RADARSEMARANG.ID — Pemerintah sekarang sedang mempersiapkan pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026 dengan jumlah formasi yang cukup besar, yaitu sekitar 160 ribu posisi.
Ini adalah langkah penting yang diambil karena akan ada banyak pegawai negeri sipil yang pensiun pada tahun 2025, yaitu sekitar 160.000 orang, sehingga perlu ada pergantian pegawai secara cepat agar pelayanan publik tetap berkualitas.
Rekrutmen CPNS 2026 Fokus Talenta Muda.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, mengatakan bahwa seleksi CPNS di masa depan akan lebih menitikberatkan pada pencarian talenta muda, terutama lulusan baru.
Ini memberi harapan baru bagi para pencari kerja yang ingin memulai karier di bidang pemerintahan.
Kemarin kita memang fokus banyak pada penyelesaian tenaga honorer.
Masa depannya, “saya berharap bisa fokus pada para lulusan baru agar mereka bisa bergabung menjadi bagian dari birokrasi," jelas Rini di Jakarta.
Baca Juga: Jadwal Piala Dunia 2026: Sabtu 20 Juni 2026, Lokasi Stadion, Grup, Negara yang Bertanding
Meski begitu, pengumuman resmi mengenai jadwal seleksi CPNS 2026 masih belum dikeluarkan karena proses rekrutmen ASN membutuhkan persiapan yang matang.
Saat ini, KemenPAN-RB masih menghitung kebutuhan kompetensi spesifik bagi setiap instansi dan bekerja sama dengan Kementerian Keuangan agar persiapan anggaran dalam APBN berjalan lancar.
Kebijakan Pertumbuhan Nol dan Negatif, Seleksi yang Ketat dan Efisien
Rekrutmen CPNS tahun 2026 akan mengikuti kebijakan zero growth dan minus growth, artinya jumlah penerimaan CPNS akan disesuaikan dengan jumlah pegawai negeri sipil yang pensiun, atau bahkan lebih sedikit daripada itu.
Oleh karena itu, proses seleksi akan sangat ketat dan lebih mengutamakan efisiensi.
Baca Juga: Permendikdasmen Nomor 10 Tahun 2026 Terbit, Pencairan TPG April 2026 Berubah Guru Wajib Tahu
Prediksi prioritas pembentukan formasinya mencakup sektor pendidikan, kesehatan, serta bidang teknis dan pelayanan publik.
Dalam bidang pendidikan, pemerintah akan fokus pada guru, dosen, dan tenaga pendidik.
Sektor kesehatan membutuhkan berbagai tenaga seperti dokter, perawat, dan pekerja medis lainnya.
Selain itu, lulusan SMA atau SMK juga bisa mendaftar untuk posisi pekerjaan teknis seperti penjaga tahanan, pengamat Gunung Api dari BMKG, serta petugas karantina.
Para pelamar yang ingin melamar pekerjaan disarankan untuk mempersiapkan diri dengan baik, baik dalam hal administrasi maupun kemampuan menghadapi tes seleksi, terutama tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).
Masyarakat diminta untuk memperhatikan informasi resmi dari pemerintah dan berlatih mengerjakan soal-soal tes berbasis komputer.
Saat menunggu pengumuman resmi, sebaiknya pelamar merencanakan strategi dengan mengajukan lamaran ke kementerian atau lembaga yang masih memiliki sedikit peminat.
Berdasarkan data dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) hasil seleksi sebelumnya, ada 15 instansi pusat yang jumlah pendaftar mereka masih sedikit sampai tahap mengirimkan formulir, seperti Kemenko PMK dengan 133 orang yang mengirimkan, BRIN dengan 334 orang, dan KemenPAN-RB dengan 401 orang.
Dengan mengetahui data tersebut, pelamar bisa meningkatkan kesempatan lolos CPNS dengan memilih formasi yang memiliki lebih sedikit pesaing.
Baca Juga: Begini Penjelasan Menkeu Purbaya Soal Gaji Ke-13 ASN
Tahapan Pendaftaran CPNS 2026 di SSCASN
Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara online melalui portal resmi Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) yang dikelola oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) di alamat https://sscasn.bkn.go.id. Berikut tahapan lengkapnya:
1. Akses portal resmi SSCASN.
2. Buat akun dengan mengisi informasi seperti NIK, nomor KK, nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat email aktif, serta nomor telepon seluler.
3. Login dengan menggunakan NIK dan password yang sudah terdaftar.
4. Lengkapi biodata dan unggah swafoto sesuai ketentuan.
5. Pilih formasi dengan memastikan pendidikan sesuai persyaratan.
6. Unggah dokumen yang diperlukan dalam format dan ukuran yang telah ditentukan.
7. Pastikan resume sudah diperiksa dan pendaftaran telah selesai dengan mengklik “Akhiri Pendaftaran” agar tidak status Tidak Memenuhi Syarat (TMS).
8. Cetak bukti pendaftaran sebagai dokumen resmi.
Dokumen Wajib Persiapan Pendaftaran
Kelengkapan berkas menjadi hal yang menentukan keberhasilan dalam proses administrasi.
Baca Juga: Turunan Silayur Semarang Makan Korban Lagi, Truk Kontainer Rem Bling Hajar Dua Mobil
Dokumen yang harus disiapkan dalam bentuk digital antara lain”
KTP elektronik,
Kartu Keluarga (KK),
ijazah dan transkrip nilai,
foto berlatar belakang merah,
foto diri untuk verifikasi SSCASN,
surat lamaran dan pernyataan yang telah diberi meterai elektronik dan tanda tangan,
serta dokumen tambahan seperti sertifikat TOEFL,
STR untuk tenaga kesehatan,
Serdik untuk guru, atau
sertifikat keahlian lain sesuai dengan formasi yang dilamar. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi