RADARSEMARANG.ID – Malam pengumuman menuju babak Grand Final Dangdut Academy (D’Academy) 7 menjadi salah satu momen paling emosional sepanjang sejarah kompetisi dangdut di Indonesia.
Studio Indosiar pada Rabu, 17 Desember 2025, berubah menjadi lautan perasaan tegang, harap, doa, dan tangis saat tiga kontestan terbaik harus menerima takdir masing-masing.
Valen asal Pamekasan, April dari Cirebon, dan Tasya perwakilan Tangerang Selatan berdiri di panggung besar yang selama berbulan-bulan menjadi saksi perjuangan mereka.
Malam itu bukan sekadar pengumuman, melainkan puncak dari perjalanan panjang penuh latihan, kritik, air mata, dan dukungan tanpa henti dari penggemar di seluruh Indonesia.
Seperti pada babak-babak sebelumnya, sistem penilaian berbasis perolehan virtual gift kembali menjadi faktor krusial dalam menentukan siapa yang berhak melaju ke babak pamungkas.
Mekanisme ini menegaskan bahwa D’Academy 7 bukan hanya soal teknik vokal dan penampilan di atas panggung, tetapi juga soal kekuatan basis penggemar, konsistensi performa, serta kemampuan membangun kedekatan emosional dengan penonton.
Sejak awal acara, para host dengan sengaja mengulur waktu pengumuman. Strategi ini sukses memancing ketegangan luar biasa. Kamera menyorot wajah para kontestan yang berusaha tegar, sementara sorak sorai, doa lirih, dan teriakan dukungan terus menggema dari tribun penonton.
Pengumuman Pertama: Nama Tasya Menggema di Studio
Ketegangan akhirnya pecah ketika Rina Nose, salah satu host acara, mengucapkan satu nama yang langsung disambut teriakan histeris penonton:
“Tasya, Tangerang Selatan!”
Tasya tampak terpaku beberapa detik sebelum akhirnya melakukan sujud syukur di atas panggung. Air mata haru mengalir, disusul gemuruh tepuk tangan dan dukungan luar biasa dari para pendukungnya.
Dengan perolehan 94.107.000 virtual gift, Tasya resmi menjadi kontestan pertama yang melaju ke Grand Final 2 Besar D’Academy 7.
Keberhasilan Tasya mencerminkan konsistensi penampilannya sejak awal kompetisi. Ia dikenal memiliki karakter vokal kuat,
penguasaan panggung yang matang, serta kemampuan membawakan lagu dengan emosi yang dalam faktor yang membuatnya selalu mendapat respons positif dari publik.
Detik-Detik Penentuan Valen dan April
Setelah euforia kemenangan Tasya, sorotan kamera beralih kepada dua kontestan tersisa: Valen Pamekasan dan April Cirebon. Suasana studio kembali hening.
Wajah para pendukung mereka tampak tegang, beberapa terlihat menundukkan kepala sambil berdoa.
Beberapa menit yang terasa sangat panjang akhirnya berakhir saat satu nama kembali disebutkan:
“Valen, Pamekasan!”
Studio langsung bergemuruh. Valen berhasil mengamankan satu tiket terakhir ke babak Grand Final dengan perolehan 80.701.350 virtual gift, unggul dari April.
Ekspresi lega bercampur haru terpancar jelas di wajah Valen, sementara April dengan lapang dada langsung memeluk sahabat seperjuangannya tersebut.
Momen pelukan itu menjadi simbol kuat bahwa kompetisi D’Academy 7 tidak hanya melahirkan persaingan, tetapi juga persaudaraan dan rasa saling menghargai.
Dengan hasil tersebut, perjalanan April Cirebon harus terhenti di posisi Juara 3 D’Academy 7. Ia mengantongi 63.574.550 virtual gift, angka yang tetap menunjukkan besarnya dukungan publik terhadap dirinya.
Tangis April pecah di atas panggung, namun senyum tetap tersungging di wajahnya. Para dewan juri, host, serta Tasya dan Valen bergantian memeluk dan menguatkannya.
Beberapa penggemar tampak ikut meneteskan air mata, merasakan betapa berat momen perpisahan tersebut.
Dalam pidato singkatnya, April menyampaikan rasa terima kasih yang tulus:
“April ngucapin banyak-banyak terima kasih buat kedua orang tua April yang selalu dukung dan doain April. Dan juga buat Indosiar, masyaallah, terima kasih sudah memberi wadah April untuk berkembang.”
Ia juga mengapresiasi peran dewan juri, para penggemar setia, kerabat, serta seluruh kru produksi yang telah mendampinginya selama perjalanan di D’Academy 7.
Makna Besar di Balik Malam Penentuan
Malam pengumuman dua besar ini menjadi titik penting dalam sejarah Dangdut Academy 7 Indosiar.
Lebih dari sekadar seleksi menuju gelar juara, momen ini menegaskan bahwa perjuangan, konsistensi, mental baja, dan dukungan publik adalah elemen utama dalam meraih mimpi di industri hiburan Tanah Air.
Kini, sorotan publik tertuju pada Grand Final D’Academy 7, di mana Tasya dan Valen akan kembali bertarung menampilkan kemampuan terbaik mereka.
Satu gelar juara akan diperebutkan, namun ketiganya telah membuktikan bahwa mereka layak disebut sebagai bintang dangdut masa depan Indonesia.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi