Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pers Sehat, Pers yang Merdeka dan Bertanggung Jawab

Ida Nor Layla • Senin, 16 Februari 2026 | 13:26 WIB
HPN : Kepala Dinas Komdigi Provinsi Jateng Agung Hariyadi membacakan sambutan Gubernur Ahmad Luthfi dalam resepsi HPN Tingkat Jateng 2026 dan HUT ke-80 PWI di Pendopo Ki Gede Sebayu, Kota Tegal.
HPN : Kepala Dinas Komdigi Provinsi Jateng Agung Hariyadi membacakan sambutan Gubernur Ahmad Luthfi dalam resepsi HPN Tingkat Jateng 2026 dan HUT ke-80 PWI di Pendopo Ki Gede Sebayu, Kota Tegal.

RADARSEMARANG.ID, Tegal  – Pers yang sehat, adalah pers yang merdeka, namun tetap bertanggung jawab. Pers yang berani mengkritik, namun juga bijak dalam menyampaikan. Pers yang tidak hanya menjadi penyampai kabar, tetapi juga penjernih informasi di tengah derasnya arus disinformasi.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya pada peringatan Hari Pers Nasional  (HPN) tingkat Jateng tahun 2026. Itu selaras dengan tema HPN 2026 ''Menyehatkan Peran Kontrol Sosial untuk Memperkuat Kemerdekaan Pers", yang dinilainya juga sangat relevan dengan dinamika zaman.

Sambutan tertulis gubernur tersebut dibacakan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Digital (Komdigi) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Agung Hariyadi dalam malam resepsi peringatan HPN Tingkat Jateng 2026 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PWI di Pendopo Ki Gede Sebayu, Kota Tegal, Sabtu malam 14 Februari 2026.

Dia tegaskan, saat ini Jateng sedang fokus pada percepatan infrastruktur, pengentasan kemiskinan ekstrem, serta digitalisasi  birokrasi. Dalam agenda besar tersebut, pihaknya mengajak pers turut menyosialisasikan program pembangunan agar masyarakat memahami tujuan pembangunan dan berpartisipasi secara aktif. “Informasi yang jernih dan utuh akan melahirkan kepercayaan publik. Dan kepercayaan adalah fondasi utama keberhasilan pembangunan,'' bebernya.

Pada sambutan tersebut, gubernur juga memberikan kesempatan kepada pers untuk memastikan proyek-proyek strategis berjalan tanpa penyimpangan melalui jurnalisme investigasi yang objektif dan berimbang.

''Kritik yang konstruktif merupakan vitamin demokrasi. Kontrol sosial yang sehat akan membuat kami lebih waspada, lebih transparan, dan lebih bertanggung jawab dalam setiap kebijakan,'' tambahnya.

Dalam puncak HPN yang digelar PWI Jateng bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal tersebut, hadir antara lain WaIi Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya, Ketua Baznas Kota Tegal H Harun Abdi Manaf, Rektor Universitas Semarang Supari Priambodo,  External Communication Officer SIG Ahmad Parno Saverillah, dan Sekretaris Dewan Penasihat PWI Pusat Sasongko Tedjo.

WaIi Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menambahkan, pers punya peran strategis sebagai penyampai informasi. Media juga turut berperan sebagai pengubah perilaku masyarakat berkat informasi yang disampaikan.

''Kami mengajak pers untuk menjadi mitra strategis dalam mengangkat  potensi Kota Tegal. Silakan eksplor kota yang memiliki keunggulan di berbagai sektor. Semua serba ada di Tegal dan menjadi kota tujuan wisata. Jika dulu orang Cirebon lebih condong bepergian ke arah Barat, kini memilih ke Tegal,'' terangnya.

Pada kesempatan itu, Sasongko Tedjo dari PWI Pusat menceritakan sejarah penetapan HPN yang setiap tahun diperingati. Menurut dia, baru saat ini pers menghadapi tantangan besar.

''Pertanyaan yang sering mengemuka adalah ''masihkah wartawan diperlukan oleh masyarakat?''. Digitalisasi melalui medsos, TikTok, membuat semua serba cepat diketahui oleh masyarakat. Dulu peristiwa hari ini baru diketahui besok oleh masyarakat lewat koran,'' kata mantan ketua PWI Jateng itu.

Dia ingin pers menjaga kredibilitasnya sebagai sumber informasi yang terpercaya. Pers harus menjadi clearing house atau rumah penjernih informasi yang bisa memverifikasi, menyaring, dan mengklarifikasi simpang siur informasi atau hoaks yang beredar di masyarakat, khususnya di era digital.

Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang ikut menyukseskan HPN tingkat Jateng, khususnya Pemkot Tegal, Pemkab Tegal, dan pengurus PWI Kota Tegal dan PWI Kabupaten Tegal.

Dia juga mengingatkan tentang pers yang harus beradaptasi dengan perubahan-perubahan teknologi salah satunya kecerdasan buatan (AI).

''Pertanyaan terbesar kita sebagai garda terdepan penyampai informasi adalah, apakah nantinya media ini tanpa manusia, ataukah media ini yang lebih manusiawi? Media tanpa manusia, atau media harus lebih manusiawi,'' katanya.

Meskipun diwarnai hujan, penyelenggaraan HPN di Kota Tegal berlangsung sukses dan guyub. Salah satu warna dalam perinngatan itu adalah pemberian santunan bagi para mustahik dan penghargaan kepada para wartawan senior asal Tegal. (ida)

Editor : Ida Nor Layla
#PWI Jateng #HUT PWI 80 #HPN 2026