RADARSEMARANG.ID – Menjelang pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milan–Cortina yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Februari waktu setempat, kekhawatiran terkait kesiapan infrastruktur mencuat di Cortina d’Ampezzo, salah satu kota tuan rumah ajang olahraga musim dingin tersebut.
Sorotan utama tertuju pada pembangunan kereta gantung Apolonio Sokrepes, yang direncanakan menjadi sarana utama pengangkutan penonton menuju arena ski alpine putri di Tofana.
Hingga beberapa hari sebelum upacara pembukaan, proses konstruksi kereta gantung tersebut masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.
Surat kabar Jerman Die Welt melaporkan bahwa mendekatnya Olimpiade tidak diiringi dengan kesiapan penuh infrastruktur di Cortina.
Dalam laporannya, media tersebut menyebut bahwa belum ada kepastian kapan pembangunan kereta gantung akan selesai.
Seorang pekerja memperkirakan proyek tersebut masih membutuhkan waktu sekitar dua minggu, sementara insinyur lain menyebut kemungkinan satu minggu.
Ketidakpastian ini semakin diperkuat oleh sikap manajer proyek yang enggan memberikan keterangan lebih lanjut.
Akibat keterlambatan tersebut, penyelenggara mulai mempertimbangkan alternatif transportasi, seperti penambahan armada bus antar-jemput untuk mengangkut atlet dan penonton menuju lokasi pertandingan. Langkah ini dinilai penting untuk meminimalkan gangguan terhadap jalannya kompetisi.
Dampak dari proyek infrastruktur yang belum rampung juga dirasakan oleh masyarakat setempat.
Otoritas lokal dikabarkan mempertimbangkan penutupan sekolah pada beberapa tanggal selama Olimpiade, guna menghindari kemacetan lalu lintas yang berpotensi terjadi akibat aktivitas konstruksi dan meningkatnya mobilitas pengunjung.
Cortina d’Ampezzo, yang terletak di kawasan Pegunungan Dolomit, merupakan resor pegunungan dengan populasi sekitar 5.000 jiwa dan memiliki sejarah sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 1956.
Baca Juga: Tol Jogja–Solo dan Jogja–Bawen Siap Urai Kemacetan saat Lebaran 2026
Meski antusiasme terhadap Olimpiade kembali menguat, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa persiapan infrastruktur dan pelaksanaan ajang olahraga internasional tersebut masih berjalan beriringan hingga detik-detik terakhir.
Editor : Baskoro Septiadi