RADARSEMARANG.ID - Bergabungnya pelatih asal Indonesia, Harry Hartono ke dalam jajaran kepelatihan tunggal putra Malaysia langsung menjadi sorotan.
Harry Hartono mengatakan ia tidak merasa tertekan untuk meniru kesuksesan masa lalunya dengan bintang-bintang Indonesia seperti Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting.
Hartono secara resmi memulai masa tugasnya di Akademi Badminton Malaysia (ABM) hari ini (10 Februari), setelah diangkat bulan lalu dengan kontrak hingga 2028.
Meskipun memiliki latar belakang yang terkenal, pelatih asal Indonesia itu mengesampingkan saran bahwa ekspektasi akan membebaninya.
“Saya tidak merasakan tekanan apa pun karena bagi saya, ini adalah tentang profesionalisme,” ujar Hartono.
“Karena saya sekarang berada di BAM, fokus saya adalah meningkatkan pemain yang ada di sini,” tambahnya.
Pengangkatannya adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk Olimpiade Los Angeles 2028, di mana BAM berharap dapat menghasilkan meraih medali emas Olimpiade pertama Malaysia.
Hartono juga telah menetapkan target ambisius, bertujuan untuk menghasilkan pebulutangkis yang mampu menjadi peringkat 1 dunia dan juara dunia.
Pelatih berpengalaman ini, yang juga melatih peringkat 6 dunia Chou Tien Chen selama lima tahun di Taiwan, menggambarkan kepindahannya sebagai tantangan baru.
Ia baru saja bergabung kembali dengan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pada September tahun lalu.
“Yang mungkin membuat saya pindah ke BAM adalah prospek tantangan baru,” ujarnya Hartono
“Ini adalah negara kedua yang saya tempati setelah Taiwan,” tambahnya.
Bekerja bersama Tey Seu Bock dan K. Yogendran, Hartono terkesan dengan daya saing yang ditunjukkan pada hari pertamanya.
Ia secara khusus mencatat mentalitas peringkat 26 dunia Leong Jun Hao dan peringkat 39 dunia Justin Hoh.
“Saya sangat senang melihat bahwa para pemain memiliki semangat bertarung yang baik,” katanya.
“Itu hanya masalah bagaimana menjaga konsistensi mereka. Jun Hao dan Justin memiliki semangat bertarung dan rasa tanggung jawab yang sangat baik,” ungkap Hartono.
Direktur pelatih tunggal nasional Kenneth Jonassen akan memfasilitasi tanggung jawab khusus Hartono setelah periode penilaian selama satu bulan.
Meskipun Hartono berhati-hati dalam merinci perubahan taktis begitu awal, ia menunjukkan bahwa peningkatan teknis dan fisik tetap menjadi prioritas.
Pelatih lain kelahiran Indonesia yang bekerja di Malaysia adalah Herry Iman Pierngadi, Muhammad Miftakh (ganda putra), Nova Widianto (ganda campuran, dan Rexy Mainaky (direktur pelatih ganda). (dan)
Editor : Baskoro Septiadi