Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pelaku Pembunuhan di Pengkol Boyolali Ditangkap di Rumah Pamannya di Kudus

Muhammad Hariyanto • Jumat, 30 Januari 2026 | 17:47 WIB

 

Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID - Tidak sampai 24 jam, Jatanras Polda Jateng berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis di sebuah rumah mewah di Desa Pengkol Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali, Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 15.30. 

Kasus ini, pelakunya juga terungkap, tak lain adalah tetangga korban. Pelaku diketahui bernama Agus Ratmono, 42, warga Pengkol, Boyolali. 

Pelaku berhasil diringkus oleh anggota Jatanras Polda Jateng dan Resmob Polres Boyolali dalam sebuah penggerebegan di wilayah Dukuh Karangsambung, Karangsambong, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 06.00.

Rumah tersebut merupakan tempat kerabat pelaku yang diduga untuk bersembunyi usai melakukan aksi pembunuhan sadis ini. 

Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Anwar Nasir membernarkan pengungkapan kasus ini. Pelakunya juga telah diamankan.

"Iya, pelakunya tetangganya sendiri, jaran antara rumah pelaku dengan korban sekitaran 500 mete. Pelakunya satu orang, diamankan di Kudus," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (30/1/2026). 

Namun, Kombes Pol Anwar Nasir belum bersedia memberikan keterangan secara detail dengan alasan masih dalam proses penanganan oleh pihak Polres Boyolali. 

"Itu pembunuhan berencana, yang diincar ibunya, tapi ibunya selamat dan si anak meninggal. Untuk lain-lainnya, ditangani Polres Boyolali. Nanti akan dirilis disana (Polres Boyolali," katanya. 

Korban dalam pembunuhan ini adalah seorang bocah perempuan masih berusia 6 tahun, berinisial AO. Jenasah AO ditemukan meninggal dalam kondisi mengenaskan, kepalanya masuk ke dalam ember berisi air di dalam kamar mandi. 

Sedangkan ibu AO, Daryanti, 34, ditemukan dalam kondisi sudah berdarah-darah mengalami luka bagian leher akibat tusukan senjata tajam di dalam ruangan rumah.

Daryanti, sekarang masih dalam perawatan intensif di rumah sakit.

Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana, terkonfirmasi juga membenarkan kasus tersebut telah terungkap dan pelakunya ditangkap.

"Alhamdulillah pelaku sudah diamankan tadi pagi di Kudus. Barang bukti sepeda motor juga sudah kita dapatkan di Kudus. Pelaku kabur ke Kudus naik membawa kabur motor korban," katanya.

Kapolres juga mengatakan sekarang pelaku masih dalam proses penanganan penyidik untuk pendalaman dan proses hukum selanjutnya.

"Ini masih diperiksa penyidik. Nanti akan kita dalami motif dan sebagainya. Nanti akan kita lakukan kumpulan keterangan para saksi dan ibu korban, karena ibu korban bisa kita mintai keterangan masih dalam perawatan di rumah sakit ," jelasnya.

Korban AO juga telah dilakukan otopsi guna mengungkap penyebab pasti kematiannya. Setelah otopsi juga dilakukan pemakaman.

"Sudah kita lakukan otopsi, tapi belum diketahui menunggu hasilnya. Kalau kondisi ini korban Alhamdulillah sudah membaik," katanya. 

Kali pertama kali yang mengetahui peristiwa tragis ini adalah Ngatirin, paman korban. Berawal saat Ngatirin mendapat telpon dari Purwanto, yang menyampaikan untuk melakukan pengecekan ke rumah isterinya.

Sesampai rumah korban, Ngatirin langsung terkejut melihat kerabatnya terkapar berdarah-darah di dalam ruangan rumah. Seketika, itu Ngatirin langsung menyelamatkan Daryanti dibawa ke RSUD guna mendapatkan perawatan medis. 

Beruntung, kondisi Daryanti bisa berkomunikasi dan menyampaikan kondisi AO, yang mengalami nasib sama. Kemudian, dilakukan pengecekan ternyata AO kondisinya justru lebih tragis, terkapar di ember dan sudah meninggal. 

Pihak kepolisian yang mendapat laporan kejadian ini langsung meluncur menuju lokasi dan mengamankan lokasi kejadian. Selanjutnya, dilakukan olah TKP guna penyelidikan untuk pengungkapan.

Disisi lain, peristiwa tragis ini, suami korban tidak berada di rumah, melainkan perantauan di luar Jawa jualan masakan kambing. Sedangkan di rumah tersebut hanya dihuni oleh Daryanti dan dua anaknya. 

Beruntungnya anak yang pertama sedang tidak di rumah. Informasi ada yang menyebut sedang berada di rumah neneknya, ada juga yang menyebut sedang pergi mengaji.

Tak ada yang mengetahui kejadian pembunuhan ini. Sebab, rumah korban jauh dari tetangga yang jaraknya terpisah dengan lahan luas. 

Sementara informasi yang diperoleh, motif kasus ini diduga ada kaitannya dengan buntut utang piutang pelaku kepada korban. Pelaku diduga memiliki hutang dengan kisaran uang senilai jutaan rupiah.

Masih informasi yang diperoleh, jumlah hutang pelaku kisaran Rp 2 juta. Lantaran tak kunjung membayar, korban sering menagih dan akhirnya terbayar separuh, atau Rp 2 juta. 

Namun, sisanya belum terbayarkan hingga sekarang. Lantaran sering ditagih, pelaku merasa sakit hati hingga akhirnya melakukan pembunuhan sadis ini. Nahas, anak kedua pasangan ini, tutut menjadi sasaran kekerasan hingga akhirnya meninggal dengan tragis. 

Menanggapi motif tersebut, Kapolres mengatakan belum bisa menyimpulkan hal tersebut. Menurutnya, pelaku masih dalam pemeriksaan oleh penyidik. 

"Untuk motif masih kita dalami, itu kan baru asumsi, kita gak berani menyimpulkan itu, nanti nunggu hasil pemeriksaan penyidik," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (30/1/2026).

"Nanti kita juga mintai keterangan dulu para saksi dan ibu korban, karena kondisinya masih belum bisa dimintai keterangan," katanya. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
#PEMBUNUHAN #Boyolali