RADARSEMARANG.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi perhatian publik, khususnya bagi para pencari kerja yang menargetkan status Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Setelah sukses menyelenggarakan dua tahap pengadaan PPPK sepanjang tahun 2025, kini BGN dikabarkan tengah mempersiapkan kelanjutan seleksi PPPK Tahap 3 dan Tahap 4 yang direncanakan berlangsung pada tahun 2026
Informasi ini menjadi angin segar bagi masyarakat luas, mengingat kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan BGN terus meningkat seiring perluasan program pemenuhan gizi nasional di seluruh wilayah Indonesia.
Sebagaimana diketahui, PPPK BGN bukan sekadar rekrutmen biasa. Program ini menjadi bagian penting dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan gizi nasional,
meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang pangan dan gizi, serta memastikan pelaksanaan program strategis berjalan efektif hingga ke daerah.
Oleh karena itu, setiap tahapan seleksi PPPK BGN selalu menarik minat tinggi, baik dari tenaga profesional, lulusan baru, hingga masyarakat yang telah lama mengabdi di sektor pelayanan gizi.
Kilas Balik
Pada tahun 2025, Badan Gizi Nasional telah melaksanakan pengadaan PPPK sebanyak dua tahap.
Tahap pertama menjadi tonggak awal pengisian kebutuhan ASN di lingkungan BGN. Sebanyak 2.080 peserta dinyatakan lulus dan resmi ditetapkan sebagai ASN PPPK dengan terhitung mulai tanggal (TMT) 1 Juli 2025.
Pengangkatan ini sekaligus menandai dimulainya penguatan struktur organisasi BGN secara lebih sistematis dan berkelanjutan.
Tidak berhenti di situ, BGN kembali membuka seleksi PPPK Tahap 2 pada tahun yang sama. Proses seleksi telah dilalui oleh puluhan ribu pelamar, dan saat ini seleksi tersebut telah memasuki tahap pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH) serta pengusulan Nomor Induk (NI) PPPK.
Berdasarkan informasi yang berkembang, peserta PPPK BGN Tahap 2 direncanakan akan diangkat secara resmi pada 1 Februari 2026, meskipun waktu pengangkatan ini berpotensi berbeda di tiap daerah menyesuaikan kesiapan administrasi masing-masing instansi.
Dengan rampungnya dua tahap seleksi tersebut, perhatian publik kini tertuju pada kelanjutan pengadaan PPPK BGN berikutnya.
Pertanyaan besar pun muncul: kapan PPPK BGN Tahap 3 dan Tahap 4 akan dibuka, dan berapa besar formasi yang disiapkan?
Kepastian Jadwal PPPK BGN Tahap 3–4 Tahun 2026
Hingga saat ini, Badan Gizi Nasional belum mengumumkan secara resmi jadwal pendaftaran PPPK Tahap 3 dan Tahap 4 Tahun 2026.
Tidak adanya pengumuman resmi ini membuat banyak calon pelamar bertanya-tanya dan berupaya menafsirkan peluang waktu pendaftaran berdasarkan pola seleksi sebelumnya.
Jika mengacu pada timeline pengadaan PPPK BGN tahun 2025, Tahap 1 ditetapkan per 1 Juli 2025, sedangkan Tahap 2 baru dibuka pendaftarannya pada Desember 2025.
Pola ini menunjukkan bahwa BGN cenderung membuka tahap seleksi baru setelah proses pengangkatan tahap sebelumnya mendekati atau telah selesai.
Dengan demikian, besar kemungkinan seleksi PPPK BGN Tahap 3 dan Tahap 4 akan digelar setelah pengangkatan PPPK Tahap 2, yakni setelah 1 Februari 2026.
Namun demikian, calon pendaftar tetap perlu mencermati pengumuman resmi dari BGN karena waktu pelaksanaan bisa saja disesuaikan dengan kebijakan nasional, kesiapan anggaran, serta kebutuhan organisasi di lapangan.
Penting untuk dipahami bahwa dalam sistem PPPK, penetapan jadwal seleksi tidak hanya bergantung pada satu instansi. Faktor koordinasi lintas lembaga, kesiapan sistem seleksi nasional, serta validasi kebutuhan formasi di daerah turut memengaruhi waktu pembukaan pendaftaran.
Salah satu hal paling menarik dari pengadaan PPPK BGN Tahap 3 dan Tahap 4 adalah besarnya jumlah formasi yang diperkirakan akan dibuka.
Berdasarkan perencanaan internal, PPPK Tahap 3 dan Tahap 4 masing-masing direncanakan berjumlah 32.460 formasi.
Jika kedua tahap ini direalisasikan penuh, maka total formasi yang tersedia bisa mencapai 64.920 formasi.
Angka tersebut bukanlah jumlah kecil. Bahkan, ini menjadi salah satu pengadaan PPPK terbesar yang pernah dilakukan oleh satu instansi dalam satu periode.
Besarnya kebutuhan ini tidak terlepas dari target besar Badan Gizi Nasional yang menargetkan total PPPK mencapai sekitar 99.000 orang pada tahun 2026.
Kepala BGN Dadan Hindayan, menyampaikan bahwa jumlah PPPK BGN 2026 akan berjumlah 99.000 orang. Rinciannya terdiri dari 2.080 formasi pada tahap 1 dan 32.000 formasi pada tahap 2.
“Pada tahap 2 kami sudah melakukan seleksi sebanyak 32.000 orang, di mana yang 31.250 itu khusus seluruh Kepala SPPG yang dididik melalui sarjana penggerak pembangunan Indonesia dan kita buka untuk umum 750 yang diisi oleh akuntan sebanyak 375 dan tenaga gizi 375,” kata Dadan, (20/1/2026).
Baca Juga: Kepala BGN: Februari 2026 Jadi Titik Balik, Ribuan PPPK Badan Gizi Nasional Resmi Bertugas Serentak
Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian apakah pola formasi PPPK Tahap 3 dan 4 akan sama seperti tahap sebelumnya.
Pada seleksi sebelumnya, terdapat pembagian antara formasi umum dan formasi khusus. Tidak menutup kemungkinan pola ini akan kembali diterapkan,
namun bisa juga mengalami penyesuaian sesuai kebutuhan organisasi dan evaluasi pelaksanaan tahap sebelumnya.
Besarnya rencana rekrutmen PPPK BGN Tahap 3–4 tidak dapat dilepaskan dari ekspansi besar-besaran struktur organisasi BGN.
Saat ini, Kantor Pusat BGN telah memiliki ratusan tenaga kerja. Di tingkat daerah, Kantor Pusat BGN (KPPG) juga terus diperkuat.
Pada kondisi saat ini, setiap KPPG diisi oleh puluhan tenaga kerja, termasuk kepala KPPG dan Kepala Subbag Tata Usaha.
Ke depan, BGN merencanakan penambahan ratusan KPPG baru. Dengan rencana penambahan sebanyak 338 KPPG, total KPPG di seluruh Indonesia nantinya akan mencapai 358 unit.
Setiap penambahan KPPG secara otomatis meningkatkan kebutuhan sumber daya manusia, baik di bidang manajerial, teknis, administrasi, maupun operasional.
Inilah yang menjadi salah satu dasar kuat mengapa pengadaan PPPK Tahap 3 dan 4 diproyeksikan dalam jumlah sangat besar.
Selain KPPG, BGN juga mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program di lapangan.
Jumlah SDM di SPPG saat ini mencapai puluhan ribu orang, ditambah ratusan ribu relawan yang terlibat langsung dalam kegiatan operasional.
Para relawan SPPG berasal dari berbagai latar belakang tugas, mulai dari kepala juru masak, juru masak, petugas pemorsian, tim persiapan, pencuci peralatan, pengemudi, kepala lapangan, petugas keamanan, hingga tenaga kebersihan.
Skala operasional sebesar ini tentu membutuhkan dukungan ASN PPPK yang kuat agar koordinasi, pengawasan, dan keberlanjutan program dapat berjalan optimal.
Bagi calon pelamar, pengadaan PPPK BGN Tahap 3–4 Tahun 2026 dapat menjadi peluang emas yang sangat sayang untuk dilewatkan.
Dengan proyeksi formasi yang mencapai puluhan ribu, peluang untuk lolos secara statistik jauh lebih besar dibandingkan seleksi dengan formasi terbatas.
Selain itu, BGN merupakan instansi yang relatif baru dengan struktur organisasi yang masih berkembang.
Hal ini membuka ruang karier yang luas bagi ASN PPPK, baik dalam pengembangan kompetensi, penugasan di berbagai wilayah, maupun peluang kontribusi langsung pada program nasional strategis.
Namun, peluang besar ini tentu harus diimbangi dengan persiapan yang matang. Calon pelamar perlu mencermati persyaratan umum PPPK, menyiapkan dokumen sejak dini, serta mengikuti perkembangan informasi resmi dari BGN dan kanal seleksi nasional.
Baca Juga: Gaji PPPK Paruh Waktu Resmi Diatur Pemerintah, Ini Fakta Lengkap yang Wajib Diketahui
Meski berbagai proyeksi telah beredar, satu hal yang perlu ditegaskan adalah bahwa seluruh informasi resmi mengenai jadwal, formasi, dan mekanisme
seleksi PPPK BGN Tahap 3 dan 4 hanya akan diumumkan oleh pihak BGN secara langsung.
Oleh karena itu, calon pendaftar sangat disarankan untuk:
Memantau pengumuman resmi BGN secara berkala
Mencatat tanggal-tanggal penting terkait seleksi PPPK
Mempersiapkan dokumen administrasi lebih awal
Memahami kebutuhan dan karakteristik formasi yang kemungkinan dibuka
Menyesuaikan kualifikasi pendidikan dan pengalaman dengan kebutuhan BGN
Dengan persiapan yang matang, peluang untuk menjadi bagian dari ASN PPPK BGN pada Tahap 3 atau Tahap 4 akan semakin terbuka lebar.
Pengadaan PPPK Badan Gizi Nasional Tahap 3 dan Tahap 4 Tahun 2026 menjadi salah satu agenda besar yang patut dinantikan.
Meski belum diumumkan secara resmi, berbagai indikasi menunjukkan bahwa seleksi ini akan kembali dibuka setelah pengangkatan PPPK Tahap 2 pada awal 2026.
Dengan proyeksi formasi yang sangat besar dan kebutuhan SDM yang terus meningkat, PPPK BGN Tahap 3–4 berpotensi menjadi salah satu rekrutmen ASN paling strategis di tahun mendatang.
Bagi masyarakat yang bercita-cita menjadi ASN dan ingin berkontribusi langsung dalam pembangunan gizi nasional, inilah saat yang tepat untuk mulai bersiap.
Tetap pantau informasi resmi, catat jadwal penting, dan siapkan diri sebaik mungkin agar tidak tertinggal dalam seleksi besar ini. (dka)
Editor : Baskoro Septiadi