RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kabar wafatnya Ayah dari pesepakbola Timnas Indonesia Pratama Arhan masih menyisakan duka.
Almarhum Sutrisno bin Raji meninggal dunia pada Minggu (7/12/2025) lalu sekitar pukul 06.00 WIB di RSUD dr. Soetijono Blora.
Almarhum sebelumnya dirawat intensif di ruang ICU sejak Jumat akibat komplikasi sakit yang telah lama dideritanya. Jenazah telah dimakamkan pada hari yang sama di Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Blora.
Di balik kepergian itu, tersimpan sebuah harapan terakhir yang begitu mengharukan. Ketika hari-hari terakhir hidupnya, Sutrisno tidak lagi menyinggung soal karier sepak bola Arhan, baik kiprahnya di Timnas maupun di klub Bangkok United. Yang selalu ia tanyakan berulang-ulang justru satu hal, kapan Arhan lulus dan diwisuda.
Bagi almarhum, melihat putranya mengenakan toga dan meraih gelar sarjana adalah impian yang sangat ia nantikan. Sebuah momen yang ingin disaksikannya dengan mata kepala sendiri.
"Pertanyaan ini berulang kali sempat diucapkan almarhum Ayah. Almarhum juga sudah berjuang cukup lama melawan sakitnya, dengan harapan bisa bertahan untuk mendampingi saya mengenakan toga dan mengikuti wisuda,” ungkap Pratama Arhan, mahasiswa Program Sarjana Manajemen Udinus.
Harapan sederhana itu menjadi gambaran betapa besar perhatian almarhum terhadap pendidikan Arhan.
Meski putranya telah mengharumkan nama bangsa lewat sepak bola. Sang ayah tetap memandang kelulusan akademik sebagai pencapaian yang tak kalah penting.
Meski takdir berkata lain, dan sang ayah harus berpulang sebelum hari wisuda tiba. Harapan itu, kini menjadi motivasi besar bagi Arhan untuk menuntaskan pendidikan demi memenuhi keinginan terakhir almarhum.
Dalam kunjungan takziah, pihak Udinus yang diwakili kil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Udinus Prof Kusni, Kepala Biro Kemahasiswaan (Bima) Udinus Prof Rindra Yusianto, dan tim kemahasiswaan lainnya menyampaikan duka cita mendalam dan doa bagi keluarga agar diberi ketabahan.
Wakil Rektor III, Prof Kusni, menyebut kelulusan Arhan nantinya diharapkan dapat menjadi amal jariyah bagi almarhum.
“Kami segenap civitas academica Udinus mendoakan agar almarhum Sutrisno husnul khotimah dan mendapatkan tempat mulia di sisi-Nya. Arhan diberi ketabahan untuk bisa menggapai cita-cita sang Ayah,” tutur Prof. Kusni.
Tim kemahasiswaan juga memastikan, saat hari wisuda tiba, Arhan akan diberikan ruang khusus untuk memberikan penghormatan kepada almarhum ayahnya.
Hal ini menjadi sebuah bentuk penghargaan atas perjuangan dan kasih orang tua yang sangat berarti baginya. (kap)
Editor : Baskoro Septiadi