RADARSEMARANG.ID – Bulan Syaban 1447 Hijriah telah tiba dan menjadi salah satu momen paling istimewa bagi umat Islam.
Bulan ini dikenal sebagai waktu persiapan spiritual sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Pada bulan inilah Rasulullah SAW memperbanyak ibadah, khususnya puasa sunah,
sebagai bentuk kecintaan dan ketaatan kepada Allah SWT. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan dan selalu dinanti kehadirannya adalah puasa Ayyamul Bidh.
Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunah yang dikerjakan setiap pertengahan bulan Hijriah, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15
Disebut Ayyamul Bidh yang berarti “hari-hari putih” karena pada malam-malam tersebut bulan bersinar terang secara sempurna.
Rasulullah SAW senantiasa menjaga puasa ini sebagai wujud syukur dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT, bahkan menganjurkannya kepada para sahabat.
Memasuki Februari 2026, pencarian terkait jadwal puasa Ayyamul Bidh Syaban 1447 H meningkat tajam.
Banyak umat Muslim ingin memastikan tanggal pelaksanaannya agar tidak terlewat, terlebih karena bulan Syaban memiliki keutamaan khusus sebagai bulan diangkatnya amal kepada Allah SWT.
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh yang Jarang Disadari
Puasa Ayyamul Bidh bukan sekadar puasa sunah biasa. Amalan ini memiliki keutamaan besar yang disebutkan langsung dalam hadis Rasulullah SAW.
Salah satu keutamaannya adalah pahala setara dengan puasa setahun penuh.
Dalam ajaran Islam, setiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat.
Dengan berpuasa tiga hari, seorang Muslim mendapatkan pahala seolah-olah berpuasa selama 30 hari.
Jika dilakukan secara rutin setiap bulan, maka pahalanya setara dengan puasa sepanjang tahun.
Selain itu, puasa Ayyamul Bidh berfungsi sebagai sarana membersihkan jiwa.
Puasa menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu mampu menenangkan hati serta menjaga kejernihan pikiran di tengah kesibukan dunia.
Melaksanakannya di pertengahan bulan menjadi pengingat spiritual agar seorang Muslim tetap berada di jalur ketakwaan.
Keutamaan lainnya adalah sebagai latihan keimanan menjelang Ramadan. Syaban sering disebut sebagai bulan latihan sebelum memasuki madrasah Ramadan.
Dengan membiasakan puasa sunah di bulan ini, tubuh dan ruh menjadi lebih siap menjalani ibadah puasa wajib selama sebulan penuh.
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Syaban 2026 Lengkap
Baca Juga: Kalender Februari 2026 Lengkap, Cek Tanggal Merah, Libur Panjang Imlek dan Hari Besar Nasional
Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah dan metode hisab yang lazim digunakan di Indonesia, 1 Syaban 1447 H diperkirakan jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026.
Dengan demikian, pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh Syaban 1447 H jatuh pada awal Februari 2026 dengan rincian sebagai berikut:
Tanggal 13 Syaban 1447 H bertepatan dengan Minggu, 1 Februari 2026
Tanggal 14 Syaban 1447 H bertepatan dengan Senin, 2 Februari 2026
Tanggal 15 Syaban 1447 H bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026
Menariknya, tanggal 15 Syaban juga bertepatan dengan Malam Nisfu Syaban yang dikenal sebagai salah satu malam penuh keutamaan.
Pada malam tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, istighfar, dan ibadah. Berpuasa pada Selasa, 3 Februari 2026, berarti menggabungkan dua amalan sunah sekaligus, yaitu puasa Ayyamul Bidh dan puasa Nisfu Syaban.
Umat Islam yang ingin melaksanakan puasa ini dapat mulai berniat dan sahur sejak Sabtu malam, 31 Januari 2026, untuk memulai puasa pertama pada Minggu pagi.
Hadis Rasulullah SAW tentang Puasa Ayyamul Bidh
Anjuran puasa Ayyamul Bidh memiliki dasar yang kuat dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah hadis riwayat An-Nasa’i dan Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa tiga hari setiap bulan setara dengan puasa sepanjang tahun.
Hadis lain juga menyebutkan bahwa Nabi tidak pernah meninggalkan puasa Ayyamul Bidh, baik ketika sedang berada di rumah maupun dalam perjalanan.
Hadis-hadis ini menunjukkan bahwa puasa Ayyamul Bidh bukan amalan ringan, melainkan sunah yang sangat ditekankan dan memiliki nilai ibadah tinggi di sisi Allah SWT.
Keutamaan puasa ini termaktub dalam berbagai hadis sahih. Rasulullah SAW menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan amalan ini kepada para sahabat.
Dalam hadis riwayat Abu Hurairah RA, ia menceritakan tiga nasihat emas dari Nabi Muhammad SAW yang dipegang teguh hingga akhir hayatnya:
أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ
Artinya: "Kekasihku (Rasulullah SAW) mewasiatkan tiga nasihat yang tidak akan aku tinggalkan hingga mati: 1. Berpuasa tiga hari setiap bulan, 2. Mengerjakan salat Dhuha, 3. Mengerjakan salat Witir sebelum tidur." (HR. Bukhari).
Mengenai waktu pelaksanaannya, Abu Dzar RA meriwayatkan sabda Rasulullah SAW:
يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ
Artinya: "Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah)." (HR. Tirmidzi no. 761 dan An Nasai no. 2425. Abu 'Isa Tirmidzi mengatakan bahwa hadisnya hasan)
Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh
Niat adalah fondasi setiap ibadah. Meski tempatnya di dalam hati, melafalkannya dianjurkan oleh mayoritas ulama untuk memantapkan ketetapan hati. Berikut lafal niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma ayyâmil bîdli lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari putih) karena Allah Ta'ala."
Niat idealnya dilakukan pada malam hari sebelum Subuh. Namun, karena ini puasa sunah, terdapat keringanan bagi yang lupa. Niat boleh dilakukan pada pagi hari (setelah Subuh hingga sebelum matahari tergelincir/waktu Zuhur), dengan syarat belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak fajar.
Niat Puasa Ayyamul Bidh Syaban
Baca Juga: Doa Zakat Fitrah Beserta Niat dan Cara Hitung Besaran Zakat Fitrah
Sebagaimana puasa sunah lainnya, puasa Ayyamul Bidh diawali dengan niat. Niat dapat dilakukan sejak malam hari
hingga sebelum tergelincir matahari, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Niat ini cukup diucapkan dalam hati, namun boleh juga dilafalkan untuk membantu kekhusyukan.
Puasa Ayyamul Bidh akan semakin sempurna apabila dibarengi dengan sedekah. Rasulullah SAW dikenal
sebagai pribadi yang sangat dermawan, dan kedermawanannya semakin meningkat saat memasuki bulan Syaban dan Ramadan.
Memberi makan orang yang berpuasa, membantu fakir miskin, atau berbagi rezeki dalam bentuk apa pun merupakan amalan yang sangat dianjurkan.
Kombinasi antara puasa dan sedekah menciptakan keseimbangan antara hubungan vertikal kepada Allah SWT dan hubungan horizontal kepada sesama manusia.
Inilah esensi ibadah dalam Islam yang tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga sosial.
Puasa Ayyamul Bidh Syaban 1447 H yang jatuh pada awal Februari 2026 merupakan momentum emas bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Dengan memahami jadwal, keutamaan, serta maknanya, diharapkan umat Muslim dapat mempersiapkan diri secara lahir dan batin menyambut bulan suci Ramadan.
Jangan lewatkan kesempatan meraih pahala besar dari amalan sederhana namun penuh keutamaan ini.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi