RADARSEMARANG.ID – Perdana Menteri Jepang, Takaichi Sanae, yang juga menjabat sebagai Presiden Partai Demokrat Liberal (LDP), menyampaikan niatnya untuk membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat pada awal masa sidang reguler Parlemen. Sidang tersebut dijadwalkan akan dimulai pada 23 Januari mendatang.
Informasi ini disampaikan Perdana Menteri kepada jajaran eksekutif LDP dan dikonfirmasi oleh sumber internal partai pada 13 Januari.
Takaichi disebut tengah bersiap untuk mengumumkan keputusan tersebut secara resmi dalam waktu dekat.
Baca Juga: Jadwal Penetapan NI PPPK BGN 2025 Resmi Dirilis, Ini Tahapan Lengkap hingga Terbit SK
Langkah pembubaran parlemen ini akan membuka jalan bagi pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat pertama sejak Oktober 2024.
Sejumlah skenario tanggal pemilu pun mulai mengemuka, di antaranya pengumuman pada 27 Januari dengan pemungutan suara pada 8 Februari, atau pengumuman pada 3 Februari dengan pemungutan suara pada 15 Februari.
Saat ini, koalisi partai berkuasa yang dipimpin LDP menguasai 233 kursi, jumlah minimum untuk mempertahankan mayoritas di parlemen.
Kehilangan satu kursi saja dapat menggoyahkan posisi pemerintah. Oleh karena itu, Perdana Menteri Takaichi diyakini ingin meningkatkan perolehan kursi guna memperkuat basis kekuasaannya.
Baca Juga: DPRD Salatiga Minta Dana Insentif Pendidik Non ASN Dikembalikan Utuh, Dirapel sejak Januari 2026
Dalam berbagai survei media, tingkat persetujuan publik terhadap Kabinet Takaichi masih tergolong tinggi. Kondisi ini mendorong munculnya suara internal di LDP yang mendesak agar pemilu digelar lebih awal.
Namun, rencana pembubaran parlemen di awal masa sidang berpotensi menimbulkan konsekuensi besar. Salah satunya adalah kemungkinan tertundanya pengesahan anggaran fiskal, yang biasanya ditetapkan sebelum April.
Baca Juga: CPNS 2026 Masih Dikaji, Pemerintah Siapkan Skema Baru, Sekolah Kedinasan Jadi Prioritas
Jika anggaran lintas tahun fiskal tidak dapat disahkan tepat waktu, pemerintah harus menyusun anggaran sementara, yang dinilai dapat berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Editor : Baskoro Septiadi