Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Perang AS-Israel vs Iran Memanas, Biro Umrah Tunggu Kepastian Keberangkatan di Bulan Syawal

Khafifah Arini Putri • Senin, 2 Maret 2026 | 12:31 WIB

Salah satu calon jemaah umrah berdiskusi tentang keberangkatan umrah di Biro Travel Umrah dan Haji Dewangga di Kota Semarang.
Salah satu calon jemaah umrah berdiskusi tentang keberangkatan umrah di Biro Travel Umrah dan Haji Dewangga di Kota Semarang.

 

RAARSEMARANG.ID, Semarang - Konflik yang memanas di Timur Tengah pasca serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran mulai berimbas pada jemaah umrah asal Indonesia. Termasuk di Jawa Tengah (Jateng).

Pemerintah melalui Kementerian Haji bahkan mengeluarkan imbauan terkait penundaan sementara keberangkatan umrah hingga situasi kondusif.

Imbauan ini pun menjadi perhatian para penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) di Jawa Tengah. Salah satunya CEO Dewangga Group, Endro Dwi Cahyono. Ia menceritakan dampah langsung kondisi di lapangan.

Endro menyebut di biro travel Dewangga miliknya, untuk keberangkatan di bulan Ramadan dinyatakan lancar.

Sebab para jemaah sudah selesai menjalankan ibadah umrah. Kendati demikian masih ada satu grup yang berada di Tanah Suci.

"Jemaah Dewangga untuk bulan Ramadan ini sudah berangkat semua, jadi tidak ada yang tertunda. Namun saat ini masih ada grup yang masih di Saudi, Insyaa Allah pulangnya hari ini," kata Endro saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Senin (2/3).

Ia menyebut dalam satu grup itu ada sekitar 40 jemaah umrah yang dijadwalkan pulang hari ini, Senin, 2 Maret 2026. Hingga kini ia mengaku belum ada penundaan penerbangan dari maskapai.

"Berdasarkan koordinasi belum ada penundaan. Kebetulan kami menggunakan masakapi yang langsung direct dari Saudi Arabia ke Jakarta," tegasnya.

Pihaknya menjelaskan imbas yang lebih terasa ialah pada maskapai yang memiliki rute transit di negara-negara Timur Tengah seperti Qatar, Dubai, dan Abu Dhabi.

Lebih lanjut Endro menyebut Meski tidak ada jadwal keberangkatan umrah hingga Lebaran, Dewangga tercatat masih memiliki empat grup yang dijadwalkan berangkat pada bulan Syawal mendatang. Situasi konflik ini pun menjadi pekerjaan rumah (PR) baru.

"Kami memiliki empat grup (keberangkatan umrah) di bulan Syawaal. Pesawatnya ada yang naik Scoot, Qatar, Garuda. Nah ini yang menjadi PR kemungkinan yang Qatar dan Scoot (ditunda). Kalau Scoot mereka sudah mengumumkan untuk sementara ditunda," ungkapnya.

Pihaknya pun berharap memanasnya situasi di Timur Tengah ini segera reda. Sehingga jemaah umrah yang ingin beribadah ke Tanah Suci tidak terganggu perjalanannya.

Endro pun mengimbau kepada calon jemaah umrah dan keluarga tetap tenang. Ia memastikan asosiasi dan pemerintah terus berkoordinasi melakukan langkah antisipasi.

"Saya mengimbau juga menyampaikan kepada keluarga yang masih menunggu sanak saudaranya yang sedang melaksanakan ibadah umrah untuk tenang. Dari asosiasi dan pemerintah juga melaksanakan fungsinya untuk melakukan antisipasi, mitigasi, semua sudah dilakukan," bebernya.

Jika nantinya keberangkatan harus ditunda. Pihaknya memastikan akan bertanggung jawab penuh, termasuk penjadwalan ulang.

“Nanti biro, khususnya Dewangga akan bertanggung jawab mengurus semuanya. Jenengan (para jemaah umrah) tidak usah terlalu khawatir kalau memang harus di-reschedule nanti kita akan carikan jadwal terbaik yang paling cocok dengan jadwal dari masing-masing jemaah,” tandasnya. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
#keberangkatan umrah #timut tengah #ibadah umrah #biro travel #jemaah umrah #serangan amerika