RADARSEMARANG.ID — Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) secara tepat waktu dan akurat kepada stakeholders, terutama terkait kinerja dan kondisi keuangan.
Program Keluarga Harapan (PKH) serta Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Triwulan II/2026.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan bahwa pemutakhiran DTSEN volume 2 dilakukan sebagai dasar untuk mendistribusikan bansos pada Triwulan II tahun 2026.
Pembaruan ini dilakukan agar distribusi bantuan sosial lebih tepat kepada yang membutuhkan.
Gus Ipul menjelaskan bahwa DTSEN selalu diperbarui setiap tiga bulan sekali.
Pada triwulan II bulan April ini, Kemensos menerima hasil pemutakhiran 10 hari lebih cepat dibandingkan triwulan sebelumnya.
"Alhamdulillah, ini berkat kesepakatan bersama agar penyaluran bisa lebih cepat. Ibu Kepala BPS beserta timnya dapat mempercepat penyerahan DTSEN hasil pemutakhiran tersebut sebanyak 10 hari, jadi biasanya pada tanggal 20, kini kita bisa terima pada tanggal 10. Alhamdulillah, untuk triwulan kedua ini kita sudah menerima pada tanggal 10," ujar Gus Ipul.
Gus Ipul menyampaikan bahwa DTSEN Volume 2 yang telah diperbarui ini akan digunakan sebagai dasar dalam menentukan bantuan sosial (Bansos) rutin PKH dan BPNT pada triwulan II tahun 2026.
"Saya sangat bersyukur, Alhamdulillah, DTSEN semakin kuat dan stabil, DTSEN terus melakukan langkah nyata, sehingga kesalahan semakin berkurang," katanya.
Gus Ipul menyampaikan bahwa pembaruan DTSEN secara berkala merupakan langkah untuk meningkatkan kejelasan, akurasi, dan kesesuaian data kepada stakeholder, terutama mengenai kinerja dan kondisi keuangan.
“Sebelumnya, stakeholder tidak mendapatkan data yang tepat waktu.”
Dan ada yang sebelumnya sudah menerima tetapi masuk ke kesalahan inclusion, sehingga tidak bisa menerima lagi.
Baca Juga: Heboh di Dunia Maya CPNS 2026 Benarkah Ada Tes History Media Sosial?
Jadi memang data ini dinamis,” jelasnya.
Selain itu, pemutakhiran DTSEN juga telah terintegrasi dengan data penduduk dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri agar data lebih akurat dan bisa dipercaya.
Penyaluran bansos dilakukan melalui dua jalur, yaitu perbankan yang tergabung dalam Himbara dan PT Pos Indonesia.
Untuk kuarta II/2026, Gus Ipul menjamin kualitas DTSEN akan lebih kuat lagi.
Kemensos ingin memastikan bahwa bantuan sosial di bulan April, Mei, dan Juni bisa diberikan tepat waktu dan sampai kepada masyarakat yang layak menerima.
Pemegang bantuan sosial wajib menerima pencairan bantuan secara teratur.
Namun, masih banyak orang yang bertanya bagaimana cara mengetahui apakah bansos sudah cair atau belum.
Hal ini bisa dipastikan melalui laman resmi.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau dikenal sebagai Gus Ipul, mengumumkan bahwa sekitar 11.014 keluarga penerima manfaat (KPM) telah dikeluarkan dari daftar penerima bantuan sosial atau terdapat kesalahan masuk dalam sistem.
Angka tersebut sama dengan 0,06% dari total penerima bantuan sosial tahap pertama.
Data penerima baru juga ditambahkan oleh Kemensos sebagai hasil dari pemutakhiran tahap kedua.
Dari 77.014 keluarga yang belum memiliki desil, sebanyak 26.176 keluarga telah lolos kualifikasi berdasarkan pemeriksaan langsung di lapangan.
Berdasarkan angka tersebut, sebanyak 25.665 keluarga masuk ke desil 1 sampai 5 dan memiliki kesempatan untuk menerima bansos.
Kemudian, 1.511 keluarga berada di desil 5-10 dan termasuk dalam kesalahan data inclusion.
Gus Ipul mengingatkan masyarakat agar selalu memeriksa bantuan sosial secara rutin melalui jalur resmi.
Orang yang ingin memberikan sanggahan atau laporan juga bisa melakukannya lewat aplikasi Cek Bansos Kemensos.
Cara memeriksa bantuan sosial dari Kementerian Sosial Tahap II bulan April 2026.
Pengecekan bantuan sosial di situs Kemensos tidak memakan waktu yang lama.
Cukup isi data diri secara lengkap sesuai dengan Nomor Induk Kependudukan pada Kartu Tanda Penduduk.
Inilah panduan untuk mengeceknya.
Baca Juga: Berapa Lama Durasi Ibadah Haji? Berikut Jadwal Rangkaian Ibadah Haji 2026
Cek Bansos Kemensos via Situs Resmi
Buka link https://cekbansos.kemensos.go.id/
Masukkan nomor NIK KTP yang benar dan sesuai.
Ketikkan 4 huruf kode yang terlihat dalam kotak kode.
Jika huruf kode tidak terlihat jelas, tekan ikon untuk mendapatkan huruf kode yang baru.
Klik tombol "CARI DATA"
Sistem cek bansos Kemensos akan mencari nama penerima manfaat (PM) berdasarkan wilayah yang Anda masukkan.
2. Cek Bansos Kemensos via Aplikasi
Selain menggunakan website, pemerintah juga membuat aplikasi bernama Cek Bansos yang bisa didownload di Play Store atau App Store.
Cara untuk mengeceknya sebagai berikut:
Buka aplikasi Cek Bansos
Pilih "Buat Akun" untuk pengguna baru
Isi semua informasi pribadi Anda, mulai dari nama lengkap, nomor NIK, alamat, sampai email dan kata sandi.
Unggah swafoto dan foto KTP
Klik tombol "Buat Akun Baru"
Jika tidak ada kesalahan dalam data, akun akan dibuat secara otomatis.
Jika diminta untuk memverifikasi email, buka kotak masuk email Anda untuk melanjutkan proses tersebut.
Jika berhasil login, buka menu "Profil"
Muncul keterangan jenis bantuan yang diterima
Cara Mengetahui Pencairan Bansos via Offline
Baca Juga: Pendaftaran CPNS 2026: Perkiraan Jadwal, Formasi dan Info Terbarunya
Jika cara online tidak bisa digunakan, penerima dapat melakukan pengecekan secara offline dengan datang langsung ke pemerintah setempat hingga ke dinas sosial. Tanyakan ke pegawai soal kondisi penerima manfaat dengan menunjukkan KTP Anda.
Dinsos memiliki data tentang penerima bantuan, sehingga bisa dilakukan pemeriksaan nama sesuai dengan data yang ada dan mengetahui apakah seseorang itu sudah terdaftar atau belum.
Jika tidak memungkinkan datang ke dinsos, bisa menghubungi Ketua RT/RW atau kelurahan setempat. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi