Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Membantu Banget, MBG di SD Negeri Gemah Kota Semarang Penolong Siswa yang Tak Sempat Sarapan

Agus AP • Jumat, 12 Desember 2025 | 03:00 WIB
Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID - Pagi di SD Negeri Gemah, Kota Semarang, selalu dimulai dengan riuh suara anak-anak. Namun, ada satu momen yang paling dinanti setiap harinya, yakni saat pengambilan Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Sejak program ini masuk ke SDN Gemah pada awal September, halaman sekolah selalu tampak lebih hidup. MBG bagi anak-anak menjadi penolong untuk mereka yang tidak sarapan dan orang tua yang tak sempat mebawakan bekal.

Koordinator MBG SDN Gemah, Ana Rosida, mengatakan sekolahnya termasuk yang cukup cepat menerima program dari Presiden Prabowo tersebut.

 “Kita mulai dapat MBG sejak awal September. Termasuk cepat, karena beberapa sekolah lain, bahkan ada yang baru mulai (menerima MBG),” kata Ana saat ditemui di SDN Gemah, Rabu (26/11).

Ana menyebut SDN Gemah bekerja sama dengan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di daerah Plamongansari, Kota Semarang. Setiap hari SPPG ini menyiapkan menu untuk 352 siswa dari 12 rombongan belajar. Menu dikirim setiap Senin hingga Jumat untuk MBG basah atau makana berat. Kemudian ditambah satu kali MBG kering sebagai pengganti jatah hari Sabtu.

"Kita masuk lima hari, Senin sampai Jumat. Dari lima hari ini akan ada tambahan makanan kering atau snack untuk siswa sebagai ganti untuk jatah di hari Sabtu," bebernya.

Ana menyebut, MBG di sekolahnya dijadwalkan untuk sarapan. Namun, ketika datangnya lebih dari pukul 07.00 maka biasanya dimakan ketika istirahat pukul 10.00.

"Datangnya MBG tidak pasti, kadang pukul 06.00, pukul 07.00, kadang juga pukul 08.00. Karena makannya di kelas, sebenarnya mereka bebas mau makan di jam berapa, mau untuk sarapan, atau dimakan bersama saat istirahat, nanti ada guru kelas yang mengawal," akunya.

Lebih lanjut ketika mobil pengantar MBG datang, Ana akan mengecek kelengkapan terlebih dahulu. Seperti memeastikan kecukupan barang di setiap menu.

"Jadi dipastikan apakah susu sudah cukup, buah tidak kurang, lauknya sesuai, dan apakah menu sudah sesuai daftar. Baru setelah dipastikan, saya akan memberi intruksi untuk perwakilan kelas mengambil," bebernya.

Ia membeberkan dari awal September MBG datang, anak-anak sangat antusias. Kendati demikian mereka terkadang juga bosan dengan menu yang monoton. Sebab itu, Ana selalu berkoordinasi dengan SPPG untuk memberikan menu yang variatif.

Pihaknya pun bersyukur, pihak SPPG sangat tanggap ketika ada kekurangan maupun kendala di lapangan.

"Kalau ada kekurangan, saya langsung WA. Alhamdulillah SPPG-nya cepat tanggap dan langsung ditindaklanjuti,” katanya.

Misalnya saja saat ada menu yang mayoritas anak tidak suka. Ana akan melapor ke SPPG.

“Dulu ada salah satu lauk yang anak kurang suka. Saya lapor, dan selanjutnya diolah lebih variatif, jadi anak tidak bosan," ujarnya.

Di SDN Gemah, tidak ada siswa alergi makanan tertentu. Meski begitu, jika ada keluhan dari satu kelas, menu langsung dievaluasi. 

Pihaknya menyebut, di SDN Gemah, cukup banyak siswa yang tak memilik orang tua (yatim/piatu). Mereka adalah penerima manfaat terbesar dari MBG.

"Mereka senang sekali. Setiap hari nanya ‘Hari ini dapat apa, Bu?’,” ujar Ana.

Bahkan jika ada sisa MBG karena siswa tidak masuk. Terkadang ada anak  sering meminta untuk dibawa pulang. Pihaknya pun memperbolehkan, selama makanan masih aman.

Ada pula orang tua yang awalnya melarang anaknya makan MBG karena ragu higienitasnya. Namun setelah melihat variasi menu dan perbaikan kualitas, mereka mulai mengizinkan.

Salah satu siswa kelas 2 hadil mengaku senang mendapatkan MBG. Sebab ia setiap pagi tidak sarapan ataupun dibawakan bekal. Sehingga biasanya ketika pagi hari, ia sarapan di kantin. Hadil mengaku senang ketika mendapatkan menu kekinian. Seperti burger, hotdog, spagheti, sandwich dan juga mie ayam.

"Hari ini menunya mie ayam ada pangsitnya, aku seneng soalnya enak," katanya.

Sementara Kepala SDN Gemah, Joko Susanto, S.Pd., M.Pd., menegaskan MBG sangat membantu pemenuhan gizi siswa. Terutama yang berasal dari keluarga dengan ekonomi terbatas.

"Adanya MBG sangat membantu gizi anak-anak sekolah terutama di Sekolah Dasar. MBG juga dapat membantu anak-anak yang perekonomian orang tuanya terbatas. Terutama dalam pemenuhan makanan bergizi, sehingga dengan adanya MBG ini akan dapat menambah asupan gizi yang lebih baik untuk anak2 sekolah dasar pada khususnya," ungkap Joko.

Pihaknya juga meminta agar pihak SPPG mengolah makanan yang bervariasi agar disukai anak-anak.

"Untuk menambah makanan MBG ini lebih bergizi dan disenangi anak-anak, maka pola memasaknya harus serba bersih, bervariasi, dan mengandung makan an yang bergizi seimbang," tandasnya. (kap)

Editor : Agus AP
#program mbg #sarapan #SD Negeri Gemah #SPPG