdapat sekitar 1.511 keluarga yang berada di rentang desil lima hingga sepuluh. Mereka termasuk dalam kategori inclusion error yang sebanyak 11.014 itu," ujar Amalia.
Di sisi lain, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan bahwa beberapa masyarakat yang sebelumnya tidak pernah menerima bantuan sosial kini berkesempatan untuk mendapatkan bantuan.
"Beberapa di antaranya yang sebelumnya tidak menerima kini bisa mendapatkan. Sementara yang selama ini menerima, mereka tidak lagi mendapatkan dalam triwulan kedua ini. Data memang bersifat dinamis," jelas Gus Ipul.
Baca Juga: Pelatih Hyundai Hillstate Pantau Megawati Hangestri Pertiwi Juara Proliga 2026
Status terbaru dari PKH dan BPNT untuk tahap kedua per tanggal 26 April 2026 menunjukkan perkembangan yang signifikan, kedua bantuan tersebut sudah memasuki tahap Belum SPM di SIKS-NG, yang menandakan bahwa proses verifikasi rekening telah rampung.
Namun, hingga hari Minggu ini, saldo belum tercermin di rekening KPM.
Pengecekan langsung melalui aplikasi Livin' by Mandiri masih menunjukkan saldo sebesar Rp25.000 dari sisa tahap pertama.
Pencairan untuk bantuan sosial diperkirakan akan dilakukan setelah proses SI (Standing Instruction) selesai, diprediksi akan berlangsung pada akhir April atau awal Mei 2026.
Kabar baik datang dari informasi terbaru SIKS-NG, di mana baik PKH maupun BPNT untuk tahap kedua telah beralih dari tahap Proses Verifikasi Rekening ke status Belum SPM, menurut kabar dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel.
Ini tidak mengindikasikan bahwa pencairan gagal, namun menunjukkan bahwa sistem telah menyelesaikan proses pencocokan data antara bank, Dukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil), serta DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).
Jadi, jika terdapat perbedaan antara data kalian di bank, Dukcapil, dan DTKS, hal ini bisa mengakibatkan kegagalan verifikasi rekening. Sementara bagi mereka yang berhasil dalam pengecekan rekening dan data telah terverifikasi serta sesuai, langkah berikutnya adalah menuju tahap SPM.
Berdasarkan pengecekan saldo langsung melalui aplikasi Livin' by Mandiri pada hari Minggu, 26 April 2026 pukul 06:30, KPM dari Bank Mandiri masih mencatat saldo sebesar Rp25. 000.
Jumlah ini merupakan sisa dari pengambilan pada fase pertama PKH. Artinya, pencairan PKH dan BPNT untuk tahap kedua belum dilakukan, dan masih dalam proses SI serta penambahan saldo rekening oleh bank.
“Dan pada hari ini, 26 April 2026, pencairan untuk PKH dan BPNT tahap kedua ternyata masih belum ada,” kata narator dari Arfan Saputra Channel.
Status Belum SPM per 26 April 2026 memberikan indikasi yang baik bahwa verifikasi rekening untuk PKH dan BPNT fase kedua telah selesai.
Meskipun saldo belum diterima hari ini, pencairan diperkirakan akan dilaksanakan segera setelah proses SP2D dan SI berjalan dengan baik.
Pastikan untuk terus memeriksa status melalui aplikasi resmi dan pastikan informasi pribadi Anda valid di seluruh sistem.
Bagi yang mengalami kesulitan atau khawatir bahwa termasuk dalam kategori gagal verifikasi, segera hubungi pendamping sosial atau dinas sosial yang ada di daerah Anda. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi