RADARSEMARANG.ID – Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto kini menjadi magnet baru bagi pencari kerja di seluruh Indonesia.
Inisiatif yang digadang-gadang sebagai penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat desa ini tidak hanya menawarkan konsep pembangunan berbasis komunitas, tetapi juga membuka peluang kerja besar-besaran dengan skala nasional
Sedikitnya 30.000 posisi manajer disiapkan untuk ditempatkan di berbagai desa, menjadikannya salah satu program rekrutmen terbesar yang pernah ada dalam sektor pemberdayaan ekonomi desa.
Program ini dirancang tidak sekadar sebagai koperasi konvensional, melainkan sebagai ekosistem bisnis desa yang terintegrasi.
Pengelolaannya pun melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Agrinas Pangan Nusantara, yang akan bertindak sebagai pengelola utama.
Hal ini memberikan sinyal kuat bahwa standar profesionalisme dan tata kelola yang diterapkan akan mendekati sistem korporasi modern, sekaligus memastikan keberlanjutan usaha di tingkat desa.
Ketertarikan publik terhadap program ini semakin meningkat seiring dengan munculnya informasi terkait besaran gaji yang ditawarkan.
Banyak calon pelamar mempertanyakan apakah penghasilan yang diberikan akan setara dengan standar pegawai BUMN atau hanya mengacu pada Upah Minimum Provinsi (UMP).
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberikan gambaran awal bahwa skema pengupahan akan disesuaikan dengan latar belakang pendidikan pelamar, mulai dari lulusan D3 hingga S1.
Ia menyebutkan bahwa sistem penggajian tidak akan disamaratakan, melainkan mempertimbangkan kompetensi dan jenjang pendidikan.
“Skema gaji akan disesuaikan dengan pendidikan dan kemampuan. Ini bukan sekadar pekerjaan biasa, tapi tanggung jawab besar untuk menggerakkan ekonomi desa,” ujarnya dalam pernyataan yang dikutip dari Jawapos.com.
Pernyataan ini memperkuat asumsi bahwa posisi manajer Kopdes Merah Putih tidak bisa dipandang sebagai pekerjaan administratif semata, melainkan sebagai peran strategis dengan tanggung jawab luas.
Meski angka pasti belum diumumkan secara resmi, sejumlah pengamat memperkirakan gaji yang ditawarkan berada pada kisaran yang kompetitif.
Dalam praktik umum, posisi manajer di berbagai sektor memiliki rentang gaji mulai dari Rp7,5 juta hingga puluhan juta rupiah per bulan, tergantung pada skala usaha, lokasi, serta pengalaman kerja.
Jika dibandingkan dengan standar UMP tahun 2026, angka tersebut tentu tergolong tinggi. Sebagai ilustrasi, UMP di DKI Jakarta tercatat sebesar Rp5.729.870, sementara di Jawa Barat berada di kisaran Rp2.317.601.
Namun demikian, besaran gaji bukan satu-satunya daya tarik dari program ini. Kopdes Merah Putih hadir dengan misi besar untuk menghidupkan ekonomi desa melalui berbagai unit usaha produktif.
Manajer yang terpilih nantinya akan bertanggung jawab mengelola sejumlah sektor penting, mulai dari penyediaan kebutuhan pokok melalui toko sembako, layanan kesehatan dasar melalui apotek desa, hingga penguatan rantai distribusi lewat unit logistik yang mendukung aktivitas petani dan nelayan.
Dengan cakupan kerja yang luas tersebut, peran manajer menjadi sangat krusial dalam menentukan keberhasilan program.
Mereka tidak hanya dituntut memiliki kemampuan manajerial, tetapi juga kepekaan sosial dan pemahaman terhadap karakteristik ekonomi lokal. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, mengingat setiap desa memiliki potensi dan permasalahan yang berbeda-beda.
Untuk dapat bergabung dalam program ini, pemerintah telah menetapkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon pelamar.
Pendidikan minimal yang dibutuhkan adalah Diploma 3 (D3) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sekurang-kurangnya 2,75. Selain itu, batas usia maksimal ditetapkan pada 35 tahun, sehingga peluang ini terbuka luas bagi generasi muda yang ingin berkontribusi langsung dalam pembangunan desa.
Status kepegawaian yang ditawarkan adalah Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dengan durasi kontrak selama dua tahun. Skema ini memungkinkan adanya evaluasi kinerja secara berkala, sekaligus memberikan fleksibilitas bagi pengelola untuk memastikan kualitas sumber daya manusia yang terlibat tetap terjaga.
Dalam proses rekrutmen, pemerintah menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan secara transparan dan berbasis sistem nasional. Zulkifli Hasan secara tegas mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan program ini untuk melakukan penipuan. “Tidak ada jalur khusus atau pihak yang bisa menjamin seseorang diterima. Jika ada yang meminta uang dengan janji lulus, itu adalah penipuan,” tegasnya.
Peringatan ini menjadi penting mengingat tingginya minat masyarakat terhadap program tersebut. Dalam beberapa hari sejak dibuka, informasi terkait lowongan ini telah menyebar luas di berbagai platform digital, memicu lonjakan jumlah pendaftar dari berbagai daerah.
Antusiasme ini menunjukkan bahwa peluang kerja berbasis desa dengan dukungan pemerintah pusat masih menjadi daya tarik kuat di tengah persaingan pasar kerja yang semakin ketat.
Adapun pendaftaran program Kopdes Merah Putih dibuka dalam waktu yang relatif singkat, yakni mulai 15 April hingga 24 April 2026. Calon pelamar diwajibkan melakukan registrasi secara online melalui portal resmi yang telah disediakan pemerintah di alamat https://phtc.panselnas.go.id. Mengingat keterbatasan waktu, para pelamar diimbau untuk segera melengkapi seluruh dokumen yang dibutuhkan agar tidak kehilangan kesempatan.
Program ini dipandang sebagai langkah strategis dalam mendorong transformasi ekonomi desa sekaligus menciptakan lapangan kerja baru dalam jumlah besar.
Dengan melibatkan BUMN sebagai pengelola dan mengedepankan sistem rekrutmen berbasis merit, pemerintah berupaya memastikan bahwa Kopdes Merah Putih dapat berjalan secara profesional dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Jika berhasil diimplementasikan dengan baik, program ini berpotensi menjadi model baru dalam pembangunan ekonomi berbasis desa yang tidak hanya mengandalkan bantuan, tetapi juga mendorong kemandirian melalui pengelolaan usaha yang berkelanjutan.
Di sisi lain, bagi para pencari kerja, peluang menjadi manajer Kopdes Merah Putih bukan hanya soal penghasilan, tetapi juga kesempatan untuk berkontribusi langsung dalam membangun perekonomian bangsa dari akar rumput.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi