Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Manajemen RSUP Dr Kariadi Kariadi Tepis Isu Miring Usai Disebut Krisis Kepimpinan dan Tidak Adil

Ida Fadilah • Selasa, 10 Februari 2026 | 08:34 WIB

 

Petugas RS Kariadi saat merapikan kamar Paviliun Garuda yang digunakan pasien cangkok tulang sumsum, Senin (14/4/2025).
Petugas RS Kariadi saat merapikan kamar Paviliun Garuda yang digunakan pasien cangkok tulang sumsum, Senin (14/4/2025).

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Beredarnya isu miring perihal krisis kepemimpinan dan ketidakadilan, managemen RSUP Dr Kariadi buka suara.

Dalam media sosial, mencuat informasi sejak pergantian direktur utama pada 2024, terjadi kekacauan, mulai dari pemotongan remunerasi, petrus pegawai, lahan parkir hingga menambah pejabat.

Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr. Kariadi Semarang Ir. Vivi Vira Viridianti, isu tersebut tidaklah benar.

Dirinya lantas menyampaikan klarifikasi resmi, pasalnya sejumlah informasi dan unggahan di media sosial itu berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Vivi menyatakan, dari beragam isu tersebut di antaranya mempersoalkan kondisi area parkir di rumah sakit tersebut.

Menurutnya, area parkir sebagaimana yang ditampilkan dalam unggahan media sosial merupakan lahan yang sedang dipersiapkan untuk pembangunan Gedung Medik Sentral.

"Kami tetap menyediakan lahan dan gedung parkir bagi pengunjung maupun pegawai yang dievaluasi secara berkala," kata dia pada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (10/2/2026).

Tak hanya itu, Vivi lantas menjawab soal isu remunerasi dan pengelolaan SDM. Ia secara tegas menyatakan tidak terjadi pemotongan remunerasi pegawai.

"Remunerasi diberikan sesuai regulasi yang berlaku dan disosialisasikan secara rutin setiap bulan. Pengangkatan pejabat dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi dan melalui uji kompetensi resmi Direktorat SDM RSUP Dr. Kariadi," imbuhnya.

Vivi juga menepis isu pendanaan pembangunan yang disampaikan dibiayai utang, padahal tidak. Ditambah lagi, Vivi mengungkap kondisi Tenaga Outsourcing (OS) RS Kariadi 2025 banyak menerima ASN Baru (PNS & PPPK) sehingga kebutuhan OS perlu dievaluasi kembali. Tenaga outsoursing diberikan BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan meliputi JKK, JKM dan JHT/JP.

Menyoal penggunaan kendaraan dinas, ia buka suara jika kendaraan operasional Direksi disewa melalui koperasi dari tunjangan transportasi direksi. Hal itu pun praktis memberikan manfaat bagi kesejahteraan anggota koperasi pegawai.

Atas beredarnya isu miring tersebut, pihaknya meminta masyarakat agar tidak mudah percaya pada kabar tanpa dasar.

"RSUP Dr. Kariadi mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi dari sumber resmi dan berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, transparan, dan berintegritas," tutupnya. (ifa)

Editor : Baskoro Septiadi
#RSUP dr Kariadi