RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah (Jateng) memanggil Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sumarno.
Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, 11.00, Senin (16/3/2026) ia hadir bersama beberapa pejabat seperti Kepala Biro Hukum dan Kepala Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Jawa Tengah. Ia memasuki ruang pidana khusus bersama rombongan. Pukul 12.07 ia keluar ruangan.
Saat ditemui, Sumarno mengaku tengah dikonfirmasi mengenai bantuan keuangan."Iya konfirmasi soal bantuan keuangan itu seperti apa, gitu," katanya.
Lebih lanjut ia menyatakan urusan itu tidak di provinsi. Melainkan di kabupaten/kota. Ditanya apakah ada indikasi penyimpangan atau lainnya, ia belum mengetahui.
"Iya di kabupaten/kota. Tapi secara lebih (detail) belum ada. (Ada indikasi apa?) Belum belum ada info saya. Masih pertanyaan saja," tambahnya.
Sementara itu, Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Aspidsus Kejati Jateng) Ade Hermawan membenarkan pemanggilan sekda.
Ia menerangkan pemeriksaan itu mengenai adanya penyelidikan terkait pengadaan Interactive Flat Panel (IFP) tahun 2024. IFP merupakan program Presiden Prabowo soal digitalisasi pembelajaran layar sentuh yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
"(Pak sekda) Dia diminta keterangan saja terkait terkait kegiatan tersebut. Jadi kita minta keterangan terkait kegiatan tersebut prosesnya seperti apa," jelasnya.
Aspidsus Ade mengatakan adanya pemeriksaan itu karena dirinya sedang melakukan penyelidikan di 13 kabupaten/kota.
"Kami ngecek saja dulu ada dugaan dari pengadaan itu, ada laporan masuk ya kita tindak lanjutin. Kalau penyelidikan ini kan terkait ada atau tidaknya tindak pidana yang terjadi. Jadi terminologi penyelidikan," jelas dia.
Dia menerangkan, pemeriksaan itu ada di 13 kabupaten/kota. Namun, mereka belum dipanggil. Baru sekda dan rombongan saja. Namun ke depan akan dilakukan pemanggilan.
"Kalau sementara ini baru Pak Sekda. Nantinya juga 13 kabupaten kota itu juga dilayangkan pemanggilan? Ketika diumumkan oleh penyelidik, tentu kita minta keterangan," tutur dia.
Adapun, pemeriksaan yang berlangsung satu jam itu mengenai pengadaan Interactive Flat Panel (IFP) tahun 2024. Diketahui, IFP itu merupakan program Presiden Prabowo.
"Soal Interactive Flat Panel (IFP) yang ada di sekolah-sekolah itu," tambahnya. (ifa)
Editor : Baskoro Septiadi