Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Mengenal Korps Marinir, Pasukan Elite TNI AL

Sulistiono • Selasa, 27 Januari 2026 | 05:43 WIB
Personel Korps Marinir TNI AL tengah melakukan latihan pendarat malam di sebuah pantai yang belum diketahui lokasinya. (TNI AL)
Personel Korps Marinir TNI AL tengah melakukan latihan pendarat malam di sebuah pantai yang belum diketahui lokasinya. (TNI AL)

RADARSEMARANG.ID - Keluarga besar TNI Angkatan Laut (TNI AL) tengah berduka, 23 anggota Marinirnya yang sedang melaksanakan misi latihan untuk pra tugas pengamanan perbatasan, menjadi korban tertimbun tanah longsor di Bandung Barat, Senin (26/1/26). 

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksanama Muhammad Ali mengungkapkan, personelnya sedang melaksanakan latihan di pegunungan Cisarua, Bandung Barat, saat tiba-tiba bencana longsor menerjang lokasi latihan anggotanya. 

"Dua puluh tiga anggota Marinir, enam anggota yang baru berhasil ditemukan, mereka sedang melaksanakan latihan pra tugas pamtas"ungkap Muhammad Ali dalam jumpa pers, Senin sore (26/1/26). 

Mengenal Korps Marinir Satuan Elite TNI AL

Korps Marinir sendiri adalah salah satuan yang berada di bawah naungan  Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut yang memiliki spesialisasi dalam operasi pendaratan pantai dan pertahanan pantai. 

Jika Komando Pasukan Khusus (Kopassus) memakai baret merah, Korps Marinir memakai baret warna ungu dengan keris samudera, dengan semboyan "Jalesu Bhumyamca Jayamahe" yang artinya do laut dan darat kita jaya.

Baca Juga: Usai Menjuarai Indonesia Masters 2026, Alwi Farhan Targetkan Turnamen Level Super 750 dan Super 1000

Struktur Organisasi Korps Marinir

Hingga tahun 2026, Korps Marinir dipimpin oleh seorang Panglima Korps Marinir (Pangkormar) berpangkat Letnan JenderalJenderal TNI (Mar). Kekuatannya terbagi ke dalam tiga komando pelaksana utama: 

1. Pasmar 1: Bermarkas di Marunda, Jakarta.

2. Pasmar 2: Bermarkas di Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur.

3. Pasmar 3: Bermarkas di Sorong, Papua Barat.

4. Brigade Infanteri 4/BS: Bermarkas di Piabung, Lampung. 

Baca Juga: Banjir di Jateng Meluas, BPBD Bilang Begini Soal Asal Kayu Gelondongan di Banjir Pemalang

Korps Marinir memiliki satuan elite yang memiliki tugas khusus  operasi rahasia dan kontra-terorisme, seperti halnya Kopassus dengan Sat-Gultor 81 atau Kopasgat dengan Dan Bravo 99.

Marinir memiliki Batalyon Intai Amfibi (Yon Taifib),  dengan Spesialisasi pengintaian dan sabotase amfibi.

Marinir juga memiliki satuan elite lainnya yang bisa dibilang cukup misterius yakni Detasemen Jala Mangkara  (Denjaka). 

Denjaka adalah Satuan antiteror aspek laut yang anggotanya merupakan personel pilihan dari Yentaifib dan Kopaska. 

Sebagai pasukan pendarat, Korps Marinir dilengkap dengan beragam kendaraan tempur (arnpur) seperti Tank Amfibi PT-76, BMP-3F, kendaraan angkut personel amfibi dan arteleri medan roket RM-70 Grad dan Vampire. 

Baca Juga: Jadwal, Syarat Pendaftaran PPPK BGN 2026 Tahap 3 dan 4, Ada 32.460 Formasi Untuk Umum

Dulu Bernama KKO

Sebelum bernama Korps Marinir TNI AL, nama yang dulu digunakan adalah Korps Komando Angkatan Laut (KKO) yang mulai digunakan pada tahun 1950.

Namun, seiring perjalanan waktu, teptanya pada tahun 1975  nama KKO dikembalikan lagi menjadi Korps Marinir sesuai dengan sejarah lahirnya Korps sejak tahun 1945.

Hal ini berdasarkan Surat Keputusan Kasal No. Skep/1831/XI/1975 tanggal 14 Nopember 1975. Pada tahun 1984 Korps Marinir RI kembali mengadakan reorganisasi kekuatan.

Dua prajurit Marinir saat dulu masih memakai nama KKO yang sangat melegenda adalah Sersan Dua KKP Usman Janatin dan Kopral Dua Harun Thohir adalah anggota Marinir pemberani yang masih dikenang hingga kini.

Kedua anggota Marinir itu melakukan misi berbahaya yakni melakukan pengeboman di Singapura dalam rangka operasi Dwikora.

Namun naas, keduanya ditangkap otoritas keamanan Singapura dan dijatuhi hukuman mati. Pemeirntah Indonesia saat itu berusaha meminta pengampunan, namun ditolak pemerintah Singapura.

Kedua anggota Marinir itu dihukum mati dan jenasnya disambut puluhan ribu warga Indonesia saat itu, saat dipulangkan ke Jakarta.

Oleh Pemerintah, Usman dan Harun Keduanya dianugerahi Bintang Sakti dan di angkat sebagai pahlawan nasional. Jenasah keduanya di makamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Pucuk pimpinan tertinggi Korps Marinir saat ini di pegang Panglima Korps Marinir, Letnan Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi dan Kepala Staf Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Muhammad Nadir.

Dan, kini Korps Marinir baru saja kehilangan 23 prajurit terbaiknya akibat menjadi korban tanah longsor di daerah Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, saat sedang melaksanakan misi latihan sebelum ditugaskan ke medan operasi Papua. (Sls)

Editor : Baskoro Septiadi
#latihan #KKO #Panglima Korps Marinir #korps marinir #tertimbun longsor #Korps Marinir TNI AL #longsor bandung barat #TANAH LONGSOR #pasukan elite