Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kawasan Guci Rusak Parah Akibat Banjir Bandang, Aktivitas Wisata Dihentikan

Khafifah Arini Putri • Senin, 26 Januari 2026 | 09:08 WIB
Banjir terjang beberapa kawasan di Jateng, BPBD lakukan pembersihan.
Banjir terjang beberapa kawasan di Jateng, BPBD lakukan pembersihan.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Bencana banjir bandang kembali melanda dua wilayah di Jawa Tengah (Jateng) secara beruntun dalam dua hari terakhir.

Kawasan wisata Guci di Kabupaten Tegal diterjang banjir pada Sabtu (24/1) dini hari. Banjir yang lebih parah juga terjadi di sejumlah desa di Kabupaten Pemalang yang telah terjadi sejak Jumat (23/1) sore, hingga menimbulkan korban jiwa.

Kepala Bidang Pengendalian Operasi dan Pengelolaan Data Informasi BPBD Jawa Tengah, Alexander Armin Nugroho menyampaikan dua kejadian itu berlangsung secara berdekatan.

Di Kabupaten Tegal, banjir bandang menerjang kawasan Obyek Wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, pada Sabtu (24/1) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

Bencana ini dipicu hujan deras disertai angin kencang yang menyebabkan aliran Sungai Gung meluap dan berubah arah.

"Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang, banjir bandang pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Gung yang melintasi kawasan Obyek Wisata Guci, mengakibatkan perubahan alur sungai serta kerusakan pada sejumlah sarana dan prasarana di kawasan wisata,” jelas Armin saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (25/1).

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan rumah warga, banjir bandang tersebut berdampak serius pada fasilitas wisata. Beberapa jembatan dilaporkan ambruk. Diantaranya Jembatan Jedor dan Jembatan wilayah Pancuran 13.

Selain itu, area wisata Pancuran 5 dan Pancuran 13 mengalami kerusakan, termasuk jembatan gantung di Pancuran 5. Bahkan, satu unit excavator mini dilaporkan hanyut terbawa arus.

Ia menjelaskan banjir bandang di Kawasan Guci Tegal kali ini lebih parah dibanding kejadian pada akhir Desember 2025.

"After effect-nya lebih besar daripada kejadian sebelumnya di Guci," bebernya.

Sebab itu, aktivitas wisata untuk sementara waktu dihentikan. Khawatirnya terjadi hal yang tak diinginkan.

"Aktivitas wisata di beberapa titik terdampak dihentikan sementara demi keselamatan pengunjung," tegasnya.

Pihaknya mengaku kini BPBD bersama instansi terkait masih melakukan pembersihan material lumpur, kayu, dan sampah, serta menyiapkan rencana pemasangan jembatan Bailey sebagai akses sementara.

Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas PUSDATARU Jawa Tengah untuk pembenahan alur Sungai Gung yang berubah akibat banjir.

Armin pun mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap cuaca yang kini sering berubah-ubah. Ia juga meminta agar warga menghindari daerah aliran sungai.

"Imbauan kepada masyarakat dan pengunjung agar meningkatkan kewaspadaan serta menjauhi aliran sungai," ujarnya.

Sementara banjir dengan dampak lebih parah justru terjadi di Kabupaten Pemalang sejak Jumat (23/1) sore hingga Sabtu (24/1) dini hari. Bahkan akibat banjir ini ada satu orang yang dikabarkan meninggal dunia.

Pihaknya merinci beberapa desa yang terimbas banjir berada di Kecamatan Pulosari dan Moga, Kabupaten Pemalang.

Desa yang terimbas banjir itu di Kecataman Pulosari diantarannya Desa Gunungsari, Desa Penakir, Desa Jurangmangu, Desa Batursari, Desa Clekatakan, Desa Karangsari, Desa Nyalambeng. Sedangkan di Kecamatan Moga, ada Desa Sima yang terdampak banjir.

"Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan terjadinya banjir bandang yang menerjang beberapa desa di Kecamatan Pulosari dan Kecamatan Moga, menyebabkan kerusakan infrastruktur, rumah warga, serta korban jiwa dan luka,” ungkapnya.

Di Desa Penakir, tercatat 252 kepala keluarga atau 911 jiwa terdampak, dengan 800 jiwa di antaranya sempat terisolir. Tujuh rumah hanyut, enam rumah rusak berat, dan empat rumah rusak sedang. Satu orang dilaporkan meninggal dunia.

"Korban jiwa satu, meninggal dunia," lapornya.

Kerusakan juga terjadi di Desa Gunungsari, Jembatan Walim dan Jembatan Beser terputus padahal menjadi akses penghubung antara Dusun Silegok - Sipendil.

Sementara di Desa Jurangmangu, dan Batursari juga terjadi kerusakan jembatan. Selain itu akses jalan di Desa Karangsari dan Nyalambeng yang sempat tertutup material banjir.

Selain kerusakan fisik, banjir bandang di Pemalang memaksa ratusan warga mengungsi. Total pengungsi mencapai 514 jiwa yang tersebar di Kantor Kecamatan Pulosari, Gedung PC NU, dan SDN 02 Penakir.

Hingga kini, petugas masih melakukan evakuasi, pembersihan material banjir, serta penyaluran bantuan logistik.

"Total pengungsi 514 jiwa, di Kantor Kecamatan Pulosari 132 jiwa, Gedung PCNU 308 jiwa, SDN 02 Penakir 30 jiwa," tegasnya.

Pihaknya mengaku di kecamatan Pulosari hingga kini masih ada intensitas hujan. Namun pembersihan terus dilakukan.

BPBD bersama pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dan penanganan darurat. Masyarakat di wilayah rawan diimbau tetap waspada terhadap cuaca ekstrem, mengingat hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di kawasan tersebut.

"Evakuasi warga masyarakat terdampak dan melakukan assesment," pungkasnya. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
#korban jiwa #obyek wisata guci #Pancuran 5 #Pancuran 13 #kawasan wisata Guci #Kabupaten Tegal #ANGIN KENCANG #Banjir Bandang #kawasan wisata