Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Jenazah Syafiq Ali Tiba di Basecamp via Gunung Malang, Evakuasi Medan Terjal Jadi Kendala

Khafifah Arini Putri • Kamis, 15 Januari 2026 | 18:49 WIB
Evakuasi Jenazah Syafiq Ali, pendaki Gunung Slamet yang dikabarkan hilang.
Evakuasi Jenazah Syafiq Ali, pendaki Gunung Slamet yang dikabarkan hilang.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Jenazah pendaki Gunung Slamet, Syafiq Ridhan Ali Razan, akhirnya tiba di basecamp via Gunung Malang pukul 14.00 WIB, setelah sebelumnya dilaporkan hilang selama 17 hari.

Evakuasi jenazah mengalami sejumlah kendala akibat medan yang sulit dan terjal.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi, mengaku sejak awal hilangnya Syafiq Ridan Ali Razan pihaknya telah mendapatkan laporan.

Ia menjelaskan proses evakuasi berjalan bertahap, meskipun sempat dihentikan, Bergas mengaku pencarian tetap dilanjutkan secara mandiri. I

a membenarkan jenazah Syafiq Ali telah ditemukan, dan tak ada luka.

"Sudah ditemukan. Iya (tidak ada luka), itu (karena) kedinginan hipotermia)," ungkapnya saat ditemui di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis (15/1).

Bergas menyebut selama pencarian tim relawan terus berusaha dengan maksimal. Kendati demikian pihaknya mengaku belum mengetahui proses evakuasi lebih lanjut.

"Teman dari relawan ini tim sar kemarin sempat dihentikan, ini sedang (evakuasi), tapi saya belum dapat laporannya," bebernya.

Pihaknya pun mengimbau para pendaki agar selalu mempersiapkan perlengkapan dengan matang saat mendaki gunung.

Sehingga ketika terjadi kondisi yang tak diinginkan masih bisa bertahan dan tidak panik.

"Tentunya persiapan perlengkapan, memiliki alat komunikasi, melaporkan setiap naik pada saat mendaki ini harus melaporkan diri," akunya.

Terpisah Ketua Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Jawa Tengah Lazuardi mengatakan kendala utama evakuasi adalah medan yang curam dan lembah terjal.

"Kendala pengangkatan jenazah di medan sulit, di lembahan, terjal, dan curam," ungkapnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menambahkan tim evakuasi berjumlah lebih dari 20 orang. Mereka bekerja secara bergantian untuk mengangkat jenazah.

Menurutnya kondisi cuaca di Gunung Slamet saat proses evakuasi berkabut. Kendati demikian para relawan ini bisa membawa jenazah Syafiq Ali hingga ke basecamp tepat pukul 14.00.

Lazuardi mengaku jenazah dibawa ke Rumah Sakit Purbalingga untuk dilakukan pemulasaran dan baru diantarkan ke rumah duka.

"Ini (jenazah) sudah sampai basecamp, via jalur gunung malang. Tadi sekitar jam 14.00 jenazah sudah tiba di basecamp. (Dibawa) ke RS Purbalingga lalu ke rumah duka," tandasnya. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
#Syafiq ridhan ali razan #pendaki gunung slamet #BPBD Jawa Tengah #syafiq ali #evakuasi jenazah