RADARSEMARANG.ID – Upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu kembali menunjukkan perkembangan signifikan.
Melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia, pemerintah resmi mengajukan penambahan ribuan tenaga pendidik dan kependidikan guna mendukung percepatan program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu prioritas nasional.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa pihaknya telah mengusulkan lebih dari 5.000 formasi guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Langkah ini dinilai krusial mengingat lonjakan jumlah peserta didik yang diproyeksikan meningkat tajam dalam waktu dekat.
“Kami sudah mengajukan ke Kementerian PAN-RB untuk menambah lebih dari 5.000 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan lainnya untuk sekolah rakyat ini,” kata Mensos, Saifullah Yusuf.
Baca Juga: TPG April 2026 Segera Cair, Diprediksi Cair 27–30 April, Ini Penjelasannya
Kebutuhan tambahan tenaga pendidik ini tidak lepas dari ambisi besar pemerintah dalam memperluas jangkauan Sekolah Rakyat. Saat ini, jumlah siswa yang terdaftar telah mendekati 16.000 orang.
Namun, pemerintah menargetkan penambahan lebih dari 30.000 siswa baru sepanjang tahun ini. Jika target tersebut tercapai, maka total peserta didik akan melampaui angka 45.000 siswa.
Tidak berhenti di situ, pemerintah bahkan telah menyiapkan target yang lebih besar untuk tahun berikutnya. Mengacu pada arahan Presiden RI Prabowo Subianto, jumlah siswa baru akan kembali ditingkatkan hingga lebih dari 60.000
Dengan demikian, secara keseluruhan program Sekolah Rakyat diproyeksikan mampu melayani lebih dari 100.000 siswa pada tahun depan.
“Jadi, tahun depan target kita secara keseluruhan sudah bisa melayani lebih dari 100.000 siswa Sekolah Rakyat, untuk itu dibutuhkan tambahan guru,” tuturnya.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian Sosial tidak berjalan sendiri. Penentuan kebutuhan spesifikasi guru dan tenaga kependidikan diserahkan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar kualitas tenaga pengajar tetap terjaga dan sesuai dengan kebutuhan kurikulum.
Meski proses rekrutmen akan dilakukan secara selektif, pemerintah memastikan bahwa seluruh tenaga pendidik yang terpilih tetap wajib mengikuti pelatihan khusus.
Program pembinaan atau retreat ini dirancang untuk memastikan kualitas pengajaran tetap optimal dan selaras dengan tujuan utama Sekolah Rakyat sebagai solusi pendidikan inklusif.
Baca Juga: Guru Wajib Tahu! Program PPG 2026 Resmi Dibuka, Batas Konfirmasi Tinggal Sampai 30 April
Sekolah Rakyat sendiri merupakan program strategis yang dirancang untuk membuka akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, khususnya kelompok desil 1 hingga 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Program ini tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga mengusung pendekatan pengentasan kemiskinan secara terpadu.
Berbagai layanan pendukung telah diintegrasikan dalam program ini, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), hingga jaminan kesehatan melalui skema PBI-JK.
Selain itu, program ini juga terhubung dengan inisiatif lain seperti Koperasi Merah Putih dan Program 3 Juta Rumah, sehingga memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat.
Hingga saat ini, Sekolah Rakyat telah menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Berdasarkan data Kementerian Sosial, sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat Rintisan telah beroperasi di 38 provinsi sejak Juli 2025.
Fasilitas tersebut mampu menampung sekitar 15.900 siswa dari jenjang SD hingga SMA, dengan dukungan ribuan tenaga pendidik yang tersebar di berbagai daerah.
Untuk memperkuat fondasi program ini, pemerintah juga tengah mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan.
Tahun ini, sebanyak 101 Sekolah Rakyat permanen sedang dalam tahap pembangunan. Proyek ini merupakan bagian dari target jangka panjang pemerintah untuk menghadirkan 500 sekolah permanen hingga tahun 2029.
Langkah ekspansif ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menciptakan pemerataan pendidikan sekaligus mengurangi kesenjangan sosial di Indonesia.
engan tambahan tenaga pengajar yang memadai serta dukungan fasilitas yang terus berkembang, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas dan inklusif.
Ke depan, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada jumlah sekolah atau siswa, tetapi juga pada kualitas pengajaran dan kesinambungan kebijakan.
Oleh karena itu, penambahan formasi guru dan tenaga kependidikan menjadi langkah strategis yang tidak bisa ditunda, terutama di tengah lonjakan kebutuhan yang semakin besar.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi