RADARSEMARANG.ID, Semarang – Ketua DPD Golkar Jateng, Mohammad Saleh, merespons kabar operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.
Ia menegaskan partainya menghormati proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ia pun mengaku prihatin terhadap kejadian tersebut. Pihaknya pun berharap menjadi pembelajaran bersama.
"Kami dari Golkar Jateng tentu prihatin atas kejadian ini, semoga ini jadi pembelajaran bagi kami semua,” kata Saleh saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (3/3).
Saleh mengaku baru mengetahui kabar tersebut dari pemberitaan media online. Pihaknya pun mengaku belum menerima informasi detail mengenai perkara yang menjerat kadernya itu.
“Kami dapat berita di media online terkait Bu Fadia. Kami menghargai proses hukum yg dilakukan oleh KPK. Kita tunggu aja hasil dari proses penyelidikan dalam 1x24 jam dari KPK,” ujarnya.
Sementara terkait kemungkinan pendampingan hukum, ia mengaku siap membantu. Kendati demikian Saleh masih menunggu permintaan langsung dari Bupati Fadia.
“Kami akan menunggu dari permintaan dari Bu Fadia jika memang membutuhkan pendampingan hukum. Tentu semuanya nanti akan kami laporkan ke DPP Golkar jika sudah ada update terkini dari KPK,” imbuhnya.
Saleh menegaskan, Partai Golkar sebenarnya telah mengingatkan seluruh kader untuk berhati-hati dalam menjalankan tugas, khususnya bagi yang duduk di eksekutif maupun legislatif.
Arahan ini juga telah disampaikan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dalam Rapimnas Golkar di Jakarta, Desember 2025 lalu.
“Waktu Rapimnas Golkar di Jakarta bulan Desember 2025, Ketua Umum Bahlil, sudah mengimbau agar kader Golkar yang di eksekutif dan legislatif atau di manapun agar tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum atau dalam pengambilan keputusan yangg tidak melanggar hukum. Tentu himbauan ini harus kita sampaikan ke bawah,” tegasnya. (kap)
Editor : Baskoro Septiadi