Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Exit Tol Bergas Bakal Dibangun, Begini Penjelasannya

Falakhudin • Selasa, 21 April 2026 | 08:57 WIB
Tol Semarang-Solo
Tol Semarang-Solo

RADARSEMARANG.ID — Pembangunan Exit Tol Pattimura di Salatiga, Jawa Tengah, telah resmi dimulai pada awal April 2026.

Proyek yang memerlukan investasi senilai Rp113,3 miliar ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di Salatiga serta sebagian wilayah Kabupaten Semarang.

Namun demikian, akses ke exit tol tersebut kini masih terbatas.

Baca Juga: Pendaftaran CPNS 2026 Bea Cukai Dibuka: Jadwalnya Sudah di Spill Menkeu Purbaya

Exit Tol Pattimura saat ini hanya melayani kendaraan yang berangkat dari dan menuju Kota Semarang dan belum dapat mengakomodasi lalu lintas yang datang dari arah Solo.

Fadholi, anggota Komisi V DPR, menjelaskan bahwa terbatasnya akses ini dikarenakan arus dari Solo sudah dilayani oleh Exit Tol Tingkir yang ada di Salatiga.

“Akses dari Solo sudah ada di Exit Tol Tingkir. Namun, ada saran agar akses dari Solo bisa dibuka untuk dianalisis oleh kementerian. Sementara itu, untuk perjalanan dari Solo bisa memanfaatkan Exit Tingkir,” ujar Fadholi (18/4/2026).

Dedy Gunawan, Direktur Utama Jalan Bebas Hambatan di Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, mengungkapkan bahwa penentuan lokasi exit tol dilakukan dengan mempertimbangkan tidak hanya kebutuhan akses, tetapi juga aspek teknis yang ada.

Kapasitas jalan dan volume lalu lintas merupakan pertimbangan utama dalam menetapkan akses keluar dan masuk tol.

"Jika tidak, akan menciptakan biaya yang besar dan membebani perusahaan pengelola jalan tol," jelas Dedy.

Ia juga menambahkan bahwa pada fase perencanaan awal, prioritas utamanya adalah menghubungkan Salatiga dengan Kota Semarang.

Meski demikian, peluang untuk membuka akses menuju Solo mungkin saja terjadi di masa mendatang.

“Tidak menutup kemungkinan jika wilayah ini berkembang, akses ke Solo dapat diusulkan kembali. Saat ini sudah ada jalur ke Solo melalui Exit Tingkir, jika Exit Pattimura dibuka ke arah Solo, khawatirnya akan berdampak negatif bagi daerah sekitar Tingkir,” jelasnya.

Proyek pembangunan Exit Tol Pattimura di Salatiga direncanakan akan selesai dalam jangka waktu 300 hari kalender, bertepatan sekitar awal tahun 2027.

Panjang keseluruhan proyek mencakup ramp on sepanjang 661 meter dan ramp off yang sepanjang 998 meter.

Dalam acara Sosialisasi Pembangunan Exit Tol Pattimura, hadir sejumlah tokoh seperti Wali Kota Salatiga Robby Hernawan serta Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Kepala Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, Dirjen Bina Marga dari Kementerian PUPR beserta stafnya, dan tamu undangan lain.

Baca Juga: Jadwal CPNS 2026 Kapan Dibuka? Ini Perkiraan Pendaftaran dan Formasinya

Mewakili Gubernur Jawa Tengah, Kepala Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, ST., MT., menekankan bahwa pembangunan exit tol tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat jaringan transportasi di wilayah, khususnya untuk Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang.

“Proyek ini sudah dimulai jauh sebelumnya, bahkan sejak tahun 2015 dari usulan Pemerintah Kota Salatiga. Ini menunjukkan bahwa inisiatif pembangunan exit tol adalah aspirasi jangka panjang masyarakat yang perlu diaktualisasikan bersama,” ujarnya.

Di sisi lain, Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp. OG., menekankan pentingnya sosialisasi ini dalam membangun kejelasan dan kepercayaan publik.

Dia berharap, pembangunan Exit Tol Pattimura dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi warga, mulai dari aksesibilitas yang lebih baik hingga terciptanya peluang ekonomi baru bagi masyarakat di Kota Salatiga dan sekitarnya.

Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, S. H., M. H., memberikan penghargaan terhadap kerjasama sejumlah pihak dalam mendukung pembangunan jalur keluar tol yang akan berakhir di Desa Pabelan, Kabupaten Semarang.

“Kami akan segera melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk mendukung pembangunan ini. Selain itu, kami juga mengusulkan pembangunan exit tol di wilayah Bergas agar Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga dapat berkembang secara bersama dan saling menguatkan,” ujarnya.

Anggota Komisi V DPR RI, Drs. Fadholi, M. I Kom menjelaskan bahwa pembangunan Exit Tol Pattimura adalah proses panjang yang melibatkan banyak pihak.

Proses ini telah dimulai sejak tahun 2017 dan baru terealisasi pada tahun 2026 ini.

“Alhamdulillah, di tengah efisiensi yang ada, pembangunan exit tol ini tetap berjalan. Ini merupakan hasil kerja keras semua pihak. Kehadiran para lurah, ketua RT, dan ketua RW dalam sosialisasi ini penting agar masyarakat mengetahui rencana pembangunan. Dengan adanya exit tol, tentu akan ada pelebaran jalan dan berbagai penyesuaian lainnya,” jelas Fadholi, Sabtu (18/4/2026).

Sebelum meninjau lokasi exit tol Patimura, Fadholi mengundang para tokoh masyarakat dari Salatiga dan Kabupaten Semarang untuk berpartisipasi dalam sosialisasi mengenai pembangunan exit tol di Joglo Kembar, Kauman Kidul yang tidak jauh dari lokasi exit tol.

Baca Juga: TPG Kemenag Sudah Cair Sejak Pertengahan April, Guru Kemendikdasmen Masih Menunggu? Ini Penjelasan Lengkap Tahapan dan Penyebabnya

Dalam kesempatan ini, Fadholi menyatakan, Komisi V DPR RI menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui Kementerian PU yang telah memberikan izin serta memulai pembangunan Exit Tol Pattimura di Salatiga.

"Kami juga menghargai Pemerintah Kota Salatiga dan Pemkab Semarang yang telah berperan dalam mendukung proses pembangunan Exit Tol Pattimura Salatiga," tambah legislator dari Nasdem ini.

Fadholi menjelaskan bahwa pembangunan Exit Tol Pattimura ini merupakan permohonan dari masyarakat.

Saat ini, Salatiga hanya memiliki satu Exit Tol di Tingkir yang menyulitkan para pengguna jalan yang menuju Semarang-Solo untuk mencapai pusat Kota Salatiga, sehingga berdampak pada menurunnya aktivitas ekonomi di daerah tersebut.

"Oleh karena itu, setelah Exit Tol Pattimura selesai dibangun, diharapkan perekonomian masyarakat di pusat Kota Salatiga akan berangsur membaik, karena Exit Tol Pattimura ini akan memudahkan akses bagi pengguna jalan Semarang-Solo untuk memasuki pusat Kota Salatiga dan akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujarnya.

"Manfaat pembangunan ini tidak hanya dirasakan masyarakat Kota Salatiga, tetapi juga wilayah sekitar, semisal Kabupaten Semarang dan Grobogan, khususnya dalam peningkatan aksesibilitas serta efisiensi waktu dan biaya transportasi," ujar Wali Kota Salatiga Robby Hernawan. (fal)

Editor : Baskoro Septiadi
#exit tol pringapus #tol salatiga terbaru #exit tol bergas #exit tol kabupaten semarang #Exit Tol Salatiga