RADARSEMARANG.ID — Pada bulan Februari lalu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, memberi tahu bahwa akan ada tes CPNS pada tahun 2026 untuk mengisi jabatan yang kosong karena para pegawai negeri sipil (PNS) yang pensiun di tahun sebelumnya.
Rini menyampaikan bahwa jumlah pegawai negeri sipil yang pensiun pada tahun 2025 mencapai 160 ribu orang dan harus langsung digantikan.
Tes CPNS 2026 akan lebih menitikberatkan pada perekrutan lulusan baru yang baru saja selesai menempuh pendidikan mereka.
"Dan kami juga sudah menyiapkan sekitar 160 ribu form pensiun yang harus diisi," ujar Rini di kantornya, Jakarta, Selasa (24/2)
Sebelum mengikuti tes CPNS 2026, Rini akan memperhatikan lagi kebutuhan dalam hal kompetensi.
Mereka juga akan bekerja sama dengan pemerintah daerah terkait kebutuhan di wilayah tersebut.
Kementerian Keuangan membuka banyak lowongan pekerjaan untuk lulusan SMA agar dapat meningkatkan kemampuan teknis, terutama di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa lowongan tersebut dibuka untuk mengisi kebutuhan pekerjaan operasional di lapangan yang dianggap sangat mendesak.
Menurut Purbaya, untuk posisi teknis dibutuhkan tenaga kerja yang sudah siap bekerja di lapangan langsung.
Kalau soal keuangan, seperti yang saya sebutkan sebelumnya, kita buka di Bea Cukai sekitar 380 lulusan SMA.
Karena saya butuh orang yang benar-benar berada di tingkat teknis di lapangan.
"Mungkin bulan depan akan dibuka," kata Purbaya di kantornya, Selasa (7/4/2026).
Purbaya mendorong agar perekrutan kali ini dapat segera dijalankan.
Sang Bendahara Negara merasa proses perekrutan sebelumnya memakan waktu cukup lama.
Selain itu, mengenai rekrutmen CPNS secara umum tahun ini, Purbaya menegaskan bahwa tidak ada masalah terkait anggaran.
Namun, Purbaya mengingatkan bahwa urusan perekrutan berada di tangan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
"CPNS ada di MenpanRB. Anggaran harusnya ada," ujarnya.
Menkeu Purbaya memastikan bahwa meskipun tugas menentukan formasi ada di tangan Menpan-RB, bantuan anggaran dari Kemenkeu tetap tersedia.
Percepatan proses rekrutmen ini dianggap penting agar tidak muncul kekosongan dalam pelayanan publik karena banyaknya pegawai yang pensiun tahun lalu.
Bagi para calon pelamar yang lulusan SMA, lowongan kerja di Bea Cukai ini menjadi kesempatan langka dalam lingkungan kementerian teknis, karena biasanya standar kualifikasi di Kemenkeu lebih banyak ditentukan oleh lulusan diploma atau sarjana.
Purbaya juga mengakui bahwa proses perekrutan sebelumnya membutuhkan waktu yang cukup lama.
Oleh karena itu, ia mendorong agar proses ini segera dilakukan agar kinerja DJBC lebih efektif.
Langkah Kemenkeu membuka lowongan untuk lulusan SMA ini dianggap sebagai kabar baik, karena biasanya posisi di kementerian tersebut umumnya diisi oleh lulusan diploma atau sarjana.
Diharapkan para pemuda lulusan SMA dapat membantu menguatkan pengawasan di pelabuhan, perbatasan, dan titik-titik pabean lainnya.
Purbaya menjelaskan bahwa kebijakan mempekerjakan lulusan SMA dilakukan karena adanya kebutuhan mendesak akan tenaga kerja di tingkat operasional.
Karakteristik pekerjaan di Bea Cukai, khususnya dalam tugas pengawasan dan pelayanan kepabeanan, membutuhkan tenaga manusia yang siap diterjunkan langsung ke lapangan.
"Karena saya membutuhkan orang yang bekerja di Bea Cukai, yang benar-benar berada di level teknis di lapangan," tegas Bendahara Negara tersebut. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi