RADARSEMARANG.ID, Semarang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ahmad Yani Semarang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Pasalnya, dalam tiga hari ke depan, wilayah Pantura Timur Jawa Tengah (Jateng) berpotensi mengalami cuaca ekstrem, mulai dari hujan lebat, angin kencang, hingga puting beliung. Terutama di daerah pesisir.
Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang Ferry Oktarisa menyampaikan Jawa Tengah memasuki puncak musim hujan pada Januari hingga Februari. Karena itu potensi hujan lebat masih sering terjadi di seluruh daerah di Jateng.
"Potensi hujan sedang hingga lebat ini hampir menyeluruh di wilayah Jateng untuk seminggu ke depan ataupun tiga hari ke depan," jelas Oktarisa saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Senin (12/1).
Pihaknya menyebut daerah yang memerlukan perhatian khusus ialah Pantura Timur. Seperti Demak, Jepara, Pati, Kudus, Rembang, dan Grobogan.
Potensi hujan lebat di wilayah ini masih akan berlangsung selama tiga hari ke depan, bahkan masuk dalam cuaca ekstrem.
"Pantura Timur itu di wilayah Demak, Pati, Kudus, Jepara, kemungkinan sampai tiga hari ke depan (berpotensi cuaca esktrem). Iya (hujannya) sedang hingga lebat sampai ekstrem," tegasnya.
Oktarisa menjelaskan, dua hari lalu di Jepara, Kudus, dan Demak hujannya termasuk esktrem di atas 100 mm per hari.
Selain hujan lebat, masyarakat pesisir Pantura Timur juga diminta mewaspadai angin kencang.
“Di wilayah pesisir dekat laut itu berpotensi puting beliung atau angin kencang,” katanya.
Sebab itu karena hujan deras terus terjadi sejak 9 Januari 2025 lalu, potensi banjir masih mengintai wilayah Pantura Timur.
Pihaknya merinci beberapa faktor penyebab, di antaranya pusat tekanan rendah di perairan selatan Nusa Tenggara hingga Bali, pertemuan angin (konvergensi), serta kelembaban udara yang tinggi. Kondisi ini memicu hujan dengan intensitas tinggi.
"Masih ada potensi banjir karena di situ hujan lebatnya sudah dari dua hari, dari tanggal 9 (Januari 2025) itu sudah hujan lebat, ini kemungkinan sampai tiga hari ke depan masih ada potensi hujan deras di wilayah Pantura Timur," tegasnya.
Masyarakat pun diharapkan tetap tenang, waspada, dan selalu mengupdate informasi dari sumber terpercaya seperti BMKG. Oktarisa juga meminta agar masyarakat menghindari tempat berbahaya saat hujan deras, seperti baliho, tiang listrik, pohon besar dan lain sebagainya karena berpotensi roboh.
"Diimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan waspada dan selalu update informasi dari sumber yang terpercay ataupun bisa akses informasi di info BMKG," pungkasnya. (kap)
Editor : Baskoro Septiadi